Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female Transgender



BAB I  PENDAHULUAN  
A. LATAR BELAKANG MASALAH   Pada
umumnya,  cinta  merupakan 
kebutuhan  mendasar  setiap 
individu.
Individu  membutuhkan 
cinta  di  setiap  rentang 
kehidupannya.  Menurut  Horney  (dalam 
Hall,  Loehlin  & 
Manosevitz,  1985),  semenjak 
lahir  setiap  orang 
sudah  membutuhkan cinta, dan jika
cinta ini tercukupi, maka pada masa dewasa individu  tersebut akan dapat bertahan pada situasi yang
sulit. Pada masa awal kehidupan,  cinta  yang 
diperoleh  individu  biasanya 
dari  orang-orang  terdekat 
misalnya  ibu,  tetapi 
ketika  beranjak  dewasa, 
cinta  ini  diperoleh 
dari  orang-orang  dalam  pergaulannya  misalnya 
pasangan  (Erickson  dalam 
Papalia,  Olds  & 
Feldman,  2001).
 Erickson (dalam Papalia, Olds & Feldman,
2001), menjelaskan pada masa  dewasa  muda, 
individu  berada  pada 
tahapan  keintiman  melawan 
isolasi,  artinya  seorang 
individu  dewasa  harus 
menemukan  pasangan  agar 
bisa  melakukan  kegiatan intim, bukan hanya intim secara
seksual, tapi juga intim dalam berbagi  sumber
daya ekonomi, kegiatan rutin, tanggung jawab, dan tujuan masa depan.
 Pada 
masa  dewasa,  kebutuhan 
akan  cinta  dari 
pasangan  didapatkan  melalui 
hubungan  romantis.  Hubungan 
romantis  atau  berpacaran 
merupakan  proses  dimana 
ada  dua  orang 
bertemu  dan  beraktivitas 
bersama  untuk  saling  mengenal satu sama lain dimana salah satu
fungsinya adalah sebagai tempat para  pasangan
untuk melakukan peran gender (DeGennova, 2008).
 2   Pada dasarnya 
terdapat  dua  peran 
gender,  maskulin  dan 
feminim.
Meskipun demikian, tidak semua
orang memiliki gender  yang kongruen  dengan  seks orang tersebut. (Lahey, 2007).
Orang-orang ini biasanya disebut transgender,  dan 
terdapat  dua  jenis 
transgender  yang  dikenal, 
yaitu Female  to  Male (FtM)  transgender, dan Male to Female(MtF)
Transgender (IOM,2011). Di Indonesia,  biasanya
Male to Female (MtF) transgender disebut waria. Menurut Departemen  Kesehatan, diperkirakan terdapat sekitar
20.960 hingga 35.300 waria di Indonesia  pada
tahun 2006 (STBP, 2007).
Male  to 
Female  Transgender merupakan  pria 
yang  memiliki  identitas  gender layaknya seorang wanita (Nadia, 2005).
Male to female transgendertidak  muncul
begitu saja, melainkan melalui proses yang panjang dimana ada dorongan  dalam 
dirinya  yang  meyakini 
bahwa  dia  terjebak 
dalam  tubuh  yang 
salah  (Koeswinarno,  2004).  
Cass  (dalam  Baker 
2007)  juga  mengungkapkan 
bahwa  seperti  halnya 
homoseksual,  kaum Male  to 
female  transgender melewati  tahaptahap 
yang  panjang  sebelum 
akhirnya  meyakini  bahwa 
dirinya  adalah  seorang  male to female transgender. Setelah yakin,
beberapa male to female transgender ini kemudian melakukan coming out.
 Banyak 
faktor  yang  kemudian 
menyebabkan  individu  untuk 
mejadi  seorang  male 
to  female  transgender. 
Nevid,  Ratus,  dan 
Greene  (1994)  menyebutkan 
bahwa  faktor  biologis 
seperti  hormon,  faktor 
behavioristik  yang  berkaitan dengan penguatan yang salah yang
diberikan oleh keluarga atau orang  lain  mengenai 
identitas  gender,  serta 
faktor  sosiokultural  seperti 
budaya  yang   3  berlaku
mempengaruhi perubahan identitas gender seorang pria sampai akhirnya  dia menjadi male to female transgender.
“kalo  dari 
kecil  aku  udah 
biasa,  maksudnya  gini 
aku  udah  senang  peralatan 
perempuan  sejak  kecil 
make-up  gitu,  dan  orangtua,  abangabangku 
juga  mendukung…  keluarga 
dukung,  tidak  pernah 
terjadi  kekerasan  atau 
penekanan-penekanan  ga  pernah… 
masa  kecil  aku 
waktu  aku TK, kelas 1-2 SD yang
benar-benar aku itu pure perempuan, rambut  panjang 
pake  baju  cewek 
dan  itu  ke 
sekolah…..orangtuaku  menganggap  aku adalah perempuan dan seperti itulah yang
diajarkan, justru kalau aku  main  bermain 
mainan  laki-laki  itu 
dibilang  jangan  itu 
mainan  laki-laki  gitu.” (Komunikasi Personal, 25 Juni 2013)  Secara orientasi seksual, seorang transgender
bisa saja merupakan seorang  heteroseksual,
homoseksual, bahkan biseksual (IOM, 2011). Pada seorang male  to 
female  transgender yang  merasa 
di  dalam  tubuhnya 
adalah  jiwa  seorang  perempuan, 
mereka  tidak  membatasi 
ketertarikan  seksual  hanya 
pada  pria  saja.
Contoh Skripsi Psikologi:Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female TransgenderDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.