Senin, 16 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Vitamin A di Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Helvetia

Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Vitamin A di Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Helvetia

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (esensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Depkes RI, 2005). Hasil kajian berbagai studi menyatakan bahwa vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia, karena zat gizi ini sangat penting dan konsumsi makanan kita cenderung belum mencukupi dan masih rendah sehingga harus dipenuhi dari luar. Pada anak balita akibat KVA (Kekurangan Vitamin A) akan meningkatkan kesakitan dan kematian, mudah terkena penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, pneumonia, dan akhirnya kematian. Akibat lain yang berdampak sangat serius dari KVA adalah buta senja dan manifestasi lain dari xeropthalmia termasuk kerusakan kornea dan kebutaan (Sidarta, 2008) Ibu yang sedang mengalami nifas yang cukup mendapat vitamin A akan meningkatkan kandungan vitamin A dalam air s ibu (ASI), sehingga bayi yang disi lebih kebal terhadap penyakit. Di samping itu kesehatan ibu lebih cepat pulih. Upaya perbaikan status vitamin A harus mulai sedini mungkin pada masa kanak-kanak terutama anak yang menderita KVA (Depkes RI, 2005). Vitamin A esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup. Di seluruh dunia (WHO, 1991), di antara anak-anak pra sekolah diperkirakan terdapat sebanyak 6-7 juta kasus baru xeropthalmia tiap tahun, kurang lebih 10% diantaranya menderita kerusakan kornea. Di antara yang menderita kerusakan kornea ini 60% meninggal dalam waktu satu tahun, sedangkan diantara yang hidup 25% menjadi buta dan 50-60% setengah buta. Diperkirakan pada satu waktu sebanyak 3 juta anak-anak buta karena kekurangan vitamin A, dan sebanyak 20-40 juta menderita kekurangan vitamin A pada tingkat lebih ringan. Perbedaan angka kematian antara anak yang kekurangan dan tidak kekurangan vitamin A kurang lebih sebesar 30% (Almatsier, 2003). Penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO) tahun 1992 menunjukkan dari 20 juta balita di Indonesia yang berumur enam bulan hingga lima tahun, setengahnya menderita kekurangan vitamin A. Sedangkan data WHO tahun 1995 menyebutkan Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan terhadap vitamin A tergolong rendah. WHO (2001) melaporkan bahwa setiap 1 menit, 12 orang anak di dunia menjadi buta, dan 4 di antaranya bermukim di Asia Tenggara (Arisman, 2005). Sementara studi yang dilakukan Nutrition and Health Surveillance System (NHSS), dan Departemen Kesehatan (2001) menunjukkan sekitar 50% anak Indonesia usia 12-23 bulan tidak mengkonsumsi vitamin A dengan cukup dari makanan sehari-hari. Pada tahun 1999, WHO dan IAPB (International Agency for the Prevention of Blindness) beserta dengan institusi kesehatan mata lainnya, menggalakan vision 2020, yang berisikan tentang harapan bangsa dan dunia untuk dapat menggalakan pencegahan kebutaan di tiap negara. Selama dua dekade itu diharapkan vision 2020 dapat menjadi harapan dunia untuk mencegah 100 juta orang untuk mendapatkan kebutaan (www.v2020.org Departemen Kesehatan sendiri gencar melakukan program penanggulangan kekurangan vitamin A sejak tahun 1970-an. Menurut catatan Depkes, tahun 1992 bahaya kebutaan akibat kekurangan vitamin A mampu diturunkan secara signifikan. Angka kejadian penyakit kekurangan vitamin A dan kebutaan sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vitamin A yang cukup dan dengan melakukan promosi-promosi melalui posyandu ataupun puskesmas. ). 1.2. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: "Bagaimanakah pengetahuan Ibu yang memiliki balita tentang Vitamin A di Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Helvetia Sumatera Utara Tahun 2010?" 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu tentang Vitamin A di Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Helvetia Sumatera Utara Tahun 2010. 1.3.2. Tujuan Khs 1. Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang pengertian vitamin A. 2. Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang manfaat vitamin A. 3. Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang akibat kekurangan vitamin A. 4. Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang jadwal pemberian vitamin A. 5. Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang makanan yang mengandung sumber vitamin A. 6. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang vitamin A sesuai dengan karakteristik usia dan jenis kelamin. 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi ibu-ibu di posyandu Sebagai bahan masukan untuk ikut berperan serta dalam kegiatan pelaksanaan pemberian vitamin A bagi bayi dan balita. 1.4.2 Bagi Puskesmas Perumnas Helvetia Sumatera Utara Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi puskesmas untuk dapat meningkatkan cakupan pemberian vitamin A. Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Vitamin A di Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas HelvetiaDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.