Pasar
minyak nabati di pasar internasional merupakan salah satu pasar yang
kompetitif. Pasar ini melibatkan lebih dari sembilan jenis minyak serta hampir
diproduksi dan dikonsumsi di semua negara, baik negara maju maupun negara yang
sedang berkembang (Susila, 2010).
Ada
13 jenis minyak nabati yang diproduksi dan dikonsumsi oleh dunia antara lain
minyak sawit (palm oil), minyak kernel sawit (palm kernel oil),
minyak kedelai (soyabean oil), minyak bunga matahari (sunflower oil),
minyak rape (rapeseed oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak
kacang tanah (groundnut oil), minyak biji kapas (cottonseed oil), minyak
jagung (corn oil), minyak zaitun (olive oil), minyak jarak (castor
oil), minyak wijen (sesame oil), dan minyak biji rami (linseed
oil). Dari ketiga belas minyak nabati dunia terdapat empat jenis yang
memiliki tingkat konsumsi yang cukup besar yakni minyak sawit, minyak kedelai,
minyak rape dan minyak bunga matahari (Sipayung, 2012).
Peningkatan
harga minyak bumi dunia dan krisis energi yang terjadi memberikan dampak kepada
meningkatnya konsumsi minyak nabati dunia. Minyak nabati yang memiliki harga
yang lebih murah dibandingkan dengan minyak bumi menjadi salah satu alasan
banyaknya negara-negara yang menggunakan minyak nabati. Selain sebagai bahan
baku untuk pembuatan bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan, minyak
nabati juga merupakan sumber energi penting dalam perindustrian dunia.
Negara-negara yang memproduksi biodiesel sebagai pengganti minyak bumi
diantaranya Eropa, Brazil, Amerika Serikat dan Malaysia. Pentingnya minyak nabati sebagai bahan
bakar alternatif yang banyak dikonsumsi oleh negara-negara di dunia membuat
permintaan minyak nabati ini semakin meningkat (Luthfiandy, 2011).
Di dalam perdagangan dunia, empat jenis minyak nabati yang
terbesar memiliki share sebesar 91,56% (60,39 juta metrik ton) dan share
terhadap produksi dunia sebesar 85,38% (136,49 juta metrik ton) (USDA,
2012).
Dari Tabel 1 dapat
dilihat bahwa palm oil menempati posisi pertama dengan konsumsi pada
tahun 2012 sebesar 53,61 juta metrik ton. Hal ini menunjukkan bahwa palm oil
merupakan salah satu minyak nabati yang paling dibutuhkan dunia dalam
memenuhi kebutuhannya. Selain pada aspek konsumsi, hal tersebut juga terjadi
pada aspek produksi dimana produksi minyak nabati dunia masih didominasi oleh palm
oil.
Tabel 2 menunjukkan
bahwa palm oil juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan soyabean oil, rapeseed oil dan sunflower oil.
Produksi minyak nabati secara umum ditujukan untuk keperluan pangan, sebagian
lainnya digunakan untuk keperluan non pangan (khususnya industri oleokimia dan
biodiesel) dan sisanya digunakan sebagai pakan ternak. Secara kimiawi, minyak
nabati memiliki persamaan utama yaitu memiliki trigliserida dengan asam
lemak yang terikat pada lengan-lengannya (Buana, 2004).
Dari
gambar 1 dapat dilihat bahwa terjadi pergeseran pangsa pasar minyak kedelai
oleh minyak sawit, dimana sebelum tahun 2003 pasar minyak nabati didominasi
oleh minyak kedelai dan setelah tahun 2003 pasar minyak nabati didominasi oleh
minyak sawit.
Mengingat
komposisi yang serupa maka antar minyak nabati dapat saling bersubstitusi.
Adanya pergeseran pangsa pasar tersebut dan adanya kesamaan kegunaan diantara
minyak sawit, minyak kedelai, minyak rape dan minyak bunga matahari membuat keempat jenis minyak
nabati ini saling bersubstitusi maupun berkomplementer. Suatu barang yang memiliki
hubungan yang saling bersubstitusi maupun berkomplementer maka harga dari
barang tersebut akan saling mempengaruhi.
Oleh karena itu perlu dilakukan suatu analisis untuk
mengetahui apakah keadaan harga suatu minyak nabati bergerak selaras dengan
minyak nabati lain yang merupakan barang substitusinya ataupun komplementernya
di pasar dunia.
1.2. Identifikasi Masalah
Seperti yang telah disinggung dalam latar belakang, maka
dapat diidentifikasikan masalah penelitian yaitu :
1. Bagaimana hubungan kausalitas
harga minyak sawit, minyak kedelai, minyak rape dan minyak bunga matahari di
pasar internasional ?
2. Bagaimana hubungan kointegrasi harga diantara harga minyak
sawit, minyak kedelai, minyak rape dan minyak bunga matahari di pasar
internasional ?
Sesuai dengan identifikasi masalah diatas, maka tujuan
penelitian adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis hubungan kausalitas
harga minyak sawit, minyak kedelai, minyak rape dan minyak bunga matahari di
pasar internasional.
2. Menganalisis hubungan kointegrasi harga diantara harga
minyak sawit, minyak kedelai, minyak rape dan minyak bunga matahari di pasar
internasional.
Adapun kegunaan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Sebagai bahan informasi kepada
para pelaku ekonomi untuk mengetahui keadaan harga minyak nabati dunia dan
hubungannya.
2. Sebagai bahan pertimbangan kepada
pemerintah dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan minyak nabati
dunia.
3. Sebagai bahan referensi atau sumber informasi bagi pihak
yang membutuhkan khususnya kalangan akademis yang akan mengadakan penelitian
selanjutnya.
Download lengkap Versi Word
0 komentar:
Posting Komentar