Download lengkap Versi Word
Selasa, 07 Januari 2014
Skripsi Agribisnis: Dampak Status Penguasaan Lahan Terhadap Sosial Ekonomi Petani Sayur-Mayur
Kelurahan Tanah Enam Ratus sebgai bagian dari Kecamatan Medan Marelan memiliki luas wilayah sebesar 524,9 Ha. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani khususnya sayur-mayur. Begitu juga sebagian besar luas lahan digunakan untuk pertanian. Status penguasaan lahan didaerah penelitian ada tiga yaitu milik, sewa dan pinjam pakai. Penelitian dilakukan untuk menganalisa dampak status penguasaan lahan terhadap sosial ekonomi petani sayur-mayur di daerah penelitian. ... Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif, analisis variansi satu arah (one way ANOVA) .Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Petani sayur-mayur di daerah penelitian terbagi atas tiga status penguasaan lahan yaitu petani pemilik, petani penyewa dan petani pinjam pakai. 2. Produktivitas usahatani petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan berbeda nyata dengan Fhit = 14,683 lebih besar dari Ftabei = 3,23. 3. Biaya produksi petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan berbeda nyata dengan Fhit = 13,657 lebih besar dari Ftabei = 3,23. 4 Pendapatan petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan tidak berbeda nyata dengan Fhit = 1,088 lebih besar dari Ftabei = 3,23. Disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pendapatan petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan di daerah penelitian. 5 Curahan tenaga kerja berdasarkan status penguasaan lahan tidak berbeda nyata dengan Fhit =0,315 lebih kecil dari F,abei = 3,23. Curahan tenaga kerja dalam keluarga berdasarkan status penguasaan lahan berbeda nyata dengan Fhu - 19,02 lebih besar dari Ftabei = 3,23. Curahan tenaga kerja luar keluarga berdasarkan status penguasaan lahan tidak berbeda nyata dengan Fhit = 2,93 lebih kecil dan Ftabei = 3,23. 6. Produktivitas tenaga kerja petani sayur-mayur berdasarkan < status penguasaan lahan berbeda nyata dengan Fhit = 4,42 lebih besar dari Ftabei = 3,23. 7. Pendapatan tenaga kerja petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan tidak berbeda nyata dengan Fhit = 0,703 lebih besar dari Ftabei - 3,23. Disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pendapatan tenaga kerja petani sayur-mayur berdasarkan status penguasaan lahan di daerah penelitian. 8. Didaerah penelitian petani sayur-mayur menganut pola tanam diversifikasi. Pola tersebut dilakukan dengan menanam jenis sayur-mayur yang berbeda pada setiap petak lahan yang diusahakannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar