Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Skripsi Psikologi:Hubungan Persepsi Kongruensi Budaya dengan Intergroup Contact Pada Masyarakat Suku Batak Toba Terhadap Masyarakat Suku Nias



BAB I  PENDAHULUAN  
A.  Latar Belakang  Indonesia 
merupakan  sebuah  negara 
kepulauan  yang  memiliki 
ciri  khas  dengan berbagai macam bentuk keberagaman.
Keberagaman tersebut terlihat dari  adanya  perbedaan 
budaya  yang  dimiliki 
oleh  masyarakat  di 
Indonesia,  meliputi  keberagaman 
dalam  bentuk  tradisi 
maupun  keyakinan  yang 
berbeda-beda.
Perbedaan budaya sebagai salah
satu identitas bagi masyarakat merupakan sebuah  pandangan hidup bagi suatu kelompok masyarakat
(Berry  et  al,1999). Pandangan  hidup 
tersebut  meliputi  keyakinan, 
seni,  moral,  hukum, 
adat-istiadat,  serta  kebiasaan 
yang  akan  diperoleh 
seorang  individu  sebagai 
angggota  dalam  suatu  masyarakat.  Hal-hal 
tersebut  merupakan  bagian 
dari  ciri  khas 
suatu  kelompok  masyarakat yang secara nyata bisa ditemukan
dalam aktivitas sehari-hari individu  di  lingkungan, 
dan  ciri  khas 
apa  yang  dimiliki 
oleh  kelompok  cenderung 
akan  dianggap benar oleh
masing-masing kelompok.
Ketika  berada 
dalam  lingkungan  yang 
terdiri  dari  kelompok 
budaya  berbeda,  proses 
adaptasi  atau  penyesuaian 
diri  antara  individu 
satu  dengan  individu 
lainnya  akan  terjadi 
dan  tidak  dapat 
dihindari  (Matsumoto,  2008).
Penyesuaian  diri 
yang  dilakukan  oleh 
individu  dari  kelompok 
yang  budaya  berbeda menjadi salah satu cara untuk bisa
saling menerima perbedaan-perbedaan  yang  ada. 
Setelah  melakukan  proses 
adaptasi  dan  saling 
menerima  perbedaan  yang 
ada,  maka  setiap 
individu  dari  kelompok 
budaya  berbeda  akan 
menjalin  sebuah kontak antara
anggota kelompok atau saling berinterkasi satu dengan yang   lainnya. Kontak antara anggota kelompok
(intergroup contact)  merupakan proses  terjadinya hubungan antara satu individu
dengan indivu lainnya baik yang berasal  dari  kelompok 
budaya  yang  sama 
atau  juga  kelompok 
budaya  yang  berbeda.
Kontak  antara 
anggota  kelompok  budaya 
yang  berbeda  tersebut 
dapat  terjadi  karena adanya status yang sama sebagai bagian
dari kelompok budayanya masingmasing, memiliki tujuan, menjalin kerjasama, dan
saling memberikan  dukungan  sosial (Allport, 1954).  Seorang individu melakukan interaksi dengan
individu lain  bertujuan untuk
menciptakan suatu hubungan sosial yang baik di antara kelompok  budaya yang saling berbeda.
Untuk  menciptakan 
sebuah  hubungan  yang  baik  pada 
kelompok  budaya  yang berbeda dibutuhkan sebuah penilaian.  Penilaian yang dimaksud merupakan  persepsi 
kongruensi  budaya  dalam 
melakukan  penyesuaian  komponen 
budaya  pada kelompok yang
berbeda. Menurut Cameron dan Ettington (1988) kongruensi budaya merupakan
kesesuaian dalam budaya bukan sebuah keseragaman ataupun  kesepakatan 
di  antara  kedua 
budaya  yang  berinteraksi. 
Persepsi  kongruensi  budaya 
adalah  bentuk  penilaian 
atau  interpretasi  dari 
kesesuaian  komponen  budaya (nilai, norma, ataupun cara pandang)
yang dilakukan  oleh dua atau lebih  kelompok 
budaya  yang  berbeda 
saat  beradaptasi.  Penilaian 
bertujuan  untuk  melihat 
bagaimana  kongruensi  budaya 
di  antara  kedua 
kelompok  budaya  yang  berbeda.  Secara 
perlahan  anggota  kelompok 
dari  budaya  yang 
berbeda  tersebut  bisa saling mengetahui, mengenal atau bahkan
memahami budaya dari kelompok  lainnya  sehingga 
akan  menciptakan  suatu 
hubungan  sosial  yang 
baik  di  antara  kedua kelompok budaya yang berbeda tersebut.
 Kabupaten 
Simalungun  merupakan  daerah 
yang  masyarakatnya  identik  dengan keberagaman. Keberagaman yang dimaksud
adalah latar belakang budaya  dari
masyarakatnya antara lain, suku Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo,  Mandailing, Jawa, Melayu, Tionghoa, dan juga
suku Nias. Kabupaten Simalungun  memiliki
31 kecamatan yang terdiri dari 306 desa dan 17 kelurahan. Berdasarkan  data 
BPS  tahun  2010 
tercatat  bahwa  jumlah 
penduduk  di  daerah 
Kabupaten  Simalungun  sebanyak 
818.104  jiwa,  dari 
jumlah  tersebut  hanya 
ada  244  jiwa  masyarakat  suku 
Nias  di  Kabupaten 
Simalungun  (berdasarkan  data 
organisasi  Orahua  Nono 
Niha  Bandar  Serbalawan). 
Dengan  jumlah  yang 
cukup  sedikit  tersebut serta maka masyarakat suku Nias dapat
dikategorikan sebagai masyarakat  pendatang
(minoritas) di daerah Kabupaten Simalungun.
Berdasarkan  data 
BPS  Kabupaten  Simalungun 
ditemukan  bahwa  yang  menjadi  kelompok 
mayoritas  adalah  masyarakat 
suku  Batak  Toba 
yang  bukan  suku 
Batak  Simalungun.  Hal 
tersebut  dapat  terjadi 
karena  lokasi  geografisnya  cukup 
strategis,  yaitu  dekat 
dengan  daerah  yang 
mayoritas  masyarakatnya  suku  Batak
Toba seperti daerah Danau Toba.
Masyarakat  suku 
Nias  dan  masyarakat 
suku  Batak  Toba 
memiliki  perbedaan  dan persamaan 
dalam komponen-komponen budaya, baik dalam adatistiadat,  norma, 
nilai  maupun  kebiasaan. 
Perbedaan  budaya  antara 
masyarakat  suku Nias dengan
masyarakat suku Batak Toba terletak pada “tarombo” atau cara  memanggil sanak saudara dan juga adat-istiadat
dalam pernikahan, seperti mahar  atau  jujuran 
serta  prosesi  penyelenggaraan  pesta 
pernikahan.  Hal  tersebut  disampaikan oleh penasehat organisasi Orahua
Nono Niha Bandar Serbalawan.
 “…kalau 
berbicara  tentang  perbedaan, 
suku  Nias  sama 
Batak  Toba  bedanya 
itu  pada  pelaksanaan 
adat  pernikahannya  dan 
juga  tarombo  yang dimiliki suku Nias cukup berbeda dengan
Batak Toba.” (Komunikasi personal, 2014)  Namun 
dari  kedua  perbedaan 
tersebut  adat  penyelenggaraan  pernikahan  menjadi 
sebuah  perbedaan  yang 
mencolok.  Sistem  kekerabatan 
dan  kerjasama  masyarakat  suku 
Nias  memang  cukup 
menonjol,  sehingga  pada 
saat  menyelenggarakan pesta
pernikahan sudah seperti sebuah keharusan bagi mereka  menyembelih 
babi  dengan  jumlah 
banyak  sebagai  mahar 
atau  jujuran  untuk  menghormati
mempelai wanita dan para keluarganya, tetua adat serta masyarakat.
Contoh Skripsi Psikologi:Hubungan Persepsi Kongruensi Budaya dengan Intergroup Contact Pada Masyarakat Suku Batak Toba Terhadap Masyarakat Suku NiasDownloads  Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.