Rabu, 31 Desember 2014

Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Nilai Trombosit dan Hematokrit dengan Derajat DBD

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang biasa disebut Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) merupakan satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia terutama negara berkembang. Penyakit ini disebabkan oleh 4 serotipe virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Soegeng,2008). Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat ditandai oleh manifestasi perdarahan, trombositopenia, dan peningkatan permeabilitas vaskuler. Permeabilitas vaskuler yang meningkat menyebabkan kebocoran plasma. Kebocoran plasma dapat menimbulkan sindrom syok dengue dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian (Suhendro dkk, 2007). Di Indonesia penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1968 di Surabaya dengan jumlah penderita 58 orang dengan kematian 24 orang (CFR41,3%). Pada tahun 1994, kasus DBD telah ditemukan di seluruh propinsi di Indonesia. Dan pada tahun 2004, Indonesia melaporkan Case Fatality Rate(CFR) (1,12%) tertinggi di Asia Tenggara (Ganda, 2006). Kejadian luar biasa (KLB) terbesar terjadi pada tahun 1998 dengan Incidence rate (IR) 35, 19 per 100.000 penduduk dan (CFR) 2% (World Health Organisation, 2009). Provinsi Sumatera Utara jumlah kasus DBD tahun 2008 sebanyak 4454 kasus dengan jumlah kasus meninggal 49 kasus (CFR 1,10%) (IR 34,49) dan jumlah kasus DBD pada tahun 2009 sebanyak 4.534 kasus denganjumlah kasus yang meninggal 57 kasus (CFR 1,26%) (IR 34,46). Sumatera Utara merupakan 1 dari 6 propinsi yang mengalami peningkatan kasus DBD pada tahun 2009 bila dibandingkan dengan tahun 2008 (Kusriastuti, 2010). Pedoman yg dipakai dalam menegakkan diagnosis DBD sampai saat ini ialah kriteria yang disn oleh WHO tahun 1999. Diagnosis DBD dapat ditegakkan bila ditemukan dua kriteria klinis dan dua kriteria laboratorium (World Health Organisation, 2009). Dengan mengandalkan kriteria laboratorium WHO maka jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia) dan kebocoran plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi merupakan indikator keparahan penyakit DBD (Suhendro dkk, 2007). Kadar trombosit dan hematokrit juga tidak selalu dapat diandalkan sebagai acuan untuk menilai keadaan pasien karena kadar trombosit dan hematokrit tidak selalu menunjukkan kondisi faktual beratnya penyakit penderita. Didalam satu penelitian pernah ditemukan pasien telah mengalami syok tanpa adanya trombositopenia atau hemokonsentrasi, hal itu tidak sesuai dengan kriteria yang diajukan WHO untuk diagnosis DBD (Jaya, 2008). Untuk mengetahui kemungkinan perubahan pola manifestasi DBD tersebut maka diperlukan penelitian terhadap hubungan nilai hematokrit dan trombosit dengan derajat DBD di Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Pirngadi . 1.2. Rumusan Masalah Uraian ringkas pada latar belakang masalah diatas memberikan dasar bagi peneliti untuk merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: Bagaimana hubungan kadar trombosit dan hematokrit dengan derajat DBD? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum: Mengetahui hubungan kadar trombosit dengan kadar hematokrit pada derajat DBD. Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Nilai Trombosit dan Hematokrit dengan Derajat DBDDownloads Versi PDF Klik Disini


Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.