Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Psychological Well-Being yang Positif pada Janda Lansia Suku Batak Toba yang Tinggal dengan Anak (Anak Laki-laki)



BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Dewasa ini,
populasi manusia lanjut usia (selanjutnya disebut “lansia”)  diprediksikan akan semakin meningkat.
Berdasarkan data statistik tahun 2010,  jumlah
lansia di Indonesia sekitar 18 juta jiwa dan pada tahun 2030 diperkirakan  akan meningkat menjadi 80 juta jiwa
(Menkokesra). Data statistik tersebut  menunjukkan
bahwa beberapa tahun ke depan akan terjadi peledakan jumlah  lansia di Indonesia (BPS, dalam Sumarno2012).
 Craig (1996) membagi masa lansia ke dalam
empat dekade kehidupan  yaitu
young-old(60-69 tahun), middle- old (70-79tahun), old- old (80-89 tahun),  dan very old-old (90-99). Masa lansia pada
umumnya ditandai dengan terjadinya  penurunan
fungsi diri secara fisik, kognitif, serta psikososial. Selain itu, stressor  pada masa lansia juga akan bertambah sehingga
membuat setiap tindakannya  semakin
berisiko. Oleh karena itu, lansia dituntut untuk bertindak dengan lebih  selektif. Kondisi ini memunculkan pandangan
pada lansia bahwa mereka adalah  individu
yang lemah dan tidak berdaya. Pensiun pekerjaan dan kematian pasangan  hidup memperburuk keadaan seorang lansia
(Papalia, 2007).
 Kematian pasangan menjadi karakteristik utama
dalam hubungan keluarga  pada masa
lansia. Kematian pasangan pada umumnya menimbulkan kedukaan  mendalam bagi pasangan yang ditinggalkan.
Banyak lansia membutuhkan waktu  yang
panjang dalam menyesuaikan diri atas peran barunya baik sebagai janda   maupun duda (Lemme, 1995). Kematian pasangan
menjadi suatu peristiwa yang  paling
traumatik bagi seorang wanita (Matlin, 2008). Harapan hidup wanita yang  lebih tinggi menyebabkan kebanyakan wanita
dapat menjalani masa lansianya dan  berkesempatan
menjadi seorang janda (Papalia, 2007). Sebuah hasil penelitian  menunjukkan bahwa seorang wanita dengan status
janda memiliki well-being  yang rendah
hingga 8 tahun setelah kematian suaminya (Matlin, 2008).
 Tugas perkembangan akan membantu seorang janda
lansia mengetahui  apa yang terjadi dalam
dirinya dan tindakan yang harus dilakukannya. Pengaturan  kehidupan fisik yang memuaskan (selanjutnya
disebut living arrangement) adalah  salah
satu tugas perkembangan seorang lansia. Living arrangement berfungsi  untuk mengatur kembali kehidupan lansia dan
sebagai upaya untuk memenuhi  kebutuhan
dan keinginan seorang lansia yaitu dengan cara menentukan bersama  siapa akan melanjutkan kehidupannya (Hurlock,
2000).
 Seorang 
janda lansia  akan diperhadapkan
dengan tiga pilihan living  arrangement
antara lain: living alone dimana lansia memutuskan untuk tinggal  sendiri tanpa orang lain di rumahnya. Living
with adult children terjadi ketika  janda
lansia memutuskan untuk tinggal bersama anak yang sudah dewasa. Living  in institutionsdimana lansia tinggal di sebuah
institusi yang bukan keluarga dan  difasilitasi
dengan rumah perawatan. Bagi lansia yang sudah menjadi janda atau  duda pada umumnya living alone dan living with
adult children menjadi pilihan  yang
paling umum (Papalia, 2007).
 Penentuan living arrangement tidak terlepas
dari pengaruh budaya seorang  lansia
dalam hal ini janda lansia (Papalia, 2007). Kebudayaan yang berlaku akan   mengikat dan mengatur seseorang dalam
bermasyarakat (Koentjaraningrat, 2002).
 Masyarakat Batak Toba adalah subsuku bangsa
Batak yang memiliki nilai budaya  yang
turun-temurun dan menjadi aturan dalam bermasyarakat (Rajamarpodang,  1992).
 Prinsip keturunan patrilineal menjadi salah
satu aturan yang diberlakukan  masyarakat
Batak Toba (Rajamarpodang, 1992). Prinsip keturunan ini membuat  anak laki-laki (selanjutnya disebut “anak”)
mendominasi semua aspek kehidupan  seorang
Batak Toba (Vergouwen, 1964). Wanita atau ibu Batak Toba umumnya  menganggap anak sebagai sosok yang harus
bertanggung jawab dalam keluarga  layaknya
seorang suami yang bertanggung jawab 
pada istri dan keluarganya  (Rajamarpodang,
1992). Selain itu, kehidupan masyarakat Batak Toba juga tidak  terlepas dari nilai lainnya seperti tiga
tujuan hidup yaitu hamoraon, hasangapon,  dan hagabeon(Harahap dan Siahaan, 1987).
Contoh Skripsi Psikologi:Psychological Well-Being yang Positif pada Janda Lansia Suku Batak Toba yang Tinggal dengan Anak (Anak Laki-laki)Downloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.