Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Perbedaan Penyesuaian Sosial Remaja Tunarungu Ditinjau dari Metode Komunikasi



BAB I  PENDAHULUAN
 A. 
LATAR BELAKANG  Setiap  manusia 
berharap  dilahirkan  dalam 
keadaan  yang  normal 
dan  sempurna,  akan 
tetapi  tidak  semua 
manusia  mendapatkan  kesempurnaan 
yang  diinginkan  karena 
adanya 
keterbatasan-keterbatasan, 
baik  fisik maupun  mental.
Keterbatasan-keterbatasan  fisik 
tersebut  meliputi  tunarungu, 
tunadaksa,  tunagrahita,  dan 
tunanetra.  Berdasarkan  data 
hasil  Sensus  Nasional 
Biro  Pusat  Statistik 
tahun  2011,  jumlah 
penyandang  cacat  di 
Indonesia  sebesar  0,7%  dari
jumlah  penduduk  211.428.572. 
Jumlah  tersebut  1.480.000 
jiwa  (21,42%)  diantaranya 
anak  cacat  usia 
sekolah  (5-18  tahun). 
Data  siswa  penyandang 
cacat  yang  tersebar 
di  Sekolah  Luar 
Biasa  (SLB)  menurut 
Kementerian  Pendidikan  Nasional Republik Indonesia pada tahun 2011
pada SLB tunarungu sebesar 5.610  orang
(Kementrian kesehatan dalam Putra, 2013).
Salah  satu 
ketunaan  yang  masih 
memiliki  potensi  untuk 
dapat  dikembangkan secara
maksimal adalah tunarungu (Pernamari dalam Putra, 2013).
Tunarungu  adalah 
suatu  keadaan  kehilangan 
pendengaran  yang  mengakibatkan  seseorang 
tidak  dapat  menangkap 
berbagai  rangsangan,  terutama 
melalui  indera  pendengarannya (Somantri, 2007).
Tunarungu  sebagai 
istilah  yang  menunjukkan 
kesulitan  mendengar  diklasifikasikan  dalam 
tuli  (deaf)  dan 
lemah  pendengaran  (hard 
of  hearing).
Orang   yang 
deaf  adalah  orang 
yang  mengalami  ketidakmampuan  mendengar  Universitas Sumatera Utara sehingga  mengalami 
hambatan  dalam  memproses 
informasi  bahasa  melalui  pendengarannya 
dengan  atau  tanpa 
menggunakan  alat  bantu 
dengar.  Sedangkan  orang 
yang  hard  of 
hearing adalah  seseorang  yang 
mengalami  kesulitan  mendengar suara orang lain secara wajar
sehingga tidak terhalang untuk mengerti  atau
mencoba memahami pembicaraan orang lain dengan menggunakan alat bantu  dengar 
(Hallahan  dan  Kaufman, 
1991).  Orang  yang 
deaf dan  hard  of 
hearing harus menerima informasi dari mata mereka,  yang memerlukan perhatian visual  untuk 
semua  komunikasi  yang 
terjadi  dan  juga 
untuk  kejadian  yang 
terjadi  di  lingkungan mereka (National Association of the
Deaf, 2000).
Kecacatan  yang 
diderita  oleh  seseorang 
dengan  gangguan  pendengaran  menampakkan suatu karakteristik yang khas dan
berbeda dari orang normal. Van  Uden
(dalam Heryati, 2010) mengemukakan pandangannya bahwa orang dengan  gangguan 
pendengaran  cenderung  lebih 
egosentris,  mempunyai  perasaan 
takut  hidup  yang lebih luas, lebih dependen terhadap
orang lain terutama orang sudah  dikenalnya,
memiliki perhatian yang sukar dialihkan, lebih terpusat pada hal yang  lebih 
kongkrit,  miskin  dalam 
fantasi,  umumnya  memiliki 
sifat  yang  polos,  sederhana, dan tidak banyak  masalah, mudah marah dan lekas tersinggung,
serta  kurang mempunyai konsep tentang
hubungan, sehingga mereka memiliki karakter  yang sulit dipahami.
Hasil amatan terhadap situasi
sehari-hari pada salah satu SLB B di Medan  menunjukkan 
bahwa  remaja  tunarungu 
cenderung  kaku  ketika 
berkomunikasi  dengan  orang 
normal, mudah  marah  saat 
pembicaraannya  sulit  dipahami 
oleh  orang  lain, 
mudah  tersinggung  apabila 
ada  orang  di 
dekatnya  sedang  Universitas Sumatera Utara membicarakan  sesuatu 
mereka  merasa  tersinggung 
karena  mengira  yang  dibicarakan
adalah dirinya (observasi personal, 2013)  Anak 
penyandang  tunarungu  akan 
menanggung  konsekuensi  berupa  kesulitan dalam menerima segala jenis rangsang
atau peristiwa bunyi yang ada di  sekitarnya  sehingga 
penyandang  tunarungu  akan 
mengalami  kesulitan  dalam  memproduksi  suara 
atau  bunyi  bahasa. 
Konsekuensi  tersebut  pada 
akhirnya  berdampak pada proses
komunikasi anak tunarungu dalam kehidupan sehari-hari (Efendi,  2006). 
Masalah  umumnya  akan 
menjadi  lebih  besar 
ketika  anak  tunarungu memasuki masa remaja karena pada
masa ini remaja akan lebih banyak  mengeksplorasi
dunia luas dan  berintegrasi dengan
masyarakat dewasa sehingga  mereka
dituntut mampu berinteraksi dengan masyarakat (Hurlock, 1993).
Contoh Skripsi Psikologi:Perbedaan Penyesuaian Sosial Remaja Tunarungu Ditinjau dari Metode KomunikasiDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.