Senin, 06 Oktober 2014

Skripsi Civil Engineering:Perilaku Balok Beton Bertulang Dengan Perkuatan Pelat Baja Dalam Memikul Lentur



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Beton bertulang dapat dikatakan sebagai bahan
konstruksi yang sangat penting.
Beton bertulang digunakan dalam
berbagai bentuk untuk hampir semua struktur, seperti bangunan,
jembatan, pengerasan jalan,
bendungan, terowongan, dan
sebagainya.
Dengan desain
tertentu beton bertulang
akan mampu memikul
beban yang sesuai dengan
perencanaan. Sukses beton
bertulang sebagai bahan konstruksi yang universal dapat di pahami jika dilihat dari segala
kelebihan yang dimilki oleh beton itu sendiri, salah
satu kelebihan dari
beton adalah mempunya
kapasitas tekan yang
tinggi. Akan tetapi
beton juga memiliki
kekurangan yang dapat
menyebabkan kerusakan pada struktur
beton yang akan mengakibatkan kekuatan dan daya dukung beton berkurang.
Jika suatu
struktur memikul beban
yang berlebihan atau
tidak sesuai dengan perencanaan,
maka struktur tersebut
akan mengalami lendutan
melebihi kemampuan struktur dan akan mengakibatkan terjadinya
retak/ patahan pada struktur tersebut. Oleh karena
itu dibutuhkan suatu
metode perbaikan bahan
dan perkuatan guna mengembalikan kekuatan
struktur. Hal ini
banyak diakibatkan oleh
suatu bangunan/struktur yang
mengalami perubahan fungsi
ruang dari fungsi
yang direncanakan sebelumnya.
Sesuai dengan struktur
bangunan yang dibangun
maka sewaktu-waktu terjadi
perubahan fungsi yang
tak terduga sebelumnya,
yaitu penambahan beban atau
pertambahan fungsi ruang diatas bangunan.
Dengan alasan
diatas penulis ingin
melanjutkan penelitian tentang
perkuatan balok beton
dalam memikul lentur
yang sebelumnya sudah
pernah diuji mahasiswa Fakultas
Teknik Sipil dalam
tugas akhir dengan
metode yang berbeda.
Penelitian ini dilakukan pada bangunan yang mengalami
kegagalan struktur < 50%, dengan kata lain struktur bangunan yang diberi perkuatan adalah
bangunan yang masih berfungsi 70%-nya. Penelitian tersebut dilakukan dengan
cara memberikan perkuatan pelat baja pada balok beton bertulang.
1 1.2
Maksud Dan Tujuan Adapun maksud
penelitian ini adalah untuk mengetahui perkuatan
suatu balok dengan menggunakan
pelat baja dan tanpa menggunakan pelat baja.
Adapun tujuan
dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui
berapa besar peningkatan
kuat lentur pada
balok beton bertulang
dengan menggunakan pelat
baja dibandingkan dengan balok
tanpa menggunakan pelat baja.
1.3 Ruang Lingkup Permasalah Dengan makin banyaknya perkuatan yang
dilakukan pada struktur beton, maka perlu diketahui
tahapan-tahapan dalam melakukan
perkuatan sehingga dapat
tercapai sasaran dari
perkuatan yang dilakukan.
Sesuai dengan maksud
dan tujuan penulisan tugas akhir di atas maka timbul suatu
permasalahan apakah dengan menggunakan pelat baja terhadap balok cukup kuat untuk memikul
lentur dari beban yang direncanakan.
Mempelajari hal
tersebut penulis ingin
mengadakan pengujian laboratorium
dengan melakukan pengujian kuat
tekan balok dengan menggunakan pelat baja yang nantinya akan
dibandingkan dengan balok
tanpa pelat baja.
Dimana pada penelitian
ini balok ditumpu sederhana sendi-rol dan pembebanan
dengan sistem beban terpusat.
1.4 Metode Penelitian Bahan untuk pembuatan balok beton yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pasir
alami, kerikil bulat, air, semen type-1 (semen padang), Baja tulangan U dengan ɸ14
mm, tulangan sengkang
ɸ6 mm,
kawat beton, kayu
multiplex tebal 9mm,
broti ukuran inci, pelat baja dengan ketebalan 2mm &
panjang 3m.
Pengujian dilakkukan
di laboratorium menggunakan
3 (buah) benda
uji kubus dan 3 (tiga) buah benda uji silinder untuk
pengujian kuat tekan, benda uji balok beton persegi yang berukuran (20x30x300) cm sebanyak
3 (tiga) buah. Satu buah balok beton bertulang tanpa
perkuatan pelat baja
dan dua buah
balok beton bertulang
yang diberi perkuatan pelat baja dengan pembebanan sistem
terpusat. Mutu kuat tekan karakteristik direncanakan adalah
K . Perawatan
terhadap benda uji
balok beton dengan
cara menutupi seluruh
permukaan beton dengan
kain basah atau
selimut dan dikontrol supaya
tetap basah selama
28 hari, sedangkan
pelepasan bekesting dilakukan
lebih kurang 24 jam dari saat
pengecoran. Meterial perekat yang digunakan pada balok beton 2 dan pelat
baja adalah Sicadur
31 CF Normal
yang terdiri dari
dua komponen epoxy untuk perekat dan perbaikan struktur
beton.
Pembebanan dilakukan
dengan sistem beban
terpusat. Parameter yang
diukur pada penelitian
ini adalah lendutan
dan lebar retakan.
Pembebanan dilakukan secara bertahap
dengan kenaikan beban
setiap 0,5 ton.
Setiap kenaikan 0,5
ton dilakukan pembacaan
penurunan dan penggambaran
pola retak yang
terjadi. Pembebanan dihentikan setelah balok mengalami retak dan
lendutan yang besar sehingga meskipun diberi beban,
balok tidak lagi
memberi perlawanan. Hasil
pengujian ini kemudian dibandingkan dengan hasil analisa.
Gambar 1.1 Sketsa Pengujian Benda
Uji Balok Persegi • Analisa Data Tata cara perhitungan struktur beton pada
penelitian ini menggunakan SNI 03-2847-2002.
-
Keruntuhan Tarik Pada perencanaan tulangan lentur balok beton bertulang,
keruntuhan tarik terjadi bil: b ρ ρ <
- Keruntuhan Seimbang Pada perencanaan
tulangan lentur balok beton bertulang, keruntuhan seimbang terjadi bila: b
ρ ρ = - Keruntuhan Tekan Pada
perencanaan tulangan lentur balok beton bertulang, keruntuhan terjadi bila : b ρ ρ > 2P P P A B L
3 Syarat kekuatan lentur adalah ɸMn
≥Mu, dimana ɸuntuk
lentur murni adalah 0,8. Batas nilai
rasio tulangan minimum adalah fy 4, min =
ρ Luas tulangan minimun ( min As ) yang diambil : bd A min min ρ = Dari persamaan kesetimbangan
tersebut diperoleh persamaan untuk menghitung besarnya momen nominal penampang sebagai berikut :       −= ..
β cdfAM ysn dengan : )..'.85,0( β bf fA c c ys − = maka: LP M u u =
sehingga, L M P u u
= Dari analisa diatas maka hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan
kuat lentur balok sebesar 50% - 90% dari
kekuatan awal.
1.5 Pembatasan Masalah Agar maksud yang hendak dicapai sesuai dengan
tujuan penulisan maka dibatasi permasalahan
yang ditinjau antar lain: 1. Balok beton bertulang dianalisa hanya menahan
lentur 2. Balok tanpa perkuatan dibebani hingga
mengalami runtuhan/ retakan pertama 3. Pengujian dilakukan pada balok yang diperkuat
dengan pelat baja hingga mengalami runtuhan/
retakan pertama 4 1.5
Tinjauan Pustaka Perkuatan
struktur dilakukan untuk bangunan yang
riskan terhadap beban baru yang
akan harus didukung, sehingga perlumeningkatkan kemampuan bangunan tersebut atau
menambahkan elemen struktur baru yang tidak
tersedia atau dianggap
tidak ada pada
saat struktur di
bangun. Perkuatan struktur
biasanya dilakukan sebagai
upaya pencegahan sebelum struktur
mengalami kehancuran.

Skripsi Civil Engineering:Perilaku Balok Beton Bertulang Dengan Perkuatan Pelat Baja Dalam Memikul Lentur

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.