Senin, 06 Januari 2014

Skripsi Manajemen: Tingkat Adopsi Petani Terhadap Teknologi Pertanian Terpadu Usahatani Padi Organik








Dalam
beberapa tahun dekade terakhir, masyarakat dunia mulai memperhatikan persoalan
lingkungan dan ketahanan pangan yang dilanjutkan dengan melaksanakan usaha –
usaha yang terbaik untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadinya
kerusakan sumberdaya tanah, air, dan udara. Akan tetapi karena kerawanan pangan
sering terjadi dibanyak negara yang sedang berkembang, maka negara – negara
industri berusaha mengembangkan teknologi “revolusi hijau” untuk mencukupi
ketahanan pangan dunia (Sutanto, 2002).



Di Indonesia
pertanian organik baru dikenal awal tahun 1990-an. Pertanian Organik merupakan
kegiatan bercocok tanam yang akrab dengan lingkungan. Pertanian organik
berusaha meminimalkan dampak negatif bagi alam sekitar. Ciri utama pertanian
organik adalah penggunaan varietas lokal yang relatif masih alami, diikuti
dengan penggunaan pupuk organik dan pestisida organik. Pertanian organik
merupakan tuntutan zaman, bahkan sebagai pertanian masa depan. Akhir–akhir ini
kesadaran manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan makin meningkat (Andoko,
2008).



Pertanian
organik sebagai bagian pertanian akrab lingkungan perlu segera dimasyarakatkan
atau diingatkan kembali sejalan makin banyaknya dampak negatif terhadap
lingkungan yang terjadi akibat dari penerapan teknologi intensifikasi yang
mengandalkan bahan kimia pertanian. Disamping itu, makin meningkatnya jumlah
konsumen produksi bersih dan menyehatkan serta meluasnya gerakan “green
consumer” merupakan pendorong segera disosialisasikan gerakan pertanian organik
(Sutanto, 2002).



Desa
Lubuk Bayas terletak di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi
Sumatera Utara. Mayoritas pekerjaan penduduk desa Lubuk Bayas bergerak di
bidang pertanian, terutama padi sawah. Desa ini menerapkan sistem Pertanian
Tanaman Terpadu khususnya padi organik yang sudah dimulai sejak tahun 2008.
Kelompok Tani Subur merupakan satu-satunya kelompok pertanian padi organik di
Desa Lubuk Bayas. Daerah ini merupakan daerah terbesar binaan BITRA di Provinsi
Sumatera Utara mengenai produksi padi organik. Daerah ini juga sering diberikan
pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan produksi padi organik Dinas Pertanian
Kabupaten Serdang Bedagai.



Hal inilah yang menjadi alasan penulis ingin meneliti tentang
tingkat adopsi petani terhadap usahatani padi organik.




Berdasarkan pada uraian latar belakang sebelumnya, maka dapat
dirumuskan beberapa identifikasi masalah sebagai berikut :



1. Bagaimana tingkat adopsi petani
terhadap teknologi pertanian terpadu usahatani padi organik di daerah
penelitian ?



2. Apakah ada hubungan antara karakteristik sosial ekonomi
(umur, tingkat pendidikan, total pendapatan, luas lahan dan pengalaman bertani)
petani dengan tingkat adopsi petani terhadap teknologi pertanian terpadu
budidaya padi organik di daerah penelitian ?







Berdasarkan identifikasi masalah maka tujuan penelitian dapat
dirumuskan sebagai berikut :



1. Untuk mengetahui tingkat adopsi
petani terhadap teknologi pertanian terpadu usahatani padi organik di daerah
penelitian.



2. Untuk mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi
(umur, tingkat pendidikan, total pendapatan, luas lahan dan pengalaman bertani)
petani dengan tingkat adopsi petani terhadap teknologi pertanian terpadu
budidaya padi organik di daerah penelitian.










1. Sebagai bahan referensi dan study
untuk pengembangan ilmu bagi pihak – pihak yang membutuhkan.



2. Sebagai bahan pertimbangan bagi
para pengambil keputusan dan kebijakan dalam rangka peningkatan produksi
usahatani padi organik.



3. Sebagai bahan informasi bagi peneliti dalam mengembangkan
wawasan untuk menjadi seorang peneliti.




 

Download lengkap Versi Word














Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.