Rabu, 18 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Analisis Kualitatif Kandungan Formalin dalam Tahu yang Dijual di Pasar-pasar Tradisional

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam makanan terutama makanan olahan merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi (Zuraidah, 2007).Sejak pertengahan abad ke-20, BTP khsnya bahan pengawet semakin sering digunakan dalam produksi pangan. Hal ini seiring dengan kemajuan teknologi produksi bahan tambahan pangan sintesis (Cahyadi, 2009). Yang dimaksud dengan Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat ataupun bentuk makanan, bisa memiliki nilai gizi tetapi bisa pula tidak. Adapun jenis-jenis BTP yaitu pengawet, pewarna, penyedap, pemanis, pemutih, pengental, dan lain-lain (Yuliarti, 2007). Akan tetapi, dalam praktek penggunaannya BTP sering tidak digunakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Ada dua permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan BTP ini. Pertama, produsen menggunakan BTP yang diizinkan pengunaannya tetapi digunakan melebihi dosis yang telah ditetapkan.Kedua, produsen menggunakan BTP yang dilarang penggunaannya untuk digunakan dalam makanan (Zuraidah, 2007).Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Repubrik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 tanggal 22 September 1988 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999 terdapat beberapa jenis bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya. Beberapa BTP yang dimaksud yaitu: asam borat dan senyawanya, asam salisilat dan garamnya, dietilpilokarbonat, dulsin, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dan formalin (Saparinto & Hidayati, 2006). Diantara BTP yang dilarang tersebut, yang paling sering digunakan adalah formalin dan boraks.Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10–40% dari formaldehida. Fungsi formalin yang sebenarnya adalah sebagai antiseptik, germisida, dan pengawet nonmakanan (Yuliarti, 2007). Akan tetapi, formalin digunakan secara luas di masyarakat pada berbagai bahan pangan untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan. Masyarakat pengguna formalin ini sebagian telah mengetahui fungsi formalin, tetapi tidak tahu dampak penggunaannya terhadap kesehatan (Zuraidah, 2007).Formalin merupakan zat kimia yang berbahaya terhadap kesehatan.Adapun dampak formalin terhadap kesehatan dapat berupa dampak akut maupun kronik. Efek jangka pendeknya antara lain berupa iritasi pada saluran pernapasan, muntah-muntah, pusing, dan rasa terbakar pada tenggorokan. Jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem snan saraf pusat, dan ginjal (Cahanar & Suhanda, 2006).Pada akhir tahun 2005, marak dikabarkan di media cetak dan elektronik bahwa ada zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti formaldehida (atau formalin), boraks (natrium tetraborat, mineral alam), pewarna tekstil, dan bahan kimia lainnya, digunakan dalam bahan pangan (Widmer & Frick, 2007).Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jakarta, ditemukan formalin digunakan sebagai pengawet pada sejumlah produk pangan seperti ikan asin, mi basah, dan tahu. Produk pangan berformalin itu dijual di sejumlah pasar dan supermarket di wilayah DKI Jakarta, Banten, Bogor, dan Bekasi. Dari hasil pengujian Balai Besar POM di Jakarta–pada November-Desember 2005– ditemukan 56 sampel dari 98 sampel produk pangan positif mengandung formalin (Cahanar & Suhanda, 2006).Perinciannya, dari 23 sampel mi basah, 15 sampel diantaranya tercemar formalin (65 persen). Sebanyak 46,3 persen dari 41 sampel beragam jenis tahu positif mengandung formalin. Dari 34 sampel aneka jenis ikan asin, 22 sampel diantaranya juga tercemar formalin (64,7 persen). Sampel ikan asin yang positif berformalin itu, antara lain, ikan asin sange belah, ikan cucut daging super dan jambal roti (Cahanar & Suhanda, 2006).

Contoh Skripsi Kedokteran:Analisis Kualitatif Kandungan Formalin dalam Tahu yang Dijual di Pasar-pasar Tradisional

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.