Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Gambaran Kepuasan Pernikahan pada Pasangan yang Menikah dengan Pariban dalam Suku Batak



BAB 1  PENDAHULUAN  
A.  Latar Belakang Masalah  Setiap manusia mengalami banyak transisi dalam
kehidupannya. Menurut  Santrock (1995)
masa dewasa awal ditandai dengan adanya transisi secara fisik,  transisi 
secara  intelektual  dan 
transisi  peran  sosial. 
Dariyo  (2003) mengatakan  bahwa masa transisi peran sosial menuntut
individu untuk segera menikah, agar  dapat
membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga yang baru.
Menikah  dan 
membina  kehidupan  rumah 
tangga  merupakan  salah 
satu  aktivitas sentral dari
manusia yang bertujuan untuk memperoleh suatu kehidupan  yang bahagia. Menikah juga merupakan saat yang
penting bagi siklus kehidupan  manusia.  Menurut 
Duvall  &  Miller 
(1985)  Pernikahan  adalah 
suatu  bentuk  hubungan 
antara  laki-laki  dan 
perempuan  yang  meliputi 
hubungan  seksual,  legitimasi 
untuk  memiliki  keturunan 
(memiliki  anak),  dan 
penetapan  kewajiban  yang dimiliki oleh masing-masing pasangan.

Proses  menuju 
jenjang  pernikahan  biasanya 
dilakukan  dengan  berbagai  cara. Secara sejarah dan lintas kultur, cara
paling umum memilih pasangan adalah  melalui  perjodohan, 
baik  oleh  orang 
tua  maupun  „mak 
comblang  professional.

Terkadang  perjodohan 
terjadi  di  masa 
kanak-kanak.  Pengantin  pria 
dan  wanita  akan bertemu pada hari pernikahan (Papalia,
Olds, & Feldman, 2008).
 
Cara  lain  menuju 
jenjang  pernikahan  adalah 
melalui  pacaran.  Pacaran  merupakan 
proses  awal  menuju 
pernikahan  atau  dengan 
kata  lain  pacaran  merupakan sarana dalam memilih pasangan yang
cocok untuk dijadikan pasangan  hidup
(Benokraitis, 1996). Menurut DeGenova (2008) pacaran merupakan proses  menjalankan 
suatu  hubungan  dimana 
dua  orang  bertemu 
dan  melakukan  serangkaian 
aktivitas  untuk  mengenal 
satu  sama  lain, 
mempelajari  pasangan,  bersosialisasi 
dengan  pasangan,  dan 
memilih  pasangan  dengan 
pilihan  mutual.
Proses pacaran biasanya dilakukan
sebagai dasar pernikahan.
Di Indonesia biasanya pacaran
merupakan salah satu cara yang dilakukan  masyarakat 
dalam  memilih  pasangan 
hidup.  Namun  ada 
beberapa  budaya  yang  masih
memegang teguh  adat mengenai pernikahan
tanpa melalui proses pacaran  melainkan  dengan 
cara  dijodohkan.  Pernikahan 
tanpa  melalui  proses 
pacaran  biasanya  terjadi 
karena  kesepakatan  untuk 
menikah  diatur  oleh 
orang  tua  atau  orang  lain, 
yaitu  dengan  jalan 
dijodohkan.  Perrnikahan  yang 
terjadi  tanpa  didahului 
dengan  pacaran  biasanya 
dilakukan  karena  alasan 
latar  belakang  budaya. 
Salah  satu  budaya 
yang  menganut  paham 
perjodohan  adalah  Budaya  Batak (Nasution, 2005). Berdasarkan hasil
pengamatan peneliti di lapangan bahwa  perjodohan
dalam Budaya Batak masih banyak terjadi.
Budaya  Batak 
adalah  budaya  yang 
menganut  paham  patrilineal 
yaitu  mengikuti  garis 
keturunan  ayah.  Garis 
keturunan  yang  bersifat 
patrilineal  turut  menentukan 
dengan  siapa  seseorang 
boleh  menikah  dan 
tidak  boleh  menikah.
Menurut  Duvall 
dan  Miller  (1985) 
ada  dua  konsep 
utama  dalam  pemilihan  pasangan 
yaitu  secara  eksogami 
dan  endogami.  Budaya 
Batak  biasanya    menerapkan 
sistem  eksogami.  Sistem 
eksogami  artinya  pernikahan 
dilakukan  di  luar klan atau marga (Tambunan, 1982). Sistem
eksogami juga turut menentukan  seorang
pemuda/pemudi Batak dalam memilih pasangan.
Pernikahan  dalam 
Budaya  Batak  ada 
beberapa  macam,  yaitu 
pernikahan  pariban,  pernikahan 
gancih  abu,  pernikahan 
lako  man.  Tradisi 
pernikahan  yang  paling 
umum  dilakukan  biasanya 
pernikahan  antar  keluarga. 
Pernikahan  antar  keluarga 
dalam  Budaya  Batak 
sering  disebut  pernikahan 
dengan  pariban.
Pernikahan  dengan 
pariban  adalah  pernikahan 
dimana  seorang  pemuda  mengambil 
anak  tulang  (paman, 
saudara  laki-laki  dari 
ibu)  untuk  dijadikan 
istri  atau  seorang 
perempuan  menikah  dengan 
anak  Bouk (tante,  saudari 
perempuan  ayah) (Nasution, 2005).
Pernikahan pariban merupakan
pernikahan ideal bagi orang Batak karena  mampu 
mewujudkan  semakin  kuatnya 
kesatuan  dan  aliran 
cinta  kasih  dalam  pihak  saudara 
ibu  dan  saudari 
ayah  (Tambunan,  1982). Hal 
ini  dipertegas  oleh  hasil
penelitian yang dilakukan  Fessler (2007)
mengenai pernikahan antar impal  (pariban)
pada Suku Batak Karo yang menyatakan bahwa pernikahan antar impal  adalah 
pernikahan  yang  ideal 
karena  bisa  meningkatkan 
kekerabatan  dan  mempertahankan status ritual.
Contoh Skripsi Psikologi:Gambaran Kepuasan Pernikahan pada Pasangan yang Menikah dengan Pariban dalam Suku BatakDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.