Jumat, 31 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Analisis Pembentukan Disonansi Kognitif Konsumen Pemilik Mobil Isuzu Panther Pada PT. ISUINDOMAS



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Seorang
konsumen dapat merasakan apakah ia merasa nyaman setelah melakukan suatu pembelian atau tidak. Kalau
konsumen merasakan ketidaknyamanan pasca melakukan transaksi pembelian berarti
konsumen telah mengalami kondisi
disonansi kognitif. Menurut Kotler dan
Armstrong (2003: 228): “disonansi
kognitif adalah ketidak-nyamanan pembeli karena konflik setelah pembelian.” Kondisi disonansi kognitif pembeli
dapat diukur dengan tiga dimensi yakni
emosional, kebijaksanaan pembelian dan perhatian setelah transaksi.
Seorang konsumen akan mengalami
disonansi kognitif pasca melakukan pembelian
suatu produk, terutama sekali produk yang mahal salah satu contohnya adalah produk otomotif seperti mobil.
Dunia perindustrian di Indonesia
terus berkembang. Salah satu industri yang
mengalami perkembangan dewasa ini adalah industri otomotif. Namun di tengah perkembangannya, industri otomotif
tanah air dihadapkan pada suatu dilema
yang cukup kompleks. Yakni naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.
Kenaikan harga BBM yang telah
berlangsung sejak bulan Juni 2008 lalu, akan
berdampak terhadap penjualan mobil, karena masyarakat akan berpikir untuk melakukan pembelian mobil, yaitu memilih mobil
yang menggunakan mesin diesel.

Dengan menggunakan mobil bermesin diesel, masyarakat berharap agar biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi BBM akan
lebih sedikit jika dibandingkan dengan
penggunanan mobil non-diesel. BBM bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat pengguna kendaraan
bermesin diesel hanya dipatok Rp 5.500,00
per liter sedangkan untuk pengguna kendaraan non-diesel harus rela membayar lebih, yaitu sebesar Rp 6.000,00
untuk setiap liternya. Hal ini akan menghemat
biaya sekitar Rp 500,00 untuk setiap liter yang dikeluarkan.
Namun dibalik itu, mobil mesin
diesel juga memiliki sejumlah kekurangan seperti biaya perawatan mesin yang relatif
besar, dapat menimbulkan polusi udara dan
suara, serta harganya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan mobil non-diesel.
Hampir setiap produsen mobil
menciptakan mobil yang bermesin diesel, namun
yang tetap menjadi pilihan utama masyarakat di Indonesia adalah Isuzu Panther. Isuzu Panther telah menjadi citra merek
(brand image) mobil diesel di Indonesia,
selain daripada itu mobil Isuzu Panther juga memiliki sejumlah keunggulan dibanding mobil diesel merek lain.
Keunggulannya antara lain: mobil Isuzu
Panther generasi terbaru telah teruji sebagai mobil yang irit BBM, tidak menimbulkan polusi udara yang berlebihan
karena telah lulus standar EURO-2 dan
suaranya tidak berisik, suku cadangnya lebih mudah didapat dan harga jual kembali juga cukup tinggi. Dari hal inilah
yang membuat banyak masyarakat memilih
menggunakan mobil merek Isuzu Panther, sehingga menempatkan mobil ini sebagai mobil diesel terlaris di Indonesia
( lihat Tabel 1.1).

