Download lengkap Versi Word
Selasa, 07 Januari 2014
Skripsi Agribisnis: Analisis Usahatani Pola Tumpang Sari di Lahan Kering Berdasarkan Skala Usaha
Tumpang Sari adalah suatu pola pertanaman berganda antara dua jenis tanaman atau lebih ditanam secara serempak pada tahun yang sama. Dalam hal ini yang ditanam adalah kentang sebagai tanaman utama dan cabai sebagai tanaman sekunder. Penelitian dilakukan untuk menganalisis usahatani pola tumpang sari tersebut berkenaan dengan tingkat produktivitas, biaya produksi , pendapatan bersih, titik impas dan profitabilitas antar skala usaha serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode proporsional stralified random sampling. Analisis data menggunakan metode tabulasi sederhana, uji beda rata-rata (t-test), regresi Cobb-Douglass, regresi linier berganda dan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Sistem pertanaman tumpang sari dilakukan secara selang-seling, kentang sebagai tanaman utama dan cabai sebagai tanaman sekunder. Jarak tanam antara kentang dan cabai ± 50 cm, 2. Tidak ada perbedaan nyata produktivitas perhektar per-jenis tanaman (parsial) antar skala usaha. 3. Tidak ada perbedaan nyata biaya produksi dan pendapatan bersih perhektar usahatani pola tumpang sari antar skala usaha. 4. Faktor sarana produksi, luas lahan, peralatan dan tenaga kerja (secara simultan) tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas usahatani pola tumpang sari. 5. Faktor sarana produksi, luas lahan, peralatan dan tenaga kerja (secara simultan) berpengaruh nyata terhadap biaya produksi usahatani. 6. Faktor sarana produksi, luas lahan, peralatan dan tenaga kerja (secara simultan) berpengaruh nyata terhadap pendapatan bersih usahatani pola tumpang sari. 7. Titik impas (BEP) volume produksi terbesar pada kentang dan cabai adalah pada skala usaha besar masing-masing sebesar 2,123.64 Kg/Ha dan 447.08 Kg/Ha. Titik impas (BEP) harga produksi kentang dan cabai terbesar juga terdapat pada skala usaha besar, masing-masing sebesar Rp 1,117.02/Kg dan Rp 5,795.55/Ha. 8. Nilai R/C ratio masing-masing > 1, artinya kedua-duanya menguntungkan. Tingkat profitabilitas (R/C) ratio pada kedua skala usaha tidak jauh berbeda. Secara kumulatif nilai R/C ratio sebesar 7,59 artinya petani memperoleh uang 7,59 kali lipat dari biaya yang dikeluarkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar