Senin, 16 Februari 2015

Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Penderita Apendisitis Perforata Umur 0-14 Tahun

Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Penderita Apendisitis Perforata Umur 0-14 Tahun

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Apendisitis akut merupakan keadaan yang sering terjadi dan membutuhkan operasi kegawatan perut pada anak. Diagnosis apendisitis akut sulit pada anak, tetapi dapat memberikan angka perforata 30-60%. Lima puluh persen anak dengan apendisitis perforata diketahui oleh dokter sebelum didiagnosis. Risiko untuk perforata terbanyak pada umur 1-4 tahun (70-75%) dan terendah pada remaja 30-40% (Hartman, 2000). Individu memiliki risiko sekitar 7% untuk apendisitis selama hidup mereka. Insidensi apendisitis akut di negara maju lebih tinggi daripada di negara berkembang. Walaupun alasan untuk perbedaan ini tidak diketahui, faktor risiko yang potensial adalah diet rendah serat dan tinggi gula, riwayat keluarga, serta infeksi (Mazziotti, 2008). Sekitar 80.000 anak pernah menderita apendisitis di Amerika Serikat setiap tahun, di mana terjadi 4 per 1000 anak di bawah 14 tahun. Kejadian apendisitis meningkat dengan bertambahnya umur, memuncak pada remaja, dan jarang terjadi pada anak kurang dari 1 tahun (Hartman, 2000). Berdasarkan World Health Organization (2002), angka mortalitas akibat apendisitis adalah 21.000 jiwa, di mana populasi laki-laki lebih banyak dibangdingkan perempuan. Angka mortalitas apendisitis sekitar 12.000 jiwa pada laki-laki dan pada perempuan sekitar 10.000 jiwa. Menurut Craig (2010), apendisitis perforata sering terjadi pada umur di bawah 18 tahun ataupun di atas 50 tahun. Insidensi apendisitis pada laki-laki lebih besar 1,4 kali dari perempuan. Rasio laki-laki dan wanita sekitar2:1. Apendisitis akut merupakan infeksi bakteria. Banyak hal dapat sebagai faktor pencetusnya, diantaranya sumbatan lumen apendiks, hiperplasia jaringan limf, fekalit (faex = tinja, lithos = batu), tumor apendiks, dan berupa erosi mukosa oleh cacing askaris dan E.histolytica. Penelitian epidemiologi menunjukkan peran kebiasaan makanan rendah serat dan pengaruh konstipasi terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi menaikkan tekanan intrasekal, menyebabkan sumbatan fungsional apendiks, dan meningkatkan pertumbuhan flora kolon. Semuanya ini akan mempermudah timbulnya apendisitis akut (Pieter, 2005). Untuk kejadian apendisitis di Indonesia khsnya di , penulis tidak menemui referensi valid yang menyatakan jumlah maupun perbandingan penderita apendisitis, terkhs apendsitis perforata di kelompok umur 0 tahun sampai 14 tahun. 1.2. Rumusan Masalah Bagaimana gambaran penderita apendisitis perforata umur 0-14 tahun di RSUP H. Adam Malik tahun 2006-2009? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran penderita apendisitis perforata umur 0-14 tahun di RSUP H. Adam Malik tahun 2006-2009. 1.3.2. Tujuan Khs 1. Untuk mengetahui karakteristik penderita apendisitis perforata, berupa umur dan jenis kelamin. 2. Untuk mengetahui manifestasi klinis pada penderita apendisitis perforata. 3. Untuk mengetahuigambaran pemeriksaan laboratorium pada penderita apendisitis perforata berupa nilai leukosit pada pemeriksaan darah beserta nilai leukosit dan eritrosit pada pemeriksaan urinalisis. 4. Untuk mengetahui gambaran pemeriksaan radiologi pada penderita apendisitis perforata. 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Bagi Peneliti 1. Untuk memahami gambaran karakteristik, manifestasi klinis, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi pada apendisitis perforata. 2. Untuk memenuhi syarat dalam mencapai derajat Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran . 1.4.2. Manfaat Bagi Tenaga Kesehatan, Institusi Akademis, dan Peneliti Lain Memberi informasi mengenai gambaran penderita apendisitis perforata umur 0-14 tahun di RSUP H. Adam Malik tahun 2006-2009 kepada tenaga kesehatan, institusi akademis, dan peneliti lain pada apendisitis perforata, terutama mengenai gambaran karakteristik, manifestasi klinis, laboratorium, dan radiologi. Data penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan atau referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya. Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran Penderita Apendisitis Perforata Umur 0-14 TahunDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini

Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.