Kamis, 20 November 2014

Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kepentingan Imunisasi Pada Bayi Dan Balita



BAB PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Imunisasi adalah cara memproduksi
imunitas aktif buatan untuk melindungi
diri dengan melawan penyakit tertentu dengan memasukkan suatu zat ke dalam tubuh melalui penyuntikan atau secara
oral. Ini juga diistilahkan dengan vaksinasi
atau inokulasi. Zat yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk memproduksi imunitas disebut vaksin (Suraj
Gupta, 1983). Imunisasi bertujuan untuk
memberikan kekebalan terhadap tubuh anak dengan cara pemberian vaksin.
Vaksin ini berasal dari bibit
penyakit tertentu yang dapat menimbulkan penyakit, tetapi penyakit ini terlebih dahulu dilemahkan
atau dimatikan sehingga tidak berbahaya
lagi bagi badan manusia (Sujono Riyadi, 2009).
Pemberian imunisasi pada balita
tidak hanya memberikan perlindungan terhadap
penyakit bagi anak tersebut tetapi akan memberikan dampak yang jauh lebih luas karena akan mencegah terjadinya
penularan yang luas dengan adanya peningkatan
imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu) secara umum di masyarakat . Selain itu, imunisasi juga
berjaya mengurangkan kematian bayi dan
balita di Indonesia (WHO, 2011).
Di China beratusan tahun dahulu
sudah ada variolisasi, dimana pustul campak
yang dikeringkan dimasukkan kedalam hidung supaya orang itu terinfeksi secara dan menjadi imun untuk campak. Pada
awal abad ke-18, Lady Mary Wentley
Montague (isteri kapada duta Turki) mempelajari tentang small pox, katanya ia tidak lagi bahaya buat manusia
dengan penemuan engrafting (Kurt Link,
1937). Di Indonesia, program imunisasi sudah ada sejak tahun 1956, dimulai di pulau Jawa untuk mencegah cacar.
Pada masa itu dipergunakan giene cacar yang tersebar ditiap-tiap kawasan
dalaman. Kemudian jumlah giene cacar bertambah
di daerah yang dimana makin luas di seluruh Indonesia, serta satu mantri cacar di ditiap-tiap kecamatan. Selepas
begitu banyak usaha, Indonesia berhasil
membasmi penyakit cacar pada tahun 1972. Pada April 1974, Indonesia secara resmi dinyatakan bebas cacar oleh WHO.
Program imunisasi dengan menggunakan
antigen-antigen baru serta vaksinasi gabungan cacar dan BCG (Basillus Calmetto-Guerin) diperkenalkan di
Indonesia. Imunisasi di Indonesia semakin
berkembang sehingga pelbagai vaksin dilaksanakan yaitu BCG, DPT (difteri pertusis tetanus), Hib, TT di
puskesmas-puskesmas di berbagai propinsi dan berhasil baik. Pada masa kini, vaksin
–vaksin yang diberi pada balita ialah hepatitis
B, polio, BCG, DPT, Hib, campak, MMR, PCV, influenza, hepatitis A, tifoid (Sujono Riyadi, 2009).
Selama ini di Indonesia BCG dan
hepatitis B disuntikkan pasca lahir.
Tetapi sejak 2011 jadwal
imunisasi berubah dan vaksin yang disuntikkan adalah hepatitis B saja. BCG diberi pada bulan
ketiga. Pembaruan ini dilakukan oleh IDAI
(Ikatan Dokter Anak Indonesia). Apakah semua ibu tahu tentang ini? Selain itu, kebanyakan ibu tidak mengambil tahu
tentang imunisasi dan kepentingannya.
Banyak faktor seperti pendidikan,
ras, status sosial ekonomi ibu mempengaruhi cakupan imunisasi di Negara kita. Walaupun
angka kematian bayi berkurangan kasus
infeksi yang dilaporkan makin bertambah dari tahun 1980-2011 (WHO, 2011). Ada juga penolakan pemberian imunisasi
dikeranakan anggapan yang salah yang
berkembang di masyarakat yang tingkat pengetahuannya rendah dan kesadaran yang kurang terhadap imunisasi
(Apiryani, 2011).
Cakupan imunisasi dasar pada bayi
di provinsi Sumatera Utara pada tahun 2006
menunjukkan bahawa dari jumlah bayi sebanyak 379.562 jiwa, cakupan imunisasi BCG 83.6%, imunisasi DPT sebanyak
76.7%, imunisasi polio-1 sebanyak 75.6%,
imunisasi, imunisasi polio-4 sebanyak 82.4% dan imunisasi campak sebanyak 73.8% dengan angka dropout
sebanyak 6.6%. Terlihat bahwa cakupan
imunisasi yang paling rendah yaitu imunisasi campak dimana target cakupan imunisasi campak yaitu 90% (Ditjend
ppm-pl, 2007).
Meskipun seluruh imunisasi dasar
sudah diberikan gratis selama berpuluhan
tahun, cakupan imunisasi belum memenuhi UCI
dengan berbagai alasan seperti
pengetahuan ibu yang salah tentang imunisasi dan rendahnya kesadaran ibu membawa anaknya ke posyandu atau
puskesmes untuk mendapatkan imunisasi
yang lengkap kerana takut anaknya sakit dan ada pula merasa bahwa imunisasi tidak diperlukan untuk
bayinya, kurang informasi, kurang
motivasi, serta hambatan lainnya (Canon, 2007).
Dengan kenyataan berikut, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
gambaran pengetahuan ibu tentang kepentingan imunisasi balita di beberapa playgroup sekitar medan.
1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana tingkat pengetahuan ibu terhadap
manfaat imunisasi? 2. Bagaiman tingkat
pengetahuan ibu terhadap perubahan jadwal imunisasi? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi pada balita 1.3.2Khusus Untuk mengetahui apakah ada
hubungan antara pengetahuan ibu dengan variable-variabel
seperti usia, pendidikan, pekerjaan, keyakinan, social budaya, dan pengalaman ibu.
1.4 Manfaat Penelitian Hasil
penelitian ini dapat memberikan manfaat: 1.
Memberikan gambaran tentang tingkat pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap imunisasi pada balita.
2. Memberikan informasi pada ibu-ibu mengenai
manfaat imunisasi pada balita 3.
Memberikan informasi mengenai pembaruan jadwal imunisasi pada bayi dan balita.
4. Memberikan data untuk penelitian lebih lanjut
pada masa akan datang.


Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kepentingan Imunisasi Pada Bayi Dan Balita

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.