Tabel 1.
Volume Penjualan Nasional Mobil
Diesel Periode Januari - Agustus Sumber:
www.kompascetak.com (Diolah Peneliti, 04/04/2008) PT Isunindomas Putra
merupakan salah satu main dealer kendaraan Isuzu di , salah satu produk unggulannya adalah
Isuzu Panther. Sebagai main dealer
produk Isuzu di , membuat perusahaan ini menjadi pilihan masyarakat dan sekitarnya sebagai tempat untuk melakukan
pembelian produk Isuzu khsnya produk Isuzu
Panther.
Setelah melakukan pembelian
produk Isuzu Panther, konsumen pasti mengetahui
apakah ia mengalami disonansi kognitif atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut maka peneliti melakukan
penelitian pendahuluan. Dari hasil penelitian
pendahuluan yang peneliti lakukan pada beberapa pemilik mobil Isuzu Panther, ternyata diketahui bahwa mereka
mengalami disonansi kognitif walaupun
dalam tingkat rendah. Disonansi kognitif tersebut terjadi karena pemilik mendapatkan kekurangan dari mobil Isuzu
Panther dan kehilangan sejumlah manfaat
dari mobil merek lain yang tidak dibeli (pesaing). Hal inilah yang menimbulkan disonansi kognitif.
Berdasarkan fenomena di atas,
peneliti tertarik untuk meneliti tentang disonansi kognitif konsumen pemilik mobil
Isuzu Panther yang melakukan pembelian
pada PT Isuindomas Putra dengan menuangkannya dalam bentuk skripsi, dengan judul “Analisis Pembentukan
Disonansi Kognitif Konsumen Pemilik
Mobil Isuzu Panther Pada PT Isuindomas Putra .” No. Merek Mobil
Volume Penjualan (unit) Persentase
Penjualan (%) 1. Isuzu Panther 3786
80, 2. Mitsubishi L300 663
14,1 3. Toyota Innova
243 5,2 4.
Mitsubishi Kuda 16 0,3 B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar
belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian ini
sebagai berikut: Faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi pembentukan disonansi kognitif konsumen pemilik mobil Isuzu Panther pada PT Isuindomas Putra ?
C. Kerangka Konseptual Menurut East
(dalam Japarianto, 2006:83): Disonansi
kognitif dideskripsikan sebagai suatu kondisi yang membingungkan, yang terjadi pada seseorang
ketika kepercayaan mereka tidak sejalan
bersama. Kondisi ini mendorong mereka untuk merubah pikiran, perasaan, dan tindakan mereka
agar sesuai dengan pembaharuan.
Disonansi dirasakan ketika seseorang berkomitmen pada dirinya sendiri dengan melakukan suatu
tindakan yang tidak konsisten.
Menurut Sweeney, Hausknecht dan
Soutar (dalam Japarianto, 2006:83): “Cognitive Dissonance dapat diukur dengan tiga dimensi yaitu:
Emotional, Wisdom of Purchase dan Concern
Over the Deal.” Ketiga dimensi tersebut dapat diartikan sebagai berikut: emotional sebagai emosional, wisdom of purchase sebagai
kebijaksanaan pembelian dan concern over the deal dapat diartikan sebagai perhatian setelah transaksi.
Berdasarkan teori tersebut, maka
dapat dibuat kerangka konseptual penelitian,
yaitu: Sumber: Japarianto, 2006 (Diolah Peneliti, 2008) Gambar 1.1Kerangka
Konseptual Dimensi Disonansi Kognitif: 1. Emosional.
2. Kebijaksanaan Pembelian.
3. Perhatian Setelah Transaksi Transaksi.
Disonansi Kognitif D. Hipotesis “Hipotesis adalah suatu perumusan sementara
mengenai suatu hal yang dibuat untuk
menjelaskan hal itu dan juga dapat menuntun/mengarahkan ke penyelidikan selanjutnya” (Umar, 2003:104) Berdasarkan
perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut:
Faktor-faktor dari dimensi emosional
yaitu setelah melakukan pembelian konsumen merasa: telah membuat sesuatu yang salah (1), putus asa (2),
menyesal (3), kecewa dengan diri sendiri (4), takut (5), hampa (6), marah (7), cemas
(8), kesal (9), frustasi (10), sakit hati (11), depresi (12), marah dengan diri sendiri
(13), muak (14), mendapat masalah (15),
dimensi kebijaksanaan pembelian yaitu telah melakukan hal yang tidak tepat untuk membeli mobil Isuzu Panther (16), merasa
tidak membutuhkan mobil Isuzu Panther
(17), merasa seharusnya tidak perlu membeli Isuzu Panther (18), telah membuat pilihan yang tidak tepat (19), dimensi
perhatian setelah transaksi yaitu telah
melakukan suatu kesalahan dengan persetujuan yang telah dibuat (20) telah melakukan suatu ketololan (21), tenaga penjual
telah membuat bingung (22), mempunyai
pengaruh terhadap pembentukan disonansi kognitif konsumen pemilik mobil Isuzu Panther pada PT Isuindomas
Putra .

Skripsi Manajemen:Analisis Pembentukan Disonansi Kognitif Konsumen Pemilik Mobil Isuzu Panther Pada PT. ISUINDOMAS

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.