Kamis, 06 November 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Perancangan Dan Pengujian Alat Pengering Kopra Dengan Tipe Cabinet Dryer Untuk Kapasitas 6 kg Per-Siklus



BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Perubahan cuaca di Indonesia
saat ini bisa dikatakan tidak stabil. Dengan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu ini
dapat mengganggu aktivitas para petani
di Indonesia baik di masa pra panen maupun pasca panen.
Ketersediaan buah kelapa yang ada
di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara
optimal oleh kaum petani, produsen, baik industri kecil, menengah dan sedang, serta masyarakat yang berada pada jalur
produksi kelapa. Padahal buah kelapa di Indonesia
memiliki beberapa keunggulan.
Sejauh ini, pengendalian proses
pengolahan buah kelapa juga masih belum optimal.
Salah satu penyebabnya adalah minimalnya pengetahuan tentang tahap-tahap proses pengolahan buah kelapa dan pengendalian
faktor-faktor proses pengolahan bagi
kaum petani, kaum produsen dan masyarakat. Pengeringan merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan mutu buah
kelapa atau kopra, di samping proses
pemanenannya. Mutu buah kelapa ditentukan dari kadar airnya. Namun pada tingkat petani sering kadar air kopra akhir
yang berbeda-beda.
Buah kelapa segar yang masuk ke
dalam pengeringan adalah daging buah kelapa
atau kopra. Kadar air buah kelapa tersebut masih tinggi 50% – 55%, sehingga memberikan peluang yang besar untuk cepat membk
akibat adanya pertumbuhan mikroorganisme.
Oleh karena itu, dengan adanya pengeringan, dapat mengurangi kadar air dalam buah. Kadar air buah yang
diharapkan setelah pengeringan adalah5% -
6%.
Pengeringan kopra terbagi menjadi
dua yaitu sun drying dan artificial drying.
Sun drying memerlukan sinar
matahari sebagai sumber energi, sumber panas dan sinar ultraviolet. Pengeringan ini dilakukan secara
terbuka, membutuhkan hembusan angin yang
besar dari udara sehingga pengeringan berlangsung lambat. Namun, pengeringan secara terbuka menyebabkan rawan kontaminasi
dari udara, debu dan kerikil dari lingkungan
sekitar.Selain itu, pengeringan ini dilakukan hanya jika cuaca memungkinkan. Jika tidak, menggunakan
artificial drying. Pengeringan buatan (artificial
drying) menggunakan bahan bakar. Prinsip
kerjanya adalah pemanasan secara
konduksi (penghantaran panas) atau konveksi (pengaliran panas) yang bertujuan untuk mengurangi kadar air bahan
pangan, berbentuk solid . Salah satunya adalah
cabinet dryer. Pada cabinet dryer, pemanasan dilakukan secara konveksi dan konduksi. Secara konveksi, digunakan aliran
udara kering atau uap panas yang mengalir
secara alami. Secara konduksi, digunakan sejumlah tray (wadah penampung buah) secara bertingkat.Pada umumnya sistem
pengering ini menggunakan udara pengering
sebagai medium pemanas kopra, ditambahkan air untuk memanaskan udara yang masuk ke dalam sistem pengering dan juga
menghembuskan udara dari luar.
Namun dapat pula menggunakan uap
panas sebagai alternatif dengan beberapa pertimbangan. Bahan bakar yang digunakan
adalah minyak tanah dan kayu bakar.
Komponen-komponen yang menyn
cabinet dryer tersebut, disesuaikan
dengan kapasitas kopra yang masuk dan
juga diperhitungkan efisiensi dari sistem pengering tersebut. Oleh karena itu, juga diperlukan
perhitungan berapa bahan bakar yang diperlukan
untuk menyalakan heater.
1.2. Tujuan 1.
Untuk merancang alat pengering daging buah kelapa atau kopra yang
nantinya dapat digunakan oleh para
petani kelapa.
2. Untuk mendapatkan performance alat pengering
yang dapat menurunkan kadar air kopra
sesuai dengan Standard Nasional Indonesia.
3. Untuk membandingkan hasil dari pengeringan
kopra berdasarkan bahan bakar yang
digunakan, yaitu antara minyak tanah dengan kayu bakar.
1.3. Manfaat Perancangan Untuk menghasilkan alat
pengering yang dapat memudahkan petani kelapa pada saat proses pengeringan kopra jika perubahan
cuaca tidak stabil.
1.4. Batasan Masalah 1. Dimensi dari alat pengering yang dirancang 2. Perbandingan berdasarkan bahan bakar minyak
tanah dengan kayu bakar yang meliputi: a. Waktu pengeringan (jam) b.
Distribusi suhu tiap traypada alat pengering c. Kebutuhan Air (L/jam) d. Kadar air kopra kering setelah dikeringkan
berdasarkan Standard Nasional Indonesia
(%) e. Kebutuhan energi (kJ/kg) f. Kebutuhan bahan bakar (Liter/jam) g. Analisa biaya 1.5. Sistematika Penulisan Untuk mempermudah
pembaca dalam memahami tulisan ini, maka dilakukan pembagian bab berdasarkan isinya. Tulisan ini
akan disn dalam enam bab, BAB 1 PENDAHULUAN,
berisi latar belakang, tujuan masalah, manfaat perancangan, dan batasan masalah. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA,
berisi landasan teori yang diperoleh dari
literatur untuk mendukung perancangan dan pengujian. BAB 3PERANCANGAN ALAT PENGERING, berisi perhitungan perancangan alat pengering. BAB 4
PENGUJIAN ALAT PENGERING berisi tata
cara pengujian alat pengering, peralatan dan perlengkapan yang digunakan serta prosedur
kerja dari pengujian yang dilakukan.

Skripsi Mechanical Engineering:Perancangan Dan Pengujian Alat Pengering Kopra Dengan Tipe Cabinet Dryer Untuk Kapasitas 6 kg Per-Siklus

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.