Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Stres Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Kanwil Kementrian Agama



BAB I  PENDAHULUAN
 A. 
LATAR BELAKANG MASALAH Persaingan 
yang  semakin  tajam 
sebagai  dampak  globalisasi 
dan  perkembangan  ilmu 
dan  teknologi  (IPTEK) 
mengharuskan  suatu  organisasi  melakukan usaha peningkatan mutu dan
menciptakan keunggulan kompetitif yang  bisa  menjamin 
kelangsungan  hidup  sumber 
daya  manusia  dan 
perkembangan  organisasi.
Globalisasi  adalah 
sesuatu  yang  tidak 
dapat  dihindari  dan 
memberikan  dampak terhadap semua
aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan organisasi.
Dengan  adanya 
perubahan  pada  lingkungan 
organisasi,  maka  hal 
tersebut  akan  memberikan dampak kepada sumber daya manusia
suatu organisasi (Kendall,  et  al, 
2000).  Dampak  tersebut 
harus  menjadi  perhatian 
suatu  organisasi  karena  sumber 
daya  manusia  merupakan aset  yang 
penting  bagi  suatu 
organisasi  untuk  mencapai tujuan organisasi (Nawawi, 2006).
Pesatnya perkembangan ilmu dan
teknologi di bidang industri membawa  dampak  pada 
masyarakat  secara  umum, 
termasuk  pada  pegawai 
yang  terlibat  dalam organisasi. Akibatnya, pegawai memiliki
tuntutan yang lebih tinggi untuk  lebih  meningkatkan 
kinerjanya.  Ketika  individu 
yang  tidak  dapat 
menyesuaikan  diri  dengan 
perkembangan  tersebut,  maka 
akan  mudah  mengalami 
stres  (Ie,  2004).
Pada dasarnya setiap orang  bisa mempunyai stres  yang berkaitan dengan  pekerjaan 
mereka  (Luthans,  1998). Siapa 
saja  bisa  mengalami 
stres  di  tempat   kerja, 
termasuk  pegawai  negeri 
sipil  (PNS).  Pegawai 
Negeri  Sipil  (PNS)  merupakan  salah 
satu  sumber  daya 
manusia  sebagai  pelaksana 
sistem  pemerintahan  di 
Indonesia.  Pegawai  Negeri 
Sipil  pada  dasarnya 
adalah  sebagai  tulang 
punggung  pemerintah.  Pegawai 
Negeri  Sipil  (PNS) 
berperan  sebagai  penghubung 
antara  negara  dengan 
rakyat  (Musanef,  1986). 
Oleh  karena  itu  Pegawai  Negeri 
Sipil  (PNS)  dituntut 
untuk  mampu  beradaptasi 
terhadap  perubahan lingkungan
agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
Pada  lingkungan 
kerja,  seringkali  dijumpai 
individu  atau  kelompok  individu 
yang  bekerja  sebagai 
pegawai  negeri  sipil 
(PNS)  baik  secara 
langsung  maupun tidak langsung,
tidak menunjukkan ciri-ciri yang sesuai dengan tuntutan  lingkungan 
tersebut. Berdasarkan  survei  yang 
dilakukan  oleh  Political 
and  Economic  Risk 
Consultancy pada  tahun  2013, 
dimana  kinerja  Pegawai 
Negeri  Sipil  yang 
berada  di  Indonesia 
menempati  urutan  yang 
terburuk  se-Asia  setelah  India (asiarisk.com, 2013).
Hasil survey yang menunjukkan
bahwa PNS Indonesia memiliki kualitas  buruk
bisa jadi disebabkan oleh adanya benturan-benturan, ketegangan, tekanan  atau 
penyesuaian  dirinya  yang 
kurang  harmonis  dengan 
lingkungan  yang  pada  akhirnya  menimbulkan 
stres.  Sejalan  dengan 
pendapat  Sarafino  (1994) 
yang  mengatakan bahwa stres
terjadi ketika individu berhubungan dengan lingkungan  dan 
merasakan  ketidaksesuaian  antara 
tuntutan  sosial  dengan 
sumber  daya  biologis, fisiologis, dan sosial yang
dimilikinya.
Fenomena  yang 
banyak  dijumpai  saat 
ini  adalah  banyaknya 
PNS  yang  tidak 
bekerja  dengan  baik. 
Banyak  pelanggaran  yang 
dilakukan  oleh  PNS 
yang   sering terlihat seperti
tidak masuk kerja, datang terlambat, pekerjaan yang tidak  diselesaikan dengan baik, dan pelanggaran
lainnya (Harianterbit.com, 2013).
Adanya  pelanggaran 
yang  dilakukan  oleh 
PNS  tersebut  bisa 
jadi  disebabkan adanya  stres 
kerja  yang  dialami 
pegawai.  Karena  menurut 
Behr  dan  Newman 
(dalam  Rice,  1992), 
ketika  seseorang  mengalami 
stres  kerja  maka  seseorang  akan 
menunjukkan  gejala  perilaku 
seperti  menunda  pekerjaan,  menghindari pekerjaan, peningkatan absensi,
dan sebagainya.
Salah  satu 
instansi  pemerintah  yaitu 
Kanwil  Kementrian  Agama  (Kemenag)
 pada prinsipnya berpijak pada prinsip
mewujudkan masyarakat  Indonesia  yang 
taat  beragama,  rukun, 
cerdas,  mandiri,  dan 
sejahtera  lahir  batin  (kemenag.go.id,  2013). 
Maka  dengan  demikian 
Kanwil  Kementrian  Agama  (Kemenag)  sangat 
memperhatikan  bagaimana  perkembangan 
lingkungan  organisasi.
Berdasarkan  hasil 
wawancara  dengan  salah 
satu  pegawai  di 
Kanwil  Kementrian  Agama 
(Kemenag)  ,  dapat 
dikatakan  bahwa  sebagian 
besar  stres yang terjadi di
Kanwil Kementrian Agama (Kemenag)  adalah
adanya  beban  tugas 
yang  harus  dilakukan 
oleh  masing-masing  individu. 
Hal  tersebut  dikarenakan banyaknya tugas-tugas pokok
organisasi, salah satunya apabila sudah  memasuki
akhir tahun dalam penynan laporan pertanggung jawaban kegiatan  keuangan, 
pendataan  pernikahan  masyarakat, 
pelaksanaan  haji  setiap 
tahun,  penynan kurikulum
pendidikan, dan sebagainya.
Contoh Skripsi Psikologi:Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Stres Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Kanwil Kementrian AgamaDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.