Senin, 08 Desember 2014

Download Skripsi Kedokteran:Hubungan derajat gagal jantung kronis dengan derajat anemia pada

BAB PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Menurut National Heart Lung and Blood Instituteinsidensi penyakit gagal jantung semakin meningkat setiap tahun dan rata-rata 5 juta penduduk United States menderita gagal jantung. Penyakit gagal jantung adalah punca hospitalisasi yang utama dikalangan pasien U.S yang berumur lebih daripada 65 tahun dan menyebabkan lebih kurang 300,000 kematian dalam setahun (Goldberg, 2010). Pembaruan 2010 dari American Heart Association (AHA) memperkirakan bahwa terdapat 5,8 juta orang dengan gagal jantung di Amerika Serikat pada tahun 2006 dan juga terdapat 23 juta orang dengan gagal jantung di seluruh dunia (Ramachandran, 2010). Prognosis dari gagal jantung akan jelek bila dasar atau penyebabnya tidak dapat diperbaiki. Seperdua dari pasien gagal jantung akan meninggal dunia dalam 4 tahun sejak diagnosis ditegakkan dan pada keadaan gagal jantung berat lebih dari 50 % akan meninggal pada tahun pertama(Maggioni, 2005). WHO memperkirakan 15 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun, sama dengan 30 persen total kematian di dunia (National Cardiovascular Centre, 2009). Menurut Braunwald, gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologis adanya kelainan fungsi jantung berakibat jantung gagal memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian ventrikel kiri (Branch et al, 2000). Anemia adalah salah satu komplikasi yang umum pada pasien dengan gagal jantung kronis dengan kejadian berkisar antara 4% sampai 55% tergantung pada populasi. Beberapa studi telah menyoroti bahwa prevalensi anemia meningkat dengan memburuknya gagal jantung seperti tercermin dari klasifikasi New York Heart Association (NYHA) (Sandhu et al,2010). Donald, 2009 juga menemukan bahwa anemia memang sangat umum pada gagal jantung kongestif dan dikaitkan dengan keparahan, gagal jantung yang resisten terhadap pengobatan. Menurut Lindenfeld, 2004, prevalensi anemia meningkat dengan meningkatnya tingkat keparahan gagal jantung, penurunan fungsi ginjal dan bertambahnya usia. Dari hasil penelitian Tanner H&dkk, 2002 dalam prevalensi anemia pada gagal jantung adalah 15% dan berhubungan dengan NYHA kelas. Kadar Hemoglobin (Hb) adalah serupa dalam semua empat kelas NYHA tetapi ada lebih pasien secara signifikan dengan anemia pada NYHA kelas III dan IV (19%) dibandingkan dengan kelas I dan II (8%, P<0,05). Anemia dapat menyebabkan atau memperburuk gagal jantung kronis dan penyakit ginjal kronis, gagal jantung kronis dapat menyebabkan atau memperburuk anemia dan penyakit ginjal kronis, dan penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan atau memperburuk baik anemia dan gagal jantung kronis. Interaksi ini dipanggil antara tiga kondisi sindrom anemia kardiorenal. Implikasi dari interaksi ini adalah bahwa manajemen yang memadai dari gagal jantung kronis dan anemia akan mencegah perkembangan dari kedua gagal jantung kronis dan penyakit ginjal kronis (Donald, 2009). Frekuensi anemia pada gagal jantung kronis stabil diperlakukan baru-baru ini menerima studi yang rinci.Sebuah laporan dari Israel menglkan prevalensi anemia (didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin <12.0 g/dl) bervariasi dari 9,1% pasien di NYHA I hingga 79,1% dari pasien dengan gejala kelas NYHA IV (Coats, 2004). Walaubagaimanapun variabilitas dalam hemoglobin(Hb) dari waktu ke waktu pada pasien gagal jantung kronis dan konsekuensi prognosis perubahan Hb belum dijelaskan (Anand et al, 2004). Jadi berdasarkan paparan diatas, dapat diketahui bahwa pasien gagal jantung kronis yang berpanjangan akan mengalami anemia. Namun tidak pasti bahawa anemia akan timbul pada derajat NYHA yang mana dalam gagal jantung kronis. Jadi hal ini dapat ditangani dengan pengobatan yang sewajarnya dan mencegah anemia pada pasien gagal jantung kronis. 1.2 RUMUSAN MASALAH Pada saat ini jumlah morbiditas disebabkan gagal jantung kronis semakin meningkat dan anemia dapat menyebabkan keparahan gagal jantung kronis. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Hubungan derajat gagal jantung kronis dengan derajat anemia di RSUP Haji Adam Malik . ” 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3.1 TUJUAN UMUM Mengetahui hubungan derajat gagal jantung kronis dengan derajat anemia. 1.3.2 TUJUAN KHS Yang menjadi tujuan khs dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui jumlah pasien gagal jantung kronis dengan golongan umur 18-65 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, . . 2. Untuk mengetahui derajat pasien gagal jantung kronis di RSUPH. Adam Malik, . . 3. Untuk mengetahui derajat gagal jantung kronis yang mempunyai prevalensi anemia tertinggi dan derajat anemianya di RSUPH.Adam Malik, . . 1.4 MANFAAT Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk : 1. Bagi masyarakat – Mengetahui hubungan anemia dengan derajat gagal jantung kronis supaya dapat mengambil tindakan pencegahan sejak awal lagi. 2. Bagi institusi kesehatan / pendidikan - Sebagai masukan kepada Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, . untuk mengurangkan anemia pada pasien gagal jantung kronis sehingga dapat merencanakan suatu strategi pelayanan kesehatan yang dapat mengobati serta mencegah terjadinya kasus ini. 3. Bagi peneliti – Dapat mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian serta mengasah kemampuan analisis data sekaligus menambah ilmu tentang topik yang dipilih ini.

Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan derajat gagal jantung kronis dengan derajat anemia pada

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini




Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.