Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi





A.
Latar Belakang Masalah Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) dapat
menambah nilai bagi
suatu perusahaan dengan
menghasilkan informasi yang
akurat dan tepat
waktu. Pada bidang
akuntansi perkembangan teknologi
infomasi telah banyak
membantu meningkatkan Sistem
Informasi Akuntansi (SIA).
Peningkatan penggunaan teknologi komputer sebagai salah satu bentuk
teknologi informasi telah mengubah pemprosesan data
akuntansi dari secara
manual menjadi secara
otomatis. Akan tetapi penerapan sistem dalam suatu perusahaan
tidak terlepas dari permasalahan.

Menurut DeLone
dan Raymond, 1988
(dalam Komara, 2005)
penerapan suatu sistem
dalam perusahaan dihadapkan
kepada dua hal,
apakah perusahaan mendapatkan
keberhasilan penerapan sistem
atau kegagalan sistem.
Untuk menghindari kegagalan
sistem, maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas atau keberhasilan
implementasi suatu sistem informasi.

Menurut Staples dan Selldon
(2004) salah satu tujuan utama penelitian di bidang
teknologi informasi adalah
untuk membantu tingkat
pemakai akhir dan organisasi
agar dapat memanfaatkan teknologi informasi secara efektif. Di dalam riset
sistem informasi kepuasan
pengguna dan penggunaan
sistem merupakan indikator
yang sering digunakan
sebagai pengganti (surrogate)
untuk mengukur efektivitas
atau keberhasilan kinerja
suatu sistem informasi.
Beberapa peneliti seperti
Soegiharto (2001), Fung
Jen (2002), Komara
(2005) telah menggunakan kepuasan
pengguna (user information
system/UIS) dan penggunaan
sistem (system use)
sebagai tolok ukur
efektivitas atau keberhasilan
kinerja sistem informasi akuntansi. Efektivitas kinerja
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara
lain: a) keterlibatan
pengguna dalam pengembangan
SIA, b) kapabilitas
personel SIA, c)
ukuran organisasi, d) dukungan top
manajemen, e) formalisasi
pengembangan SIA, f)
program pelatihan dan pendidikan
pengguna SIA, g) keberadaan komite pengendali SIA, h) lokasi departemen SIA.


Hasil penelitian
Soegiharto (2001) dengan
responden perusahaan di Australia, menunjukan
bahwa terdapat hubungan
positif signifikan antara keterlibatan pengguna dalam pengembangan SIA
dengan penggunaan sistem serta hubungan negatif
signifikan antara formalisasi
pengembangan SIA dengan penggunaan
sistem. Disamping itu,
untuk variabel ukuran
organisasi didapati berhubungan
negatif signifikan baik
dengan kepuasan pengguna
maupun penggunaan sistem.
Sedangkan untuk variabel
kapabilitas personel SIA
dan dukungan top manajemen tidak
ditemukan adanya hubungan yang signifikan.


Sementara itu, hasil penelitian
oleh Fung Jen (2002) menunjukkan bahwa hanya
variabel ukuran organisasi yang berhubungan positif signifikan baik dengan kepuasan pengguna maupun penggunaan sistem,
sedangkan variabel kemampuan teknik personel
SIA, dukungan top
manajemen dan formalisasi
pengembangan SIA berhubungan
positif signifikan hanya dengan kepuasan pengguna dan untuk variabel
keterlibatan pengguna dalam
pengembangan SIA berhubungan
positif dengan penggunaan sistem.



Hasil-hasil penelitian tersebut
sebagian mendukung dan
sebagian masih kontradiktif
dengan penelitian sejenis
oleh Komara (2005)
yang menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh positif
signifikan antara keterlibatan
pengguna dalam pengembangan
SIA, ukuran organisasi,
dukungan top manajemen,
formalisasi pengembangan SIA
dengan kepuasan pengguna serta pengaruh positif siginifikan antara keterlibatan pengguna dalam
pengembangan SIA, kapabilitas personel SIA, dukungan top manjemen dengan penggunaan sistem.


