Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Dividend per share (DPS) dan Return on equity (ROE) terhadap Harga saham pada Perusahaan



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Dalam perusahaan,
fungsi keuangan menempati posisi yang sangat penting yang akan mempengaruhi perkembangan
perusahaan. Adapun fungsi keuangan dapat
dikelompokkan menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan mencari dana dan kegiatan menggunakan dana. Kegiatan mencari
dana harus dilakukan secara efisien oleh
pihak manajemen terutama bagian keuangan. Manajer keuangan harus mencari dana yang diperlukan dengan
pengorbanan biaya yang minimal dan syarat-syarat
yang paling menguntungkan. Oleh karena itu, manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan
biaya dari masing-masing sumber dana
yang akan dipilih.
Pada prinsipnya pemenuhan
kebutuhan dana operasional dan investasi perusahaan dapat disediakan dari dua sumber,
yaitu sumber pendanaan yang berasal dari
dalam perusahaan (modal intern) dan sumber pendanaan yang berasal dari luar perusahaan (modal ekstern). Sumber
pendanaan yang berasal dari dalam perusahaan
antara lain terdiri dari modal sendiri dan laba ditahan. Sedangkan sumber pendanaan yang berasal dari luar
perusahaan, antara lain melalui pinjaman,
baik jangka panjang ataupun jangka pendek dan melalui penerbitan saham obligasi.
Perusahaan yang membutuhkan modal
investasi atau dana operasional cenderung
memilih sumber pendanaan yang disediakan oleh pasar, yaitu melalui penerbitan saham perusahaan. Pemilihan alternatif ini dikarenakan untuk menghindarkan kemungkinan resiko kondisi debt
equity ratio yang terlalu tinggi jika
menggunakan pinjaman sehingga membuat cost of capital perusahaan tidak lagi minimal.
Dalam penerbitan saham dan
obligasi, diperlukan suatu tempat untuk memfasilitasi
itu semua, maka keberadaan pasar modal sangat penting. Pasar modal berfungsi sebagai lembaga perantara
antara pihak yang membutuhkan dana dengan
pihak yang memiliki dana. Di samping itu pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena
pihak investor dapat memilih alternatif
investasi yang memberikan tingkat keuntungan (return) yang optimal.
Pendapatan yang diperoleh oleh
seorang investor apabila mereka menanamkan
modalnya pada suatu perusahaan ataupun membeli saham perusahaan terdiri dari dua macam, yaitu: 1.
Laba karena selisih harga jual dan harga beli saham (capital gain) 2. Dividen (pembagian laba perusahaan) Capital
gain diperoleh ketika harga jual saham lebih tinggi dari harga beli saham tersebut. Sedangkan dividen adalah bagian
keuntungan yang diperoleh perusahaan
yang dibagikan kepada investor berdasarkan laba operasi ataupun menurut kebijakan perusahaan tersebut.
Kebijakan dividen tersebut akan menetapkan
berapa besar bagian laba bersih yang akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham dan berapa besar
bagian dari laba bersih itu yang akan
ditahan kembali (retained earning) Untuk
memperoleh pendapatan yang diinginkan, maka seorang investor perlu melakukan penilaian terhadap kinerja
perusahaan sebelum membuat keputusan
untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Salah satu kinerja perusahaan yang dinilai adalah dari
aspek keuangan perusahaan. Dan kinerja
keuangan ini dapat diketahui dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan.
Informasi kondisi keuangan
perusahaan yang ingin diketahui dan dinilai oleh pihak investor adalah terutama mengenai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
pertumbuhan laba yang cukup stabil sehingga memberikan keuntungan kepada para investor. Salah satu
kinerja keuangan yang banyak dianalisis
oleh investor adalah tingkat profitabilitas perusahaan, karena hal ini berkaitan erat dengan tingkat keuntungan yang
diharapkan investor dalam kepemilikan
sahamnya di perusahaan tersebut.
Menurut Dewi Astuti(2004;36), “Para investor dan kreditur sangat
berkepentingan dalam mengevaluasi kemampuan
perusahaan menghasilkan laba saat ini maupun di masa yang akan datang.” Banyak terdapat rasio keuangan
yang dapat menunjukkan tingkat kinerja suatu
perusahaan, di antaranya adalah Return on Equity (ROE) dan Dividend per Share (DPS) . Dividend per share dipilih
dengan pertimbangan, semakin besar tingkat
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan deviden per lembar saham bagi pemilik, maka akan memberikan koreksi
yang positif terhadap harga saham perusahaan
yang berimbas pada indeks harga saham. Hal ini akan mempengaruhi investor dalam membuat keputusannya di pasar
modal. Pendapatan bagi pemegang saham di
lihat dari pembagian deviden. Pendapatan deviden diukur dari besarnya dividend per share. Dividend per share adalah salah satu indikator keuangan yang banyak diperhatikan oleh para
investor dalam pertimbangan berinvestasi
dalam sebuah perusahaan karena dividend per share menghitung seberapa besar dividen yang akan dimiliki,
dengan alasan inilah dividend per share
dipilih menjadi salah satu variabel dalam penelitian ini.
Penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Nuliana (2003) menguji pengaruh
dividen per saham dan rentabilitas modal sendiri (ROE) terhadap harga pasa saham Telkom, Tbk. Periode penelitian
adalah tahun 1995-2001.
Berdasarkan pengujian hipotesis
yang dilakukan dengan analisis korelasi diperoleh
kesimpulan bahwa secara simultan tidak ada pengaruh yang signifikan antara dividen per saham dan rentabilitas
modal sendiri terhadap harga saham.
Secara parsial, baik dividen per
saham maupun rentabilitas modal sendiri juga tidak berpengaruh terhadap harga saham PT
Telkom, Tbk.
Penelitian sejenis dilakukan
Raymond dan Tambunan juga melakukan penelitian
mengenai dividend per share dan earning per share terhadap harga saham dan hasil penelitian tersebut
menunjukkan bahwa dividend per sharedan earning
per share mempunyai pengaruh yang kuat terhadap harga saham. Hasil penelitan tersebut tentu saja berbeda atau
bertolak belakang dengan penelitian oleh
Nuliana (2003).
Berawal dari hasil penelitian
terdahulu maka penulis mencoba untuk melakukan
penelitian ulang (replikasi). Adapun alasan pemilihan variable return on equity (ROE) dalam penelitian ini karena
return on equity merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat laba yang
dihasilkan dari investasi pemegang
saham, dengan demikian return on equity
yang tinggi berarti perusahaan
tersebut memiliki kemampuan untuk memberikan pendapatan bagi para pemegang sahamnya. Tingkat
pengembalian yang tinggi ini memiliki kemungkinan pendapatan yang dibayarkan sebagai
dividen kepada pemegang saham pun akan
semakin besar. Oleh karena itu, bagi investor yang berkepentingan akan menunjukkan perhatian
kepada keuntungan yang akan diperoleh
perusahaan dan prospeknya di masa depan.
Kelompok perusahaan yang
tergabung ke dalam industri makanan dan minuman
yang go public di Bursa Efek Indonesia dipilih sebagai perusahaan yang diteliti dengan mempertimbangkan persaingan
yang tinggi, sehingga menuntut kinerja
perusahaan yang selalu prima agar unggul dalam persaingan, baik bersaing dengan perusahaan yang telah go public
maupun yang belum go public.
Disamping itu, industri ini
menyediakan kebutuhan primer manusia sehingga tetap dapat menjadi prioritas utama konsumen
meskipun kondisi perekonomian kurang mendukung.
Bagaimanapun buruknya kondisi kehidupan ekonomi konsumen, mereka masih tetap membutuhkan makanan dan
minuman untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Dividend per share (DPS) dan Return on equity (ROE) terhadap Harga saham pada Perusahaan

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.