Senin, 06 Oktober 2014

Skripsi Civil Engineering:Analisis Potensi Likuifaksi Pada Proyek Ware House



BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG Fenomena
gempa bumi merupakan
problem global di
dunia, tidak mungkin melakukan pencegahan terhadap kejadian
gempa, namun dimungkinkan untuk
memitigasi pengaruhnya terhadap manusia.
Gempa sebenarnya
adalah adanya pergeseran
lempengan di dalam
bumi, akibat pergeseran lempengan
tersebut menimbulkan getaran ke permukaan bumi.
Getaran tersebutlah
yang menimbulkan bencana
bagi kehidupan manusia.
Dan Indonesia termasuk daerah
yang memiliki aktifitas
gempa bumi yang
tinggi.
Ditandai dengan
lokasi Indonesia yang
terletak pada pertemuan
empat lempeng tektonik
utama bumi yaitu
Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Pasifik
dan Filiphine.
Maka dari
itu, perencanaan pembangunan
di Indonesia perlu
juga memperhitungkan resiko
–resiko yang disebabkan oleh terjadinya gempa. Resiko tersebut
terjadi pada kegagalan
struktur bangunan dan
pada kegagalan struktur tanah yang menopang bangunan diatasnya.
Dalam tugas akhir ini, penulis
membahas salah satu kegagalan yang terjadi pada struktur tanah sehingga menjadikan tanah
tersebut tidak memiliki kekuatan untuk
menopang bangunan di atasnya. Salah satu kegagalan struktur tanah yang menopang bangunan diatasnya disebut dengan
Likuifaksi.
Melihat kebutuhan lahan akan
pembangunan terus meningkat, ada kalanya pembangunan
terpaksa dilakukan di
atas tanah dengan
daya dukung yang
tidak memenuhi seperti
pada tanah pasir
lepas. Likuifaksi sangat
rentan terjadi pada tanah pasir
(nonkohesif) dalam keadaan
lepas (gradasi seragam)
dan jenuh air, karena tanah
tersebut lebih banyak
berpotensi menyimpan air
sehingga dapat menyebabkan kehilangan kekuatan geser dan
kekakuan pada tanah.
Likuifaksi adalah
proses hilangnya kekuatan
geser dan kekakuan
tanah akibat adanya
tegangan air pori
yang timbul akibat
beban siklis (berulang).
Hilangnya kekuatan geser dan
kekakuan tanah akibat beban siklis (berulang) yang secara
tiba-tiba dapat meningkatkan
tekanan air pori
dan berakibat terhadap berkurangnya
tegangan vertikal efektif.
Jika tegangan vertikal
efektif turun menjadi nol, maka tanah akan mencair dan
berperilaku sebagai fluida dan tidak mempunyai
kekuatan lagi untuk
menopang bangunan di
atasnya. Fenomena ini yang
sering sekali membuat bangunan menjadi amblas.
1.2. PERMASALAHAN Setelah dilakukan penyelidikan tanah pada
Proyek Ware House Belawan, terdapat lapisan
pasir jenuh air.
Lapisan pasir yang
jenuh air berpotensi
untuk terjadinya likuifaksi.

Lokasi Proyek Ware House Belawan terletak di wilayah yang berpotensi mengalami
gempa. Sehingga diperlukan
adanya perhitungan nilai
percepatan tanah yang berfungsi
untuk menganalisis potensi terjadinya gempa.
Oleh karena masalah tersebut, diperlukan
adanya analisis potensi likuifaksi pada
lapisan tanah.
1.3. TUJUAN Adapun tujuan
penulisan Tugas Akhir ini adalah : 1.
Untuk mengetahui perubahan
nilai percepatan gempa
dari batuan dasar sampai
ke permukaan tanah di lokasi Proyek Ware House Belawan; 2.
Untuk mengetahui tingkat potensi likuifaksi pada lokasi Penelitian.
1.4. MANFAAT Tugas Akhir ini diharapkan bermanfaat untuk : 1. Pihak-pihak atau mahasiswa yang akan membahas
hal yang sama; 2. Pihak-pihak
yang membutuhkan informasi
dan mempelajari hal
yang dibahas dalam laporan Tugas
Akhir.
1.5. PEMBATASAN MASALAH Pada studi Tugas Akhir ini, batasan-batasannya
antara lain : 1. Lokasi yang diteliti
adalah area Proyek Ware House Belawan berdasarkan data penyelidikan tanah; 2.
Fungsi atenuase yang
digunakan dalam analisa
resiko gempa adalah Fungsi
Atenuase Joyner &
Boore (1988) dan
Fungsi Atenuase Crouse (1991); 3.
Input gempa yang digunakan adalah Gempa Elcentro.
1.6. METODOLOGI PENELITIAN Metode
yang dipergunakan dalam tulisan ini adalah : 1.
Mengumpulkan data gempa dengan magnitude diatas 5 skala richter yang terjadi dalam radius 500 km dari Proyek Ware
House Belawan. Dan data diambil mulai
dari tahun1973 sampai dengan tahun 2012; 2.
Menghitung percepatan
gempa di batuan
dasar (PGA) dengan mengunakan
Fungsi Atenuase Joyner
& Boore (1988) dan
Fungsi Atenuase Crouse (1991); 3. Kemudian mendapatkan percepatan gempa di
batuan dasar yang mewakili semua
kejadian gempa dengan menggunakan pendekatan Metode Gumbel untuk periode ulang 200 tahun; 4.
Kemudian menghitung percepatan
tanah di permukaan
tanah dengan menggunakan Program Edushake. Dalam perhitungan analisis
percepatan gempa di permukaan tanah
harus menganalisa lapisan tanah pada lokasi tersebut; 5.
Menghitung nilai CSR
(Cyclic Stress Ratio)
dan menghitung nilai
CRR atau disebut dengan (N ) berdasarkan
data SPT; 6. Menganalisis potensi likuifaksi pada lapisan
pasir bedasarkan grafik Seed et al.
1.7. SISTEMATIKA PENULISAN Rancangan
sistematika penulisan secara keseluruhan
pada tugas akhir ini terdiri dari
5 (lima) bab, uraian masing-masing bab adalah sebagai berikut: Bab I:
Pendahuluan Bab ini berisi
tentang uraian umum,
latar belakang penulisan,
tujuan, manfaat, pembatasan
masalah dan metodologi serta sistematika penulisan.
Bab II: Tinjauan Pustaka Bab ini
mencakup segala hal
yang dapat dijadikan
sebagai dasar bagi penulis
untuk mendukung analisis pada tugas akhir ini.
Bab III: Metodologi Penelitian Bab ini berisi
tentang berbagai tahapan metodologi yang
dilakukan dalam pengambilan data yang mendukung analisis tugas.
Bab IV: Analisa Data Bab ini berisis tentang hasil perhitungan
Analisa Potensi Likuifaksi pada Proyek Ware House Belawan.
Bab V: Kesimpulan dan Saran


Skripsi Civil Engineering:Analisis Potensi Likuifaksi Pada Proyek Ware House

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.