Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Dan Tingkat Perputaran Piutang Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian Berkembangnya
dunia usaha dewasa ini membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat terutama untuk
perusahaan yang sejenis, terlebih perusahaan
manfaktur makanan dan minuman yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia. Dalam
keadaan seperti ini, perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan yang baik dan benar atas semua
sumber daya yang dimiliki.
Keadaan perekenomian dunia yang
mengalami ketidakstabilan pada periode tahun
2008-2009 menjadi sebuah fenomena yang sangat luar biasa sehingga berdampak kepada terjadinya krisis global yang
pada akhirnya menjadi ancaman terhadap
dunia usaha dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Dampak krisis global ini sangat dirasakan oleh
perusahaan-perusahaan lokal dikarenakan menurunnya
daya beli masyarakat yang berimbas
kepada menurunnya pendapatan perusahaan
dari hasil penjualan barang produksinya.
Tujuan perusahaan secara umum adalah mendapatkan laba. Satu aktivitas utama perusahaan dalam pencapaian laba adalah
penjualan. Jika perusahaan cermat, maka
penjualan akan menjadi penyumbang keuntungan terbesar perusahaan. Agar keuntungan itu dapat dicapai,
perusahaan harus dapat mengelola penjualannya
dengan membuat sebuah prosedur penjualan yang baik dan memudahkan pembeli sehingga dapat dicapai
tingkat penjualan yang maksimal 16 yaitu yang berkesinambungan dan berkelanjutan
dan bukan penjualan yang berfluktuatif
tinggi.
Penjualan dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu dengan tunai dan kredit yang disertai dengan persyaratan tertentu.Pada saat
perusahaan menjual barang dagangannya
maka diperoleh pendapatan sejumlah yang dibebankan kepada pembeli untuk barang dagangan yang diserahkan,
dan itu merupakan pendapatan bagi
perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan
tentunya akan lebih menyukai transaksi
penjualan yang dilakukan secara tunai karena akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera digunakan untuk
mendatangkan pendapatan selanjutnya.
Namun pada kenyataannya, penjualan yang sering terjadi adalah penjualan kredit. Hal ini dapat disebabkan
oleh beberapa alasan yaitu besarnya nilai
penjualan sementara pembeli tidak memiliki kecukupan kas dan ada juga yang memang dengan sengaja ingin mengambil
keuntungan dari penjualan kredit tersebut
misalnya dengan memanfaatkan diskon yang ditawarkan jika dapat membayar
pada waktu yang telah ditentukan. Disisi lain penjualan secara kredit juga akan menguntungkan penjual karena akan
memperluas pasar.
Penjualan secara kredit akan
menimbulkan piutang usaha yang merupakan jumlah yang terutang oleh pelanggan pada
perusahaan akibat penjualan barang atau
jasa. Dilihat dari urutannya dalam laporan keuangan, piutang usaha berada di urutan kedua setelah kas. Itu artinya bahwa
piutang merupakan aset yang liquid.
Perusahaan harus melakukan
pengelolaan yang tepat atas piutang karena pada saat-saat tertentu piutang usaha juga dapat
menjadi biaya bagi perusahaan yaitu pada
saat perusahaan tidak dapat melakukan penagihan kepada pelanggan.
17 Piutang
usaha hendaknya memiliki jangka waktu pengembalian yang tidak terlalu lama sehingga kas dapat segera direalisasikan.
Dalam setiap aktivitasnya
perusahaan sering menghadapai keadaan dimana tidak dapat membayar secara tunai untuk semua
manfaat ekonomi yang telah dinikmatinya.
Seperti halnya penjualan, sering kali perusahaan juga melakukan pembelian dengan cara kredit baik karena
alasan ketidaktersediaan kas maupun karena
ingin memanfaatkan diskon. Hal-hal
seperti ini akan menimbulkan kewajiban
perusahaan. Kewajiban ini dikelompokkan menjadi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.
Kewajiban lancar atau disebut
juga kewajiban jangka pendek adalah kewajiban
yang pelunasannya harus dilakukan dalam jangka waktu paling lama satu tahun atau satu periode akuntansi.
Kewajiban lacar terdiri atas utang dagang, utang wesel, pendapatan diterima dimuka,
kewajiban akrual, dan utang jangka panjang
yang jatuh tempo pada periode berjalan.
Dikarenakan jangka waktu
pelunasannya yang cukup singkat, maka perusahaan
harus dapat memastikan ketersediaan dana atau aset untuk melakukan pembayaran atas kewajiban lancar ini. Aset
yang dimaksud adalah aset lancar yang
memiliki sifat yang liquid yang dapat dikonversi menjadi kas dengan cepat.
Untuk mengevaluasi kemampuan
suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki, dapat digunakan perhitungan rasio likuiditas. Rasio likuiditas
dapat dibagi menjadi dua bagian, yanitu
rasio yang membandingkan sumber-sumber kas dengan total utang lancar dan rasio yang memabndingkan arus kas dengan
utang lancar (White, 2002).
18 Semakin
tinggi rasio likuiditas menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya.
Untuk dapat mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan di dalam menghadapi
persaingan ekonomi yang semakin ketat, maka penjualan harus dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Hal ini
terkait dengan tingkat likuiditasnya,
semakin tinggi tingkat petumbuhan
penjualan produk, dengan asumsi lancar
konsntan, maka likuiditas akan semakin tinggi dikarenakan penjualan mencakup kas dan piutang yang
termasuk kategori aktiva lancar merupakan
komponen dalam menghitung tingkat likuiditas.
Pada masa krisis ekonomi global,
menurunnya tingkat perekonomian negara menimbulkan
dampak yang besar. Imbas dari krisis
global yang langsung menimpa pasar modal
di Indonesia yang ditandai merosotnya IHSG yang diikuti nilai tukar rupiah yang terus menurun
menyebabkan terjadinya inflasi yang berdampak
pada berbagai sektor ekonomi.
Hal paling nyata terlihat
dari menurunnya daya beli masyarakat
yang diakibatkan meningkatnya berbagai kebutuhan hidup sebagai pengaruh langsung
kenaikan harga BBM kemudian menyebakan kerugian bagi pihak produsen.
Rendahnya daya beli masyarakat
sebagai konsumen menyebakan perusahaan sebagai
produsen mengalami penurunan pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang produksi yang berimbas kepada tingkat
likuiditas perusahaan. Krisis global ini
juga menyebabkan meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dalam memproduksi barang produksinya. Salah
satu penyebabnya adalah meningkatnya
harga minyak dunia yang berdampak kepada tingginya biaya 19 distribusi
barang produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen abik konsumen dalam negeri maupun konsumen di luar
negeri.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Dan Tingkat Perputaran Piutang Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.