Senin, 16 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Hubungan Antara Waist-Hip Ratio dengan Derajat Nyeri Penyakit Osteoartritis Lutut pada Pasien

Download Skripsi Kedokteran:Hubungan Antara Waist-Hip Ratio dengan Derajat Nyeri Penyakit Osteoartritis Lutut pada Pasien

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Osteoartritis (OA) merupakan penyakit persendian yang kasusnya paling umum dijumpai secara global. Diketahui bahwa OA diderita oleh 151 juta jiwa di seluruh dunia dan mencapai 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara (WHO, 2004). Prevalensi OA juga terus meningkat secara dramatis mengikuti pertambahan usia penderita. Berdasarkan temuan radiologis, didapati bahwa 70% dari pasien yang berumur lebih dari 65 tahun menderita OA (Brooks, 1998). Prevalensi OA lutut pada pasien wanita berumur 75 tahun ke atas dapat mencapai 35% dari jumlah kasus yang ada. Diperkirakan juga bahwa satu sampai dua juta lanjut usia di Indonesia menjadi cacat karena OA (Soeroso, 2006). Berat badan sering dikaitkan sebagai faktor yang memperparah OA pasien. Pada sendi lutut, dampak buruk dari berat badan berlebih dapat mencapai empat hingga lima kali lebih besar sehingga mempercepat kerusakan struktur tulang rawan sendi. Hasil penelitian Davis et al (1990) menunjukkan bahwa obesitas (obese) memberikan nilai odds ratio sebanyak 8.0 terhadap risiko OA lutut. Studi lain dari peneliti kesehatan masyarakat University College London menyimpulkan bahwa obesitas meningkatkan risiko terjadinya OA lutut hingga empat kali banyaknya pada pria dan tujuh kali pada wanita. Kemungkinan terjadinya OA pada salah satu lutut pasien obese malah mencapai 5 kali lipat dibandingkan dengan pasien yang Non Obese. Fakta tersebut menyimpulkan bahwa obesitas merupakan suatu faktor risiko terjadinya OA, terutama pada sendi lutut (Arthritis Research Campaign, 2007). Obesitas juga dianggap sebagai salah satu faktor yang meningkatkan intensitas nyeri yang dirasakan pasien OA lutut (Thumboo, 2002). Menurut Soeroso ( 2006 ), pasien OA dengan obesitas sering mengeluhkan nyeri pada sendi lutut dibandingkan dengan pasien yang Non Obese. Peningkatan dari rasa nyeri dan ketidakmampuan fungsi pada lutut pasien penderita OA semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu (Conaghan, 2008). Pada pasien dewasa dengan umur 45 tahun ke atas, 19% dari mereka mengeluhkan nyeri yang terpusat di sendi lutut (Urwin, 1998). Dapat disimpulkan bahwa meningkatnya rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien OA selain dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit dan umur, status obese yang diderita pasien turut mempengaruhi. Salah satu metode untuk dapat menilai apakah seseorang itu obesitas atau tidak adalah dengan menggunakan skala dari pengukuran waist-hip ratio. Waisthip ratio memiliki tiga kriteria obese (Non Obese, obese, obese sentral) sehingga menjadikannya definitif untuk menilai derajat obesitas seseorang (Mollarius, 1999). Kurangnya penelititan yang menghubungkan antara kategori obese berdasarkan waist-hip ratio dengan derajat nyeri OA lutut menjadikan dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian mengenai Hubungan antara Waist-Hip Ratio dengan Derajat Nyeri penyakit Osteoartritis lutut pada pasien penyakit Osteoartritis di RSUP.H.Adam Malik. 1.2. Rumusan Masalah Apakah ada hubungan antara besar waist-hip ratio sebagai indeks ukur obesitas dengan derajat nyeri yang dirasakan pasien. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan antara nilai Waist hip-ratio dengan derajat rasa nyeri yang pada penderita OA lutut. 1.3.2. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui variasi karakteristik subjek pasien OA lutut 2. Untuk mengetahui derajat nyeri yang dirasakan oleh pasien OA lutut. 3. Untuk mengetahui karakteristik rasa nyeri yang dirasakan pada pasien OA lutut dengan status berat badan (obese dan Non Obese) yang berbeda-beda. 1.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : 1. Bagi instansi terkait, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam penanganan dan penanggulangan pada kasus OA lutut, terutama dalam penanganan rasa nyeri. 2. Bagi masyarakat, agar dapat mengetahui dan mengenal tentang obesitas serta hubungannya dengan OA lutut lebih dalam. 3. Bagi peneliti, sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan tentang metode penelitian dan penyakit osteoartritis. 4. Bagi penelitian-penelitian berikutnya yang menggunakan dasar penelitian yang sama, diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan referensi yang bermakna. Contoh Skripsi Kedokteran:Hubungan Antara Waist-Hip Ratio dengan Derajat Nyeri Penyakit Osteoartritis Lutut pada PasienDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.