Rabu, 18 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Tentang Tuberkulosis Paru dengan Keteraturan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Penderita Tuberkulosis Paru

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Infeksi ini paling sering mengenai paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya (Pedoman Nasional Penanggulangan TB, 2008). Penularan penyakit ini melalui perantaraan ludah atau dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis paru. Pada waktu penderita batuk, butir-butir air ludah beterbangan di udara dan terhisap oleh orang yang sehat dan masuk ke dalam paru-parunya yang kemudian menyebabkan penyakit tuberkulosis paru (Aditama, 1994).Menurut WHO (World Health Organization)(1993), tuberkulosis paru (TB paru) merupakan masalah kesehatan penting di dunia saat ini. Tuberkulosis paru telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Sekitar 8 juta penduduk dunia diserang tuberkulosis paru dengan angka kematian 3 juta pertahun. Menurut WHO (2006), Indonesia berada pada urutan ketiga di dunia setelah India dan China dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 dan jumlah kematian sekitar 101.000 pertahun. Sementara di Provinsi Sumatera Utara, angka penemuan kasus (case detection rate) diperkirakan sebesar 90%. Jadi masalah TB ini harus selalu dievaluasi untuk melihat keberhasilan pengobatan DOTS (Directly Observed Treatment Shourcourse) yang dianjurkan oleh WHO melalui pemantauan terhadap kasus-kasus baru (WHO, 2008).Menurut Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Sumut, tahun 2005 ditemukan 16.678 kasus penderita TB dan pada tahun 2006 menurun menjadi 13.401 penderita dengan angka kematian dua persen setiap tahun. Keberhasilan dalam pengobatan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain seperti lamanya waktu pengobatan, kepatuhan serta keteraturan penderita untuk berobat, daya tahan tubuh, serta faktor sosial ekonomi penderita yang tidak kalah pentingnya (Situmeang, 2004).Untuk itu kedisiplinan pasien dalam menjalankan pengobatan juga perlu diawasi oleh anggota keluarga terdekat yang tinggal serumah, yang setiap saat dapat mengingatkan penderita untuk minum obat. Apabila pengobatan terputus atau tidak tuntas, maka akan menyebabkan kuman kebal atau resisten terhadap obat dan akan muncul kuman yang lebih ganas, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan serta menghabiskan banyak biaya untuk pengobatannya (Aditama, 1994).Penelitian Tanjung, dkk (1995) dikecamatan Kotanopan, Tapanuli Selatan menunjukkan bahwa tingginya angka kesakitan, kekambuhan, dan kematian pada penderita TB paru disebabkan karena beberapa faktor, antara lain rendahnya penghasilan, pendidikan dan pengetahuan yang kurang, rendahnya kepatuhan berobat, tidak cocoknya paduan obat, resistensi obat, supervisi dan penyuluhan yang kurang dari petugas.Menurut Nukman (Permatasari, 2005), faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB paru adalah : 1) faktor sarana yang meliputi tersedianya obat yang cukup dan kontinyu, edukasi petugas kesehatan, dan pemberian OAT yang adekuat; 2) faktor penderita yang meliputi pengetahuan, kesadaran dan tekad untuk sembuh, dan kebersihan diri; 3) faktor keluarga dan lingkungan masyarakat.Berdasarkan uraian diatas, banyak faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan pengobatan. Hal ini menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi peneliti untuk meneliti pengaruh tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan penderita TB mengenai penyakit TB paru dengan keteratuan minum obat anti tuberkulosis.

Contoh Skripsi Kedokteran:Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Tentang Tuberkulosis Paru dengan Keteraturan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Penderita Tuberkulosis Paru

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.