BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Bayam (Amaranthus
L.) merupakan genus
dari berbagai spesies
bayam diantaranya bayam
(Amaranthus hybridus L.),
bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dan bayam
duri (Amaranthus spinosus
L.) (Sunarjono, 2009).
Tanaman
ini merupakan sayuran
yang telah lama
dikenal dan di budidayakan secara
luas oleh petani
di seluruh wilayah
Indonesia, bahkan di
negara lain.
Tanaman
ini terdiri dari
beberapa spesies dan
varietas, baik yang
telah di budidayakan maupun
masih merupakan tanaman
liar. Di Indonesia
hanya dikenal dua
spesies bayam budi
daya yaitu Amaranthus
tricolor L. dan Amaranthus hybridus
L. Di luar
spesies bayam tersebut
merupakan bayam liar (Bandini dan Nurudin , 2001).
Bagian
bayam yang bermanfaat
adalah daun. Pada
daun bayam terdapat cukup
banyak kandungan protein,
kalsium, zat besi
dan vitami n yang
di butuhkan oleh manusia,
terutama bagi anak- anak dan ibu
yang sedang hamil. Zat besi
yang terdapat di daun bayam dapat
mencegah penyakit anemia
atau kurang darah dan memperkuat tulang
dan gigi (Bandini dan Nurudin , 2001).
Tubuh
tidak mampu mensintesa
mineral sehingga unsur- unsur
mineral ini harus
di sediakan lewat makanan
(Budianto, 2009). Mineral
mikro terdapat dalam
jumlah yang sangat
kecil di dalam
tubuh, namun mempunyai
fungsi essensial untuk
kehidupan, kesehatan dan
reproduksi. Besi merupakan
mineral mikro yang
paling banyak terdapat
dalam tubuh manusia,
yaitu sebanyak 3 - 5 gram di
dalam tubuh manusia
dewasa. Mineral besi
yang terikat dengan hemoglobin mempunyai
beberapa fungsi essensial
di dalam tubuh
: sebagai alat angkut oksigen
dari paru- paru ke
jaringan tubuh, alat
angkut elektron di
dalam sel dan sebagai unsur Fe merupakan bagian terpenting dari reaksi enzim di
dalam jaringan tubuh
(Almatsier, 2004).
Berdasarkan
informasi yang di peroleh
dari masyarakat, kandungan
besi yang terdapat
dalam bayam merah
lebih banyak dari
bayam karena bayam tersebut berwarna
merah, sehingga mereka
menganggap bahwa bayam
merah dapat menambah
darah karena warna
merah tersebut yang
seperti darah. Tetapi m enurut
literatur yang mengandung
besi lebih banyak
adalah bayam diban dingkan
bayam merah, sedangkan
pada bayam duri
belum di ketahui .
Perbedaan
kandungan besi pada
bayam disebabkan oleh
kandungan klorofil yang
terdapat dalam daun bayam tersebut
(Rosmarkam dan Yuwono, 2002).
Besi
berfungsi sebagai kofaktor
dalam pembentukan klorofil,
protein dan berperan
dalam perkembangan kloroplas
dengan cara mengaktifkan
enzim sitokrom, katalase,
peroksidase sehingga ada
kolerasi antara ketersediaan
besi dengan kadar
klorof il dalam tanaman.
Kekurangan besi menyebabkan terhambatnya
pembentukan klorofil , sehingga
produksi klorofil berkurang (Rosmarkam dan Yuwono,
2002).
Analisi s
kuantitat if besi dapat
di lakukan secara Spektrofotometri sinar tampak, Gravimetri,
Kompleksometri dan Spektrofotometri serapan
atom .
Dalam
penelitian i ni di gunakan
Spektrofotometri Serapan Atom ,
pemilihan ini di dasarkan
pada ketelitian alat,
kecepatan analisis, tidak
memerlukan pemisahan pendahuluan,
dan dapat menetukan
kadar suatu unsur
dengan konsentrasi yang rendah
(K hopkar, 2008). Berdasarkan
hal tersebut, peneliti
melakukan penelitian terhadap
perbedaan kandungan besi
pada tiga spesies
bayam yang terdapat
di Indonesia.
Contoh Skripsi Pharmacology:Studi Perbandingan Kandungan Besi Pada Beberapa Spesies Bayam Secara Spektrofotometri Serapan atomDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
0 komentar:
Posting Komentar