Pengujian perbedaan kinerja
sistem informasi akuntansi antara perusahaan yang memiliki dengan yang tidak memiliki
komite pengendali SIA, menunjukan terdapat
pengaruh yang terbalik dimana kinerja SIA lebih tinggi dalam organisasi yang tidak memiliki komite pengendali SIA
dibandingkan dengan organisasi yang mempunyai komite
pengendali SIA (Soegiharto,
2001). Hasil tersebut kemungkinan
disebabkan adanya perbedaan
persepsi peran dari
anggota organisasi terhadap
komite pengendali SIA
sehingga fungsi dan
peran komite pengendali tidak menunjukkan keunggulannya.
Hasil penelitian tersebut didukung oleh
hasil penelitian Choe (1996).


Berdasarkan hasil penelitian Fung
Jen (2002) diperoleh hasil bahwa pada perusahaan yang memiliki program pelatihan dan
pendidikan pengguna terdapat perbedaan
yang signifikan dengan kepuasan pengguna tetapi tidak terbukti adanya perbedaan dengan penggunaan sistem. Hal ini
kemungkinan disebabkan sebagian besar responden
yang menjadi sampel
penelitian ini telah
memperoleh keahlian komputer
melalui informal job
training. Nelson dan
Cheney, 1987 (dalam Komara, 2005) mengutarakan bahwa program
pelatihan dan pendidikan pengguna akan meningkatkan
ability, dan ability
ini akan berkorelasi
positif dengan penggunaan sumber daya komputer.


Hasil penelitian yang dilakukan
oleh Komara (2005) menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan yang signifikan
antara perusahaan yang
memiliki program pelatihan
dan pendidikan pengguna
dengan perusahaan yang
tidak memiliki program
pelatihan dan pendidikan
pengguna, antara perusahaan
yang memiliki komite pengendali
SIA dengan perusahaan yang tidak memiliki komite pengendali
SIA, dan antara
lokasi departemen SIA
yang berdiri sendiri (independent)
dengan lokasi departemen
SIA yang tergabung
dalam departemen/bagian lain
perusahaan.


Penelitian mengenai efektivitas
atau keberhasilan kinerja sistem informasi merupakan
penelitian yang telah
banyak dilakukan. Walaupun
demikian, hasil penelitian
antara peneliti yang
satu dengan yang
lain sebagian mendukung
dan sebagian masih kontradiktif.
Untuk itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ulang dengan mereflikasi penelitian yang
dilakukan oleh Komara (2005) dengan sampel
penelitian yang berbeda yaitu perusahaan minuman (beverages) PT. Coca Cola
Bottling Indonesia. Alasan
peneliti mengambil perusahaan
ini sebagai sampel penelitian adalah karena perusahaan
tersebut merupakan jenis perusahaan yang sudah
berkembang secara internasional
dan sudah memakai
penggunaan teknologi informasi
yang berkembang.


Berdasakan uraian
diatas, penulis tertarik
untuk membahasnya dalam sebuah skripsi
dengan judul “Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi
(Studi Kasus Pada
PT. Coca Cola Bottling
Indonesia)”.


B. Perumusan Masalah Berdasarkan
uraian latar belakang
masalah yang telah
dikemukan diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berkut
: “Apakahfaktor keterlibatan pemakai
dalam proses pengembangan sistem, kemampuan teknik
personal sistem informasi,
dukungan manajemen puncak, formalisasi
pengembangan sistem informasi,
dan program pendidikan
dan pelatihan pemakai
secara parsial dan
simultan berpengaruh terhadap
kinerja sistem informasi
akuntansi (SIA) ? ” C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar
belakang masalah dan
perumusan masalah yang
telah diuraikan sebelumnya,
maka penelitian ini
dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui, menganalisis,
menguji dan memberikan bukti empiris tentang faktorfaktor yang mempengaruhi
kinerja sistem informasi akuntansi.

Skripsi Manajemen:Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.