Kamis, 06 November 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Uji Eksperimental Pengaruh Penggunaan Campuran Bahan Bakar Dimetil Ester [B-06] Dengan Bahan Bakar Solar Terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Saat ini bahan
bakar mesin diesel di Indonesia khsnya untuk jenis kendaraan roda empat didominasi oleh solar
yang terbuat dari minyak bumi, padahal
kebutuhan akan bahan bakar dari tahun ketahun terus meningkat berbanding terbalik dengan produksi dan cadangan
minyak bumi di dalam negeri.
Hal ini terlihat jelas pada
akhir-akhir ini di negara kita sering terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), bahkan Indonesia
sudah menjadi negara importir netto
minyak bumi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan sumber bahan bakar alternatif, khsnya untuk memenuhi
kebutuhan mesin-mesin yang mengkonsumsi
solar sebagai sumber bahan bakarnya (mesin diesel).
Beberapa upaya telah dilakukan
dalam penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif, diantaranya adalah
pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar
pengganti solar. Namun ditemukan beberapa kekurangan dari minyak nabati, dimana bila digunakan secara langsung
akan menghasilkan senyawa yang dapat
menyebabkan kerusakan pada mesin, karena membentuk deposit pada pompa injektor. Disamping itu viskositasnya
yang tinggi mengganggu kinerja pompa
injektor pada proses pengkabutan bahan bakar sehingga hasil dari injeksi tidak berwujud kabut yang mudah menguap
melainkan tetesan bahan bakar yang sulit
terbakar. Oleh karena itu, mesin-mesin kendaraan bermotor komersial perlu dimodifikasi jika akan menggunakan minyak
nabati langsung sebagai pengganti bahan
bakar solar. Hal ini tentu saja tidak ekonomis sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengubah karakteristik minyak
nabati sehingga dapat mengkonversi minyak
nabati kedalam bentuk metil ester asam lemak (FAME : fatty acid methil esters) yang lebih dikenal sebagai
”biodiesel”, melalui proses esterifikasi atau transesterfikasi.
Amerika Serikat dan beberapa
negara Eropa telah mengembangkan dan menggunakan
biodiesel sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin diesel secara luas dengan bahan baku minyak kedelai dan
minyak rapessed ( minyak canola ).
Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar
dunia, Malaysia dan Indonesia juga telah
mengembangkan produk biodiesel dari minyak sawit ( palm biodiesel ), meskipun belum dilakukan secara komersial. Khs
di Indonesia pengembangan biodiesel dari
minyak sawit dirasa memiliki prospek yang baik dimana ketersediaan akan bahan baku yang cukup banyak
sangat mendukung untuk pengembangan
tersebut ( Tabel 1.1 ). Hal yang juga perlu untuk diperhatikan dalam pengembangan biodiesel ini adalah emisi
gas buang yang dihasilkan harus lebih
baik daripada bahan bakar solar sehingga biodiesel ini layak dijadikan alternatif pengganti solar.
Tabel 1.1 Perkembangan Luas
Perkebunan Kelapa Sawit dan Produksi CPO X Wilayah 1997
1998 1999 2000
2001 Luas (Ha) Prod.
(ton) Luas (Ha) Prod.
(ton) Luas (Ha) Prod.
(ton) Luas (Ha) Prod.
Berdasarkan pemikiran tersebut,
maka dilakukan pengujian motor diesel dengan
menggunakan bahan bakar biodiesel yang berbahan baku dimetil ester dengan memanfaatkan secara maksimal peralatan
laboratorium yang ada.
1.2 Tujuan Pengujian Mengetahui
pengaruh pemakaian biodiesel dimetil ester (B-06) terhadap unjuk kerja motor diesel.
1.3 Manfaat pengujian 1. Untuk pengembangan bahan
bakar biodiesel yang akan digunakan pada motor diesel ditinjau dari sudut prestasi mesin.
2
Memberikan informasi sebagai referensi bagi kalangan dunia pendidikan
yang ingin melakukan riset dibidang
otomotif dalam pengembangan bahan bakar biodiesel
dan pengaruhnya terhadap performansi motor diesel.
1.4 Ruang lingkup Pengujian 1. Biodiesel yang
digunakan adalah biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit ( Dimethil Ester B-06).
2. Alat uji yang digunakan untuk
menghitung nilai kalor pembakaran bahan bakar adalah ”Bom Kalorimeter”.
3.Mesin uji yang digunakan untuk
mendapatkan unjuk kerja motor bakar diesel adalah Mesin Diesel 4-langkah dengan
4-silinder ( TecQuipment type. TD4A 001 ) pada laboratorium Motor Bakar
Departemen Teknik Mesin .
4. Unjuk kerja mesin diesel yang
dihitung adalah : - Daya (Brake Power) - Rasio perbandingan udara-bahan bakar
(Air Fuel Ratio) - Konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption) -
Efisiensi Volumetris (Volumetric Effeciency) - Efisiensi termal brake (Brake
Thermal Effeciency) 5. Padapengujian unjuk kerja motor diesel, dilakukan
variasi putaran dan beban yang meliputi
: - Variasi putaran : 1000-rpm,
1400-rpm, 1800-rpm, 2200-rpm , 2600-rpm ,
2800-rpm.
-Variasi beban : 10 kg dan 25 kg.
1.5 Sistematika Penulisan Tugas
sarjana ini dibagi dalam beberapa bab dengan garis besar tiap bab adalah sebagai berikut :  Bab I : Pendahuluan Bab
ini berisikan latar belakang, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup pengujian.
 Bab II : Tinjauan Pustaka Bab ini
berisikan landasan teori yang digunakan yaitu mengenai motor diesel, bahan bakar biodiesel, pembakaran motor
diesel, persamaan-persamaan yang digunakan,
emisi gas buang kendaraan dan pengendaliannya.
 Bab III : Metodologi Penelitian Bab
ini memberikan informasi mengenai tempat pelaksanaan pengujian, bahan dan peralatan yang dipakai serta tahapan
dan prosedur pengujian.
 Bab IV : Hasil dan Analisa Pengujian Bab
ini membahas tentang hasil data yang diperoleh dari setiap pengujian melalui pembahasan perhitungan dan
penganalisaan dengan memaparkan kedalam
bentuk tabel dan grafik.

Skripsi Mechanical Engineering:Uji Eksperimental Pengaruh Penggunaan Campuran Bahan Bakar Dimetil Ester [B-06] Dengan Bahan Bakar Solar Terhadap Unjuk Kerja Mesin Diesel

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.