Download Skripsi Kedokteran:Gambaran Perilaku Para Pekerja Jalan Raya tentang Penggunaan Antioksidan dan Tindakan Pencegahan dalam Menangkal Radikal Bebas
BAB PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Pada beberapa tahun belakangan ini perhatian banyak
ditujukan terhadap peran radikal bebas pada berbagai patogenesis penyakit
termasuk proses penuaan. Radika l bebas
secara normal merupakan hasil sampingan metabolisme sel. Dalam keadaan normal, tubuh manusia telah dilengkapi dengan
potensi antioksidan yang cukup banyak. Keseimbangan yang sulit terdeteksi
terjadi antara produksi radikal bebas dengan
sistem pertahanan antioksidan pada tingkat sel untuk mengatasi stress oksidatif. Adanya faktor yang mendorong
pergeseran keseimbangan ke arah produksi radikal bebas yang berlebih akan menyebabkan
kerusakan berbagai jaringan dan penyakit.
Oleh karena itu, masalah akan mulai muncul saat mekanisme pertahanan tertinggal dibanding dengan kelebihan produksi
radikal bebas (Pratt, 1990).
Banyak radikal bebas sangat tidak stabil
sehingga keberadaan mereka hanya sesaat,
selama hidup mereka yang sangat singkat itu, radikal bebas bertindak seperti katalis yang menjembatani reaksi kimia dan
berubah bentuknya dalam molekul lain.
Sebenarnya radikal bebas ini penting artinya
bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal
dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ
dalam tubuh kita. Kunci kerjanya radikal bebas yang aman dan efektif dalam tubuh kita
bila tidak dalam jumlah yang berlebihan
atau dalam keadaan seimbang, akan tetapi masalahnya adalah mekanisme keseimbangan tubuh kita yang sangat rapuh ini
sering sekali keluar jalur sehingga menimbulkan
penyakit. Berbagai penyakit telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas.
Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti stroke, asma, pankreatitis,
berbagai penyakit radang s, penyumbatan
kronis pembuluh darah di jantung, penyakit parkinson, sel sickle leukemia, artritis rematoid, perdarahan otak
dan tekanan darah tinggi, bahkan AIDS.
Sedangkan menurut Organisasi Kesehatan dunia
(WHO), memperkirakan bahwa hampir 80-90%
penyakit kanker disebabkan oleh lingkungan, 10-20% faktor genetik atau turunan dan juga virus. Faktor lingkungan
yang tidak sehat dan banyak terpapar radikal
bebas yang kemudian kita hirup seperti pembakaran kendaraan bermotor, asap rokok menyebabkan sekitar 40% dan asupan
makanan yang salah sekitar 25-30% dan udara
dimana kita tinggal dan bekerja 10% (Kumalaningsih, 2006).
Untuk memperbaiki keadaan ini tubuh membentuk
pembasmi radikal bebas yang dikenal
sebagai antioksidan endogen. Antioksidan endogen ini akan menetralisir radikal bebas yang berlebihan itu sehingga
tidak merusak tubuh. Sayangnya sistem perlindungan
dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti
polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet
yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita , bahkan karena olahraga yang
berlebihan. Tampaknya kemanapun kita bergerak
berbagai senyawa dan keadaan tertentu senantiasa membayangi kita dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita
sendiri (Kelly, 2002).
Hingga permulaan abad ke 20, tidak seorangpun
mengetahui bahwa radikal bebas dapat
berwujud dan bekerja secara bebas. Pemahaman ilmiah kita tentang hubungan radikal bebas dengan antioksidan baru
muncul pada tiga hingga empat dekade
terakhir ini. Pengetahuan baru ini, kini banyak diterapkan oleh para dokter di ruang praktek dan klinik-klinik di seluruh
negeri tetapi sebagian besar hasil penelitian yang ada dalam pustaka ilmiah itu sesungguhnya
masih belum diterapkan secara baik bagi
pasien (Sumampouw, 2003).
Di Indonesia umumnya dan khsnya, permasalahan tentang radikal bebas dapat menimbulkan penyakit dan
antioksidan sebagai pencegahannya ini masih sangat mempengaruhi perilaku sehat
masyarakat terutama bagi para pekerja yang bekerja di lingkungan terpapar radikal bebas
seperti pekerja di jalan raya. Hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang radikal bebas
dan antioksidan serta tindakan
pencegahan masih sangat minim sehingga
mempengaruhi sikap dan tindakannya dalam
melakukan pencegahan termasuk untuk penggunaan antioksidan dalam menangkal radikal bebas untuk mencegah
penyakit (FKM UI, 1990 dan Notoatmodjo, 2007). Dari hal ini, maka perlu
digambarkan bagaimana perilaku masyarakat
kota dalam penggunaan antioksidan dan
tindakan pencegahan untuk menangkal
radikal bebas. Mengarah dari segala uraian permasalahan diatas, maka penulis akan membuat penelitian tentang
bagaimana gambaran perilaku para pekerja
yang sering terpapar oleh radikal bebas seperti sering terkena sinar ultraviolet
(matahari), asap kendaraan, polusi udara dan lain-lain di jalan raya
dalam menggunakan antioksidan dan
melakukan tindakan pencegahan untuk menghidari diri dari penyakit-penyakit yang akan timbul.
1.2.
Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya,
maka penulis dalam hal ini merumuskan
masalah yang akan dibahas adalah sebagai
berikut : Bagaimanakah gambaran perilaku
para pekerja jalan raya terhadap penggunaan antioksidan dan tindakan pencegahan dalam
menangkal radikal bebas untuk mencegah
timbulnya penyakit ? 1.3. Tujuan
Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Mengetahui gambaran perilaku (pengetahuan, sikap, dan tindakan) para pekerja
jalan raya tentang penggunaan antioksidan dan tindakan pencegahan dalam menangkal radikal bebas di Kecamatan Amplas tahun 2010.
1.3.2. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs dalam
penelitian ini adalah : 1. Mengetahui
tingkat pengetahuan para pekerja jalan raya tentang radikal bebas, antioksidan, dan tindakan pencegahan di
Kecamatan Amplas.
Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran Perilaku Para Pekerja Jalan Raya tentang Penggunaan Antioksidan dan Tindakan Pencegahan dalam Menangkal Radikal BebasDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
0 komentar:
Posting Komentar