Kamis, 06 November 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Perancangan Dan Pengujian Alat Pengering Jagung Dengan Tipe Cabinet Dryer Untuk Kapasitas 9 kg Per-Siklus



BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Perubahan cuaca di Indonesia
saat ini bisa dikatakan tidak stabil. Dengan adanya perubahan cuaca yang tidak
menentu ini dapat mengganggu aktivitas para petani di Indonesia baik di masa pra panen
maupun pasca panen.
Jagung selain untuk keperluan pangan, juga
digunakan untuk bahan baku industri
pakan ternak, maupun ekspor. Teknologi
produksi jagung sudah banyak dihasilkan
oleh lembaga penelitian dan pengkajian lingkup Badan Litbang Pertanian maupun Perguruan Tinggi, namun belum banyak
diterapkan di lapangan. Penggunaan pupuk
urea misalnya ada yang sampai 600 kg/ha jauh lebih tinggi dari kisaran yang seharusnya
diberikan yaitu 350-400 kg/ha.
Teknologi pasca
panen yang masih sederhana
mengakibatkan kualitas jagung di tingkat petani tergolong rendah sehingga harganya menjadi rendah. hal ini dikarenakan petani pada
umumnya menjual jagungnya segera setelah panen. Cara pengeringan yang banyak dilakukan, yaitu pengeringan di pohon sampai kadar air 23-25%
baru dipanen dan langsung dipipil yang
selanjutnya dijual.Dalam upaya pengembangan jagung yang lebih
kompetitif, diperlukan upaya efisiensi
usahatani, baik ekonomi, mutu maupun
produktivitas melalui penerapan teknologi
mulai dari penentuan lokasi, penggunaan
varietas, benih bermutu, penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan panen dan
pasca panen yang tepat.
Pengeringan merupakan usaha untuk
menurunkan kadar air sampai batas tertentu
tujuannya agar reaksi biologis terhenti dan mikrorganisme serta serangga tidak bisa hidup di dalamnya. Pengeringan jagung dapat dibedakan
menjadi dua tahapan yaitu: 1.
Pengeringan dalam bentuk gelondong. Pada
pengeringan jagung gelondong dilakukan sampai kadar air mencapai 18% untuk
memudahkanpemipilan.
2.
Pengeringan butiran setelah jagung dipipil.
Pemipilan merupakan kegiatan memisahkan biji
jagung dari tongkolnya.
Pemipilan dapat dilakukan dengan cara tradisional atau dengan cara yang lebih modern. Secara tradisional pemipilan jagung
dapat dilakukan dengan tanganmaupun alat
bantu lain yang sederhana seperti kayu, pisau dan lain-lain sedangkan yang
lebih modern menggunakan alat pemipil
yang disebut Corn sheller yang dijalankandengan motor.
Butiran jagung hasil pipilan masih terlalu
basah untuk dijual ataupun disimpan,
untuk itu diperlukan satu tahapan proses
yaitu pengeringan akhir.
Umumnya petani melakukan pengeringan biji
jagung dengan penjemuran di bawah sinar matahari langsung, sedangkan pengusaha jagung
(pabrikan) biasanya menggunakan alat
pengering tipe batch dryer dengan
kondisi temperatur udara pengering
antara o C – o C dengan kelembaban relatif 40%.
1.2.
Tujuan Masalah 1. Untuk merancang
alatpengering jagung yang nantinya dapat digunakan oleh para petani jagung.
2.
Untuk mendapatkan performancealat pengering yang dapat mengeringkan
jagung sesuai dengan Standard Nasional Indonesia.
3.
Untuk membandingkan hasil dari
pengeringan jagung berdasarkan bahan bakar yang digunakan, yaitu antara kerosin dengan
kayu bakar.
1.3.
Manfaat Perancangan Untuk menghasilkan alat pengering yang dapat
memudahkan petani jagung pada saat
proses pengeringan jagung jika perubahan cuaca tidak stabil.
1.4.
Batasan Masalah 1. Dimensi dari
alat pengering yang dirancang 2.
Perbandingan berdasarkan bahan bakar kerosin dengan kayu bakar yang
meliputi: a. Distribusi suhu tiap
traypada alatpengering b. Kebutuhan air yang digunakan untuk
menghasilkan uap air (L/jam) c. Waktu
pengeringan untuk mencapai kadar air yang diinginkan (jam) d. Kadar air jagung setelah dikeringkan berdasarkan Standard
Nasional Indonesia (%) e. Kebutuhan energi (kJ/kg) f. Kebutuhan bahan bakar (Liter/jam) g. Analisa biaya
1.5. Sistematika Penulisan Untuk
mempermudah pembaca dalam memahami tulisan ini, maka dilakukan pembagian bab berdasarkan isinya. Tulisan ini
akan disn dalam enam bab, BAB I PENDAHULUAN,
berisi latar belakang, tujuan masalah, manfaat perancangan, dan batasan masalah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA,
berisi landasan teori yang diperoleh
dari literatur untuk mendukung perancangan dan pengujian. BAB III PERANCANGAN ALAT PENGERING, berisi perhitungan
perancangan alat pengering. BAB IV
PENGUJIAN ALAT PENGERING berisi tata cara pengujian alat pengering, peralatan dan perlengkapan yang
digunakan serta prosedur kerja dari pengujian
yang dilakukan. BAB V DATA DAN ANALISA, berisi data hasil pengujian,
perhitungan dan analisa terhadap data hasil pengujian. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN, berisi kesimpulan dari
hasil pengujian dan saransaran.

Skripsi Mechanical Engineering:Perancangan Dan Pengujian Alat Pengering Jagung Dengan Tipe Cabinet Dryer Untuk Kapasitas 9 kg Per-Siklus

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.