Rabu, 18 Februari 2015
Download Skripsi Kedokteran:Hubungan Skabies Dengan Kualitas Air
BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan manusia, tanpa air manusia tidak bisa hidup. Namun demikian air dapat menjadi malapetaka bilamana tidak tersedia dalam kondisi yang benar baik kuantitas maupun kualitasnya. Pertumbuhan penduduk dan kegiatan manusia menyebabkan pencemaran sehingga kualitas air yang baik dan memenuhi persyaratan tertentu sulit diperoleh (Raini, 2004).Air sumur adalah air yang berasal dari lapisan air tanah dangkal dari zona tidak jenuh, oleh karena itu dengan mudah kena kontaminasi melalui rembesan, sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas air. Dikhawatirkan akan terjadi penurunan kualitas air sumur akibat sanitasi yang buruk, seperti adanya rembesan air limbah rumahtangga, limbah kimia, laundry dan lainnya. (Marwati, 2008).Air PDAM adalah air yang diambil dari mata air atau sumber dan di kelola oleh suatu Perusahaan Daerah Air Minum yang mana air tersebut telah disterilkan dengan bahan kimia yang disebut khlor dan didistribusikan kepada masyarakat dan digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari termasuk sebagai sumber bahan baku air minum. Akan tetapi dalam kenyataannya pemakaian air PDAM tersebut tidak diiringi dengan usaha-usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan terhadap kualitas air sesuai dengan syarat kualitas air yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan ditinjau dari aspek fisika, kimia maupun ditinjau dari aspek bakteriologis. Penurunan kualitas dari PDAM selain disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat terhadap lingkungan juga disebabkan oleh adanya kepadatan jumlah penduduk yang mengakibatkan tingginya sumber pencemaran (Raini, 2004).Tercemarnya air tanah oleh bakteri dari logam dapat menurunkan kualitas air tanah terutama di daerah perkotaan. Oleh karena itu masyarakat perkotaan membutuhkan keberadaan PDAM untuk mencukupi kebutuhan air bersih yang layak untuk dikonsumsi (Raini, 2004).Air merupakan suatu sarana untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena air merupakan salah satu media dari bebagai macam penularan penyakit. Melalui penyediaan air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya disuatu daerah maka penyebaran penyakit menular diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Kurangnya air bersih, khsnya untuk menjaga kebersihan diri dapat menimbulkan berbagai penyakit kulit karena jamur, bakteri, termasuk juga penyakit skabies (Hartati, 2008).Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei varian hominis (Harahap, 2000). Penyakit ini dikenal juga dengan nama the itch, gudik, atau gatal agogo. Skabies ditemukan disemua negara dengan prevalensi yang bervariasi. (Handoko, 2008),.Skabies menular dengan dua cara yaitu secara kontak langsung dan tidak langsung. Kontak langsung terjadi ketika adanya kontak dengan kulit penderita misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Sedangkan kontak tidak langsung melalui benda yang telah dipakai oleh penderita seperti pakaian, handuk, bantal dan lain-lain. (Handoko, 2008). Hal lain yang dapat mempermudah penyebaran adalah keadaan penyediaan air bersih yang kurang jumlahnya. Oleh karenanya skabies banyak didapat juga sewaktu terjadi peperangan (Slamet, 2007) Skabies dapat di temukan di setiap negara dengan angka kejadian yang berbeda-beda. Dibeberapa negara yang sedang berkembang prevalensi skabies sekitar 6 % - 27 % populasi umum dan cenderung tinggi pada anak-anak serta remaja. Menurut Departemen Kesehatan RI prevalensi skabies di puskesmas diseluruh Indonesia pada tahun 1986 adalah4,6%-12,95% dan skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. Di Bagian Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM pada tahun 1988, dijumpai 704 kasus skabies yang merupakan 5,77% dari seluruh kasus baru. Di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2001 dujumpai 17 kasus skabies. (Tabri, 2004).Kondisi air dari sumber penyediaan air bersih berupa PDAM dan air sumur yang tidak jernih/keruh atau kualitas air yang tidak baik dimungkinkan dapat mempengaruhi terjadinya penyakit skabies apalagi jika disertai dengan higiene perorangan yang buruk (Slamet, 2007). Berdasarkan kondisi tersebut menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi peneliti untuk meneliti bagaimana hubungan kualitas air dengan timbulnya penyakit skabies.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar