BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Pada saat ini penggunaan
kosmetika di kalangan
masyarakat sudah menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar.
Hal ini dikarenakan penggunaan kosmetika tidak
hanya terbatas untuk
mempercantik dan merawat
diri saja tetapi juga untuk tujuan kesehatan (Anita,
2008).
Menurut Keputusan
Kepala Badan Pengawas
Obat dan Makanan Republik
Indonesia No. HK.00.05.4.1745 tahun
2003 tentang kosmetik, defisini
kosmetik adalah bahan
atau sediaan yang
dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia
(epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital
bagian luar) atau
gigi dan mukosa
mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan dan
atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara
tubuh pada kondisi baik.
Kulit merupakan lapisan yang
menutupi dan melindungi seluruh tubuh dari
berbagai macam gangguan
dari luar tubuh.
Kulit merupakan organ pertama yang
terkena polusi oleh
zat-zat yang terdapat
di lingkungan hidup kita
(Wasitaatmadja, 1997). Kadar air dalam
kulit secara alami dapat menyt akibat
panas matahari, angin,
udara dingin, penggunaan
air conditioner, heater, dan faktor lingkungan lainnya
(Tranggono dan Latifah, 2007).
Kulit kering
dapat menyebabkan kulit
menjadi kasar, bersisik,
kurang elastis, dan menimbulkan
rasa gatal. Secara alamiah kulit dapat melindungi diri Create PDFfiles without this message by
purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com) dari
berbagai faktor yang
menyebabkan kulit menjadi
kering yaitu dengan adanya
Natural Moisturizing Factor (NMF)
yang merupakan tabir lemak pada lapisan stratum
corneum atau disebut
dengan mantel asam.
Namun dalam kondisi
tertentu NMF tersebut
tidak mencukupi oleh
karenanya dibutuhkan perlindungan
tambahan non alamiah
yaitu dengan memberikan
kosmet ika pelembab kulit
(Wasitaatmadja 1997).
Pemakaian krim
dapat memperbaiki kulit kering karena meninggalkan lapisan yang
rapat pada kulit,
permeabilitas terhadap air
rendah, mensuplai komponen
hidrofilik sehingga mampu menahan dehidrasi air dari kulit dengan demikian
kulit menjadi lembut (Anita, 2008).
Buah rasberi
mempunyai bentuk yang kecil
dan mempunyai banyak warna,
yaitu merah, hitam,
ungu, dan emas.
Namun yang paling
banyak ditemukan adalah buah
rasberi yang berwarna merah (Laseduw, 2012). Rasberi merupakan buah yang kaya serat dan vitamin, seperti vitamin A, C, E, dan K.
Selain itu
buah rasberi juga
mengandung cukup tinggi
karbohidrat, protein, kalium, natrium, magnesium, dan folat (Anonim,
2009).
Berdasarkan uraian
di atas, penulis
tertarik untuk mengembangkan formula
sediaan krim dengan memanfaatkan
sumber bahan alami
yaitu buah rasberi untuk menggantikan pelembab yang ada
pada formula yang digunakan.
1.2 Perumusan Masalah 1. Apakah
sari buah rasberi
dapat diformulasikan ke
dalam sediaan krim dengan tipe emulsi m/a.
Create PDFfiles without this
message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com) 2. Apakah
krim sari buah rasberi mampu
mengurangi penguapan air dari kulit atau melembabkan kulit.
3. Apakah krim sari buah rasberi
tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
4. Apakah krim sari buah rasberi
lebih efektif melembabkan kulit dibandingkan dengan gliserin 2%.
1.3 Hipotesis 1. Sari
buah rasberi dapat diformulasikan
ke dalam sediaan krim dengan tipe emulsi m/a.
Contoh Skripsi Pharmacology:Penggunaan Sari Buah Rasberi (Rubus rosaefolius Smith) sebagai Bahan Pelembab dalam Sediaan KrimDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
0 komentar:
Posting Komentar