Rabu, 18 Februari 2015
Download Skripsi Kedokteran:Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Perubahan Indeks Massa Tubuh Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. L atar B elakang Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki prevalensi tertinggi di dunia. Di Amerika Serikat, penyakit ginjal kronik merupakan penyebab kematian dengan urutan ke-9 dan memiliki perkembangan yang sangat pesat (Arora, 2010). Pada tahun 1990-2001 United States R enal Data System (USRDS) menyatakan adanya peningkatan penderita gagal ginjal kronik sebesar 104% (ibid.). Mengingat pentingnya peran ginjal dalam proses homeostasis tubuh maka penyakit ini perlu mendapat perhatian khs. Ginjal berfungsi vital dalam proses ekskresi zat-zat sisa tubuh serta mengatur volume dan konsentrasi cairan tubuh. Pada penyakit ini, penderita mengalami kerusakan ginjal yang signifikan; hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah lainnya seperti asidosis metabolik dan hipertensi. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, maka dilaksanakanlah r enal r eplacement ther apy untuk mengkompensasi fungsi ginjal yang berkurang. Salah satu r enal r eplacement ther apy yang paling sering dilaksanakan oleh penderita GGK adalah hemodialisis (HD). Pada akhir tahun 2004, sekitar 1.783.000 jiwa di seluruh dunia menjalani pengobatan E nd Stage R enal Disease (ESRD), 77% di antaranya menjalani dialisis dan 23% lainnya menjalani transplantasi ginjal (Grassmann, 2005). Prevalensi penderita ESRD pada seluruh Asia kecuali Jepang adalah 237.000 jiwa dengan 196.000 di antaranya menjalani dialisis (ibid.).Dengan 14% dari total pasien dialisis, dapat dikatakan bahwa prevalensi penderita ESRD yang menjalani terapi tersebut telah mencapai suatu jumlah yang signifikan.Proses HD harus dilakukan secara rutin dan berkala oleh pasien dengan frekuensi yang bervariasi tergantung dengan tingkat keparahan penyakit pasien dan juga gaya hidupnya. Pelaksanaan HD memiliki banyak efek samping dan komplikasi. Komplikasi utama HD adalah ketidaknyamanan pasien karena proses HD memakan waktu yang lama (3-5 jam) dan harus dilakukan secara rutin.Masalah lainnya dengan terapi ini adalah masalah finansial, mengingat biaya HD yang cukup mahal. Namun diluar masalah psikologis dan ekonomis tersebut ternyata masih terdapat banyak komplikasi medis yang cukup merugikan bagi penderita.Beberapa faktor telah terbukti berperan dalam menentukan prognosis penderita gagal ginjal kronik. Pada penderita gagal ginjal kronik, kemampuan selsel untuk mengambil glukosa menurun yang akhirnya mengakibatkan berkurangnya nutrisi yang diperoleh sel-sel tersebut. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada indeks massa tubuh (IMT) pada penderita dan tampak lebih signifikan bila penderita menjalani HD. (Liu & Chertow, 2008) IMT terbukti penting diperhatikan pada penderita penyakit ginjal kronik.Penderita dengan IMT yang rendah ternyata memiliki resiko mortalitas yang lebih besar dibanding dengan penderita dengan IMT yang tinggi. Salahudeen pada tahun 2003 menyatakan bahwa dari 1300 pasien yang diteliti dengan metode kohort, ditemukan bahwa mereka dengan IMT > 27,5 ternyata memiliki 12 month sur vival yang lebih baik daripada mereka dengan IMT normal (20 - 27,5) atau kurang (< 20).Berdasarkan hasil penelitian yang didapati di atas maka status IMT pada penderita yang menjalani HD penting untuk diketahui. Pada RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkmo) didapati hasil 55,55% mengalami peningkatan IMT, sedangkan 44,44% lainnya mengalami penurunan IMT (Junaidi, 2009).Mengingat keterbatasan waktu, dana, dan sumberdaya, maka penelitian difokuskan pada Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) sebagai rumah sakit rujukan utama di provinsi Sumatera Utara. Melalui penelitian ini diharapkan status IMT pada penderita-penderita gagal ginjal kronik yang menjalani HD pada RSUP HAM dapat diketahui dan dikaitkan dengan lamanya penderita tersebut telah menjalani HD.1.2. R umusan M asalah Apakah ada hubungan antara perubahan indeks massa tubuh penderita gagal ginjal kronik dan lama menjalani hemodialisis di RSUP HAM pada bulan Juli 2011? 1.3. T ujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan antara perubahan indeks massa tubuh penderita gagal ginjal kronik dengan lama menjalani hemodialisis di RSUP HAM pada bulan Juli 2011.1.3.2. Tujuan Khs 8. Untuk mengetahui lamanya menjalani hemodialisis penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP HAM pada bulan Juli 2011.9. Untuk mengetahui status IMT penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP HAM pada bulan Juli 2011.10. Untuk mengetahui status IMT penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berdasarkan penyakit yang mendasarinya di RSUP HAM pada bulan Juli 2011.1.4. M anfaat Penelitian 1.4.1. Bidang Akademik Hasil penelitian diharapkan dapat memperluas wawasan di bidang medis yang diteliti dan dapat menjadi acuan untuk penelitian-penelitian selanjutnya di bidang yang sama.1.4.2. Bidang Pelayanan Masyarakat Hasil penelitian dapat digunakan untuk pengembangan terapi hemodialisis agar angka mortalitas penderita gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis lebih rendah.1.4.3. Bidang Penelitian Hasil penelitian bermanfaat bagi peneliti untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penelitian dan pengetahuan dalam bidang yang diteliti.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar