BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Perkembangan
teknologi komputer yang sangat pesat sekarang ini telah menghasilkan banyak terobosan dan ide-ide kreatif di
bidanghardwarekomputer. Misalnya sebuah mikrokontroler
yang menawarkan fitur-fitur yang cukup lengkap dan tidak kalah dari fitur yang dimiliki prosesor pada komputer
biasa. Mikrokontroler adalah sebuah komputer
mikro yang dikemas dalam satu chip (Deshmukh, 2005). Dalam mikrokontroler ini sudah terdapat
komponen-komponen dasar untuk membangun sebuah
sistem komputer seperti CPU, RAM, flash memory, dan piranti input output.
Selain itu, juga terdapat fitur
tambahan lain yang tidak dimiliki komputer biasa seperti ADC dan analog komparator. Oleh sebab itu
penggunaan algoritma yang menggunakan
perhitungan matematis dapat diterapkan pada mikrokontroler seperti algoritma kriptografi AES (Advanced Encryption
Standard). Selain itu, penggunaan mikrokontroler
sudah banyak dijumpai saat ini, misalnya running text dan robot-robot sederhana.
AES adalah satu contoh algoritma
kriptografi yang melibatkan perhitungan matematis
yang cukup rumit. AES termasuk algoritma kriptografi kunci simetri yaitu menggunakan kunci yang sama untuk proses
enkripsi dan dekripsi. Selain itu juga terdapat
algoritma kriptografi kunci publik yang menggunakan kunci yang berbeda pada proses enkripsi dan dekripsi misalnya
RSA, Knapsack, dan ElGamal. Teoritisnya kriptografi
kunci publik lebih aman karena selain memiliki dua kunci untuk proses enkripsi dan dekripsinya kriptografi kunci
publik menggunakan perhitungan matematis
yang lebih rumit dibandingkan kriptografi kunci simetri, misalnya operasi perpangkatan dan modulo bilangan yang sangat
besar, pemfaktoran bilangan yang besar
kepada bilangan-bilangan primanya. Karena alasan ini jugalah kriptografi kunci publik lebih lambat bila dieksekusi
dibandingkan algoritma kriptogtafi kunci simetri seperti AES. Selain itu kriptografi kunci
publik akan lebih memakan ruang di flash memory dan SRAM untuk implementasi
pada mikrokontroler.
Contoh kriptografi