Rabu, 18 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum linn) terhadap Kadar Gula Darah pada Mencit Diabetes yang Diinduksi Alloxan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dan didiagnosa dengan adanya peningkatan kronis kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat defek pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Hal ini bisa diikuti dengan pelbagai gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Efek dari pelbagai manifestasi klinis yang timbul adalah bergantung kepada penyebab diabetes itu sendiri, derajat defek kerja insulin, kondisi yang telah ada dan keparahan kerusakan jaringan diabetes tersebut. Kebanyakkan morbiditi dan mortaliti dari DM ini adalah disebabkan oleh kerusakan vaskular itu sendiri (Levene, 2003).Pada tahun 1992, lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita DM dan pada tahun 2000 jumlahnya meningkat menjadi 150 juta yang merupakan 6% dari populasi dewasa. Di Amerika Serikat jumlah penderita DM pada tahun 1980 mencapai 5,8 juta orang dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 13,8 juta orang. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Dengan prevalensi 8,4% dari total penduduk, diperkirakan pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap diabetes dan pada tahun 2030 prevalensi DM di Indonesia mencapai 21,3 juta orang (Wild, et al., 2004). Sedangkan hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas), diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan di daerah perdesaan, DM menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8% (Riskesdas, 2007).Salah satu tujuan utama terapi medis bagi pasien diabetes meliputi pengontrolan kadar glukosa darah dengan pemberian obat hipoglikemik oral atau pun agen antihiperglikemik dan insulin. Namun, penatalaksanaan tersebut memiliki efikasi terbatas dan memiliki efek samping yang tidak diinginkan.Alasan inilah yang menyebabkan ketertarikan pada penggunaan sumber alami yang berasal dari tumbuhan sebagai salah satu manajemen alternatif dalam menangani pasien DM.Terdapat banyak herba yang digunakan untuk mengobati DM. Penelitian membuktikan bahawa Catharanthus roseus (Nyantara), Azadirachta indica (Neem) dan Allium Sativum Linn(Garlic) merupakan tumbuhan tradisional yang digunakan untuk mengobati pelbagai penyakit, dan salah satunya adalah DM ( Mostofa M., et al., 2007 ). Sebagaimana telah kita ketahui, bawang putih merupakan bahan yang mudah di dapati dan sering digunakan dalam kehidupan seharian namun masih ramai yang belum mengetahui khasiatnya.Kegunaan bawang putih dan preparatnya meliputi efek kardiovaskular (lipid, tekanandarah, menurunkan Kadar Gula Darah (KGD) dan aktivitas fibrinolitik); mencegah kemo pada kanker; aktivitas antimikroba; aktivitas antifungal; aktivitas antiprotozoal dan aktivitas antioksidan serta aktivitas imunologik. Sejak tahun 1996, terdapat sekurang–kurangnya 1,808 studi saintifik ( kimia, farmakologi, klinis dan epidemiologi) yang mengkaji tentang aktifitas bawang putih. Studi farmakologi dan klinis menunjukkan efek antimikroba (252 farmakologi /35 klinis), efek anti kanker (221/2, di tambah dengan 10 studi epidemiologi), efek pada kadar gula darah (28/3), stimulasi imun(15/3), anti inflamasi (11/1), dan antioksidan (60/4). Dalam area efek kardiovaskular, studinya di pecahkan seperti berikut; kadar lemak dalam darah (179/62, ditambah 2 studi epidemiologi), tekanan darah (78/18), fibrinolisis, koagulasi, dan aliran darah (51/18), agregasi platelet (76/6), dan atherosklerosis (23/2) (American Botanical Council, 2000).Sheela dan Augusti (1992) membuktikan bahawa bawang putih (Allium Sativum Linnlinn)mengandungi ekstrak S-allyl cysteine sulphoxide (allicin), yaitu sejenis sulfur yang mengandungi asam amino yang dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes yang diinduksi Alloxan.Oleh hal yang demikian, berdasarkan prevalensi DM yang semakin meningkat dan faktor bawang putih yang mudah diperolehi di Indonesia serta efek bawang putih yang dapat mengobati pelbagai penyakit, peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih (Allium Sativum Linn) terhadap kadar glukosa dalam darah pada mencit diabetes yang diinduksi Alloxan.

Contoh Skripsi Kedokteran:Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum linn) terhadap Kadar Gula Darah pada Mencit Diabetes yang Diinduksi Alloxan

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.