BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah Perusahaan adalah
suatu bentuk organisasi yang disn dari berbagai elemen yang mempunyai tujuan untuk memperoleh
laba maksimal. Ketersediaan modal maupun
fasilitas yang memadai belum tentu dapat menjamin perusahaan untuk memperoleh laba yang maksimal akan
tetapi harus didukung oleh faktor manajemen
(pengelolaan) yang baik yaitu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan output dan feedback yang
memuaskan.
Martono & Harjito (2001:2),
mengatakan bahwa perusahaan memiliki tiga macam tujuan utama yang saling berkaitan,
yaitu : 1. Mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk
kemakmuran pemilik perusahaan.
2. Menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going
concern).
3. Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai
tanggung jawab sosial perusahaan.
Setiap perusahaan baik yang
bergerakdibidang usaha industri, dagang, maupun jasa senantiasa berusaha untuk meningkatkan
penjualannya, baik yang dilakukan
melalui penjualan secara tunai dan juga menawarkan penjualan secara kredit. Secara umum alasan perusahaanuntuk
melakukan penjualan secara kredit adalah
untuk mendorong atau meningkatkanpenjualan guna meningkatkan laba perusahaan. Penjualan kredit kini terbukti
mampu menarik pelanggan lebih banyak
daripada penjualan tunai akan tetapi transaksi ini dapat menimbulkan piutang usaha yang sewaktu-waktu macet dalam
pembayarannya oleh debitur.
Piutang usaha merupakan pos
penting dalam neraca perusahaan yang turut memberikan gambaran bagi keadaan likuiditas
perusahaan. Semakin besar penjualan
kredit yang diberikan oleh suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan memiliki laba dan sekaligus resiko usaha
yang tinggi. Resiko usaha tersebut contohnya
kerugian karena adanya piutang usaha yang tidak dapat tertagih atau debitur menunda-nunda pelunasan hutangnya yang
telah jatuh tempo sehingga saldo piutang
perusahaan meningkat dari waktu kewaktu. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang serius dan penting
mengenai keberadaan piutang usaha.
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia
I merupakan salah satu BUMN yang berbentuk perseroan dan bergerakdalam
bidang jasa perkapalan dan kepelabuhan.
Perusahaan ini memiliki tugas pokok menyediakan fasilitas dan peralatan pelabuhan, menyelenggarakan
pelayanan jasa labuh, tambat, bongkar/muat,
pergudangan dan lapangan penumpukan serta menyediakan areal tanah untuk bangunan, air bersih, instalasi
listrik dan usaha-usaha lain yang menunjang
tujuan perusahaan.
Berikut merupakan informasi dan
gambaran fluktuasi Total Piutang, Piutang
Lain-Lain Tidak Lancar dan LabaBersih (setelah pajak) pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I selama Tahun 2002 sampai dengan 2006.
Tabel 1.1 Piutang dan Laba Bersih PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Tahun 2002 - 2006 (Dalam Rupiah) Tahun
Total Piutang Fluktuasi (%) Total
Piutang LainLain Tidak Lancar Fluktuasi
(%) Laba Bersih
Fluktuasi (%) 2002
49.588.753.628 - 10.180.305.785 -
175.109.569.915 - 2003
33.678.271.814 67,92 9.859.352.315
96,85 121.901.926.542 69,61 2004 33.465.826.917 99,37
6.631.165.911 67,26 106.141.629.705 87,07 2005 37.263.026.672 111,35
5.274.830.502 79,55 118.938.865.368 112,06 2006
59.552.020.859 159,82 253.418.549
4,80 124.037.829.366 104,29 Sumber : Laporan Keuangan PT (Persero)
Pelabuhan Indonesia I .
Berdasarkan riset pendahuluan yang dilakukan
oleh penulis terhadap laporan keuangan
tahun 2002 sampai dengan 2006 terjadi fluktuasi total piutang yaitu peningkatan rata-rata total piutang
sebesar 38% sedangkan piutang lain-lain tidak
lancar mengalami penurunan rata-rata sebesar 38% dan laba bersih mengalami penurunan rata-rata sebesar 27%.
Total piutang yang semakin
meningkat, didalamnya terdapat juga piutang lain lain tidak lancar (piutang yang berumur
lebih dari 1 tahun) yang berpengaruh terhadap
terjadinya piutang macet (piutang yang berumur >2 tahun). Bila dihubungkan dengan total piutang, besarnya
laba yang berfluktuasi menyebabkan sebagian
dari jumlah laba pada tahun 2002 sampai 2006 bukanlah laba yang nyata dan dapat langsung dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan melainkan laba yang berasal dari piutang yang
belum tercairkan baik yang berumur <1
tahun atau >1 tahun.
Untuk mengetahui apakah manajemen
piutang memiliki hubungan terhadap
besarnya laba yang dihasilkan selama periodetertentu, maka penulis tertarik untuk mengambil judul: “Analisis
Hubungan Manajemen Piutang terhadap
Kemampulabaan Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I “.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka
perumusan masalah dalam penelitian ini
adalah “Adakah hubungan antara manajemen piutang dengan peningkatan/pencapaian kemampulabaan pada PT
(Persero) Pelabuhan Indonesia I ? “ C. Kerangka Konseptual Berikut adalah gambaran model kerangka
pemikiran yang akan mengkaji hubungan
antara Receivable Turnoverdan Days Sales Outstandingterhadap kemampulabaan yang diukur dengan Return On
Investment.
Receivable Turnover Kemampulabaan Days
Sales Outstanding Sumber : Sartono,
Riyanto (Diolah) Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual
Mengkaji hubungan diantara manajemen
piutang dalam hal kemampulabaan maka
dapat dilihat dari Receivable
Turnover(Perputaran Piutang) dan Days
Sales Outstanding (Periode Penagihan Rata-Rata/Hari RataRata Pengumpulan
Piutang).
Riyanto (2001:84) berpendapat
bahwa piutang sebagai elemen modal kerja
selalu dalam keadaan berputar-putar. Makin lunak atau makin lama pembayaran piutang, ini berarti bahwa tingkat
perputarannya adalah makin rendah dan
begitu juga sebaliknya jika semakin tinggi tingkat perputarannya maka semakin besar pula piutang perusahaan yang
terkumpul dan secara langsung akan meningkatkan
keuntungan perusahaan. Sartono (2001:119) berpendapat terlalu tinggi periode pengumpulan piutang berakibat
timbulnya bad-debtdan investasi dalam
piutang menjadi terlalu besar sehingga akan mempengaruhi kemampulabaan perusahaan.
Pada penelitian ini untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh
laba digunakan salah satu rasio profitabilitas yaitu Return On Investment (ROI). ROI merupakan salah satu
alat yang biasa dipergunakan untuk menilai
kesuksesan atau prestasi perusahaan secara keseluruhan, yang secara umum didefinisikan sebagai net incomedibagi
dengan total investasi (Sawir, 2005:19).
D. Hipotesis Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan
maka hipotesis yang diambil penulis
ialah: Manajemen Piutang dilihat dari Receivable Turnoverdan Days Sales Outstandingmemiliki hubungan yang
positif dan signifikan terhadap Kemampulabaan
pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I .
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian a.
Untuk menganalisis hubungan manajemen piutang yang diterapkan oleh PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dengan kemampulabaan
perusahaan serta membandingkan penerapan
teori yang dipelajari diperguruan
tinggi dengan aplikasi dilapangan.
b. Untuk menganalisis kondisi piutang yang
terjadi dan aksi yang dilakukan
perusahaan sebagai upaya didalam menanggulangi piutang.
0 komentar:
Posting Komentar