BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi,
kondisi persaingan antar sekolah akan semakin berat dan ketat. Tantangan pendidikan yang
semakin berat saat ini menuntut sekolah untuk
selalu melakukan pengendalian manajemen sebagai sarana untuk menetapkan perencanaan, koordinasi, dan evaluasi jalannya
kegiatan pendidikan agar lebih baik.
Untuk melaksanakan tugas-tugas
tersebut diperlukan kemampuan Kepala sekolah mengelola dan mengalokasikan Sumber Daya
Manusia secara efektif dan efisien.
Sebagai usaha untuk menjamin agar
penggunaan Sumber Daya Manusia sebaik
mungkin, maka dibutuhkan Perencanaan yang cermat agar kegiatan Pendidikan dapat berjalan secara terpadu dan
terarah untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Rencana tersebut dapat dituangkan dalam bentuk anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan taksiran
nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan
rencana kerja tersebut. Anggaran dapat digunakan sebagai pedoman dan alat bantu bagi manajemen dalam melaksanakan
kegiatan operasi perusahaan.
Anthony dan Bedford (1991),
mengemukakan bahwa anggaran adalah rencana manajemen, dengan anggapan bahwa penynan
anggaran akan mengambil langkah-langkah
positif untuk merealisasikan rencana yang telah disn. Anggaran menurut Munandar (1997), adalah suatu rencana
yang disn secara sistematis, meliputi
seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam satuan moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.
xiii Peranan anggaran sangat besar bagi
manajer pada waktu penynan program kerja,
saat dilakukan implementasi program kerja dan pada saat penilaian realisasi kegiatan. Anggaran disn oleh manajemen untuk
jangka waktu satu tahun membawa
perusahaan kekondisi tertentu yang diperhitungkan. Tanpa anggaran, dalam jangka waktu pendek perusahaan akan
berjalan tanpa arah, dengan pengorbanan
sumber daya yang tidak terkendali. Dengan adanya anggaran maka akan dapat diperbandingkan hasil-hasil sebenarnya
dengan rencana yang telah ditetapkan, sehingga
dapat diketahui efektifitas dari suatu kegiatan.
Dalam anggaran, program-program
diterjemahkan sesuai dengan tanggung jawab
tiap manajer dalam melaksanakan program atau bagian dari program tersebut.
Penynan anggaran pada dasarnya
merupakan proses penetapan tiap manajer dalam melaksanakan program atau bagian dari program,
oleh karena itu dalam penynan anggaran,
manajer pusat pertanggungjawaban mengadakan negosiasi dengan manajer di atasnya yang memberikan peran kepadanya,
dengan demikian hasil negosiasi tersebut
akan menimbulkan kesanggupan dari pihak manajer pusat pertanggungjawaban untuk melaksanakan rencana
seperti yang tercantum dalam anggaran.
Anggaran sering digunakan untuk
menilai kinerja sesungguhnya dari manajer.
Pemberian bonus, insentif, dan promosi biasanya dipengaruhi oleh
kemampuan manajer tersebut dalam
mencapai tujuan yang telah dianggarkan oleh karena status dan karir seorang manajer juga bisa
dipengaruhi, maka anggaran dapat mempunyai pengaruh perilaku yang signifikan. Penilaian
kinerja itu sendiri adalah penentuan secara
periodik efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan xiv keryawan berdasarkan sarana, standar, dan
kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi, 1993).
Penynan anggaran secara
partisipatif dalam arti melibatkan berbagai pihak yang mempunyai kompetensi, akan menciptakan
motivasi dalam proses pencapaian tujuan.
Peningkatan partisipasi dapat meningkatkan modal dan lebih lanjut meningkatkan produktifitas (Hop Wood, 1976
dalam Sugeng W, 1998).
Anggaran partisipasi merupakan
pendekatan manajerial yang umumnya dinilai
dapat meningktakan keefektifan organisasional melalui peningkatan manajerial (Supono dan Indriantoro, 1998).
Partisipasi dalam penyan anggaran proses
dimana para individu yang kinerjanya dievaluasi dan memperoleh penghargaan berdasarkan pencapaian target
anggaran terlibat dan mempunyai pengaruh
dalam penysnan target anggaran (Brownell, 1982 dalam Supono dan Indriantoro, 1998).
Sekolah adalah lembaga yang
bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi didalamnya
terdapat berbagai dimensi yang satu sama
lain saling berkaitan dan saling menentukan. kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah
sebagai organisasi yang kompleks dan unik,
serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah.
Berdasarkan uraian di atas dan
melihat pentingnya pengelolaan organisasi secara baik dalam penysnan anggaran, maka
penulis terdorong untuk memilih judul
”Pengaruh Anggaran Partisipatif Terhadap Kinerja Kepala Sekolah dengan Budget Based Incentive sebagai Variabel
Intervening di Kotamadya Tanjung Balai”.
xv B.
Perumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang ada, maka
penulis memformulasikan rumusan masalah
sebagai berikut : 1. apakah terdapat
pengaruh anggaran partisipatif terhadap budget-based incentives? 2. apakah terdapat pengaruh anggaran
partisipatif terhadap kinerja kepala sekolah dengan budget-based incentives sebagai
variabel intervening? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah : 1. untuk mengetahui pengaruh
anggaran partisipatif terhadap
budget-based incentives.
2. untuk mengetahui pengaruh anggaran
partisipatif terhadap kinerja kepala sekolah dengan budget-based incentives sebagai
variabel intervening.
D. Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan masukan kepala sekolah untuk
mengetahui pengaruh anggaran partisipatif
terhadap kinerja kepala sekolah.
2. Sebagai bahan informasi dan dijadikan
referensi bagi penelitian selanjutnya khsnya
dengan penynan anggaran partisipatif dan kinerja kepala sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar