Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Pengaruh Work-Family Conflict Terhadap Work Engagement Pada Pegawai Negeri Sipil



BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Karyawan
sebagai individu dalam sebuah organisasi merupakan bagian  terpenting dalam organisasi, karena memiliki
peranan besar dalam menentukan  keberhasilan
pencapaian tujuan organisasi. Fungsi dan peran karyawan  dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja,
produktivitas, maupun efektifitas  organisasi
melalui cara kerja efisien sehingga menghasilkan nilai tambah bagi  organisasi (Nawawi, 2000).
 Dalam lingkup instansi pemerintah pun,
karyawan atau SDM aparatur  yang
selanjutnya disebut Pegawai Negeri Sipil memiliki peranan penting dalam  birokrasi sebagai pelaksana utama tugas-tugas
pemerintahan.  Pegawai Negeri  Sipil merupakan salah satu organ penting bagi
keberlangsungan suatu negara  karena
fungsinya sebagai abdi negara dan masyarakat (Budiyanto, 2001).
 Pegawai Negeri Sipil adalah peletak dasar
pelaksana sistem pemerintahan,  seperti
yang dikemukakan oleh Poerwotosoediro (1998), bahwa keberadaan  Pegawai Negeri Sipil pada hakekatnya adalah
sebagai tulang punggung  pemerintah dalam
melaksanakan pembangunan nasional.  Oleh
karena itu  Pegawai Negeri Sipil harus
mampu menggerakkan serta melancarkan tugas-tugas  pemerintahan dalam pembangunan, termasuk di
dalamnya melayani masyarakat.
 Pendapat tersebut dikuatkan oleh Nawawi
(2000)  yang menyatakan bahwa  Pegawai Negeri Sipil adalah mereka yang telah
memiliki syarat-syarat yang telah   ditentukan
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat oleh  pejabat yang berwenang, serta diserahi tugas
dalam jabatan negeri. Sesuai dengan  fungsi
utamanya sebagai pelaksana utama pemerintahan negeri ini, maka para  Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk memiliki
berkomitmen tinggi dan memiliki disiplin waktu yang tinggi. Hal ini tentu saja
merupakan tantangan yang harus  dijawab
oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil di negeri ini. Bukan hanya di jajaran  puncak saja, tetapi juga pada seluruh staf
sampai tingkat terendah. Hal ini  didasarkan
pada satu pemikiran bahwa bagaimanapun juga tidak dapat dipungkiri  meski bukan satu-satunya faktor penentu, maju
mundurnya negeri ini tergantung  pada
kinerja instansi pemerintahan, dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil itu sendiri (Poerwotosoediro,
1998).
 Sebagaimana dikemukakan oleh Poerwotosoediro
(1998), bahwa  kedudukan dan peran PNS
pada setiap negara adalah penting dan menentukan  karena merupakan aparatur pelaksana dan
penyelenggara pemerintahan serta  memiliki
fungsi menjaga kelancaran pembangunan dalam rangka mencapai  tujuan dan cita-cita nasional, yaitu
masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur  (bkn.go.id, 2008).
 Untuk menjalankan fungsinya ini,
pemerintahan  sangat membutuhkan  pegawai yang proaktif, berinisiatif tinggi,
bertanggung jawab, dan berkomitmen  pada
pekerjaannya. Namun saat sekarang ini, banyak keluhan yang datang dari  masyarakat tentang kinerja Pegawai Negeri
Sipil, yang menunjukkan masih  adanya
berbagai keterbatasan yang dipunyai oleh Pegawai Negeri Sipil terutama  menyangkut masalah yang berhubungan dengan
pelayanan para aparatur   pemerintah
(Budiyanto, 2001). Fenomena yang terjadi saat ini seperti yang sering  diberitakan di media cetak maupun elektronik
yaitu banyaknya PNS yang tidak  berkualitas
terlihat dari banyaknya PNS yang kurang memiliki kemauan sendiri  untuk bekerja dengan baik. Para PNS tersebut
tidak mengerjakan tugas yang  seharusnya
menjadi kewajiban mereka dengan baik dan sungguh-sungguh. Begitu  juga dengan tindakan-tindakan tidak disiplin
yang masih sering dilakukan oleh  PNS
seperti datang terlambat, pulang cepat (tidak sesuai dengan jam kerja) dan  tidak masuk kerja (harianterbit.com, 2012).
Hal ini diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan oleh Political and Economic
Risk Consultancy pada tahun 2013,  dimana
kinerja PNS yang berada di Indonesia menempati urutan yang terburuk  se-Asia setelah India (asiarisk.com, 2013).
 Keadaan ini sering dihadapi berbagai
organisasi dimana produktifitas  pegawainya
rendah yang dilatarbelakangi oleh kurangnya keterikatan pegawai  terhadap pekerjaannya atau  engagement 
karyawan yang rendah terhadap  pekerjaannya
(Albrecht, 2010). Karyawan yang engaged adalah karyawan yang  memaknai serta berkontribusi terhadap
pekerjaannya dan mengerjakan pekerjaan  dengan
mencurahkan segenap energi fisik, kognitif, dan emosinya (Kahn, 1990;  Kular, Gatenby, Rees, Soane, & Truss,
2008). Perilaku engagement yang paling  terlihat
jelas adalah usaha yang dilakukan karyawan, seperti bekerja keras,  berusaha, terlibat penuh pada pekerjaan dan
fokus pada apa yang mereka  kerjakan
dengan mengerahkan segenap energinya (Schaufeli & Bakker, 2003).
Contoh Skripsi Psikologi:Pengaruh Work-Family Conflict Terhadap Work Engagement Pada Pegawai Negeri SipilDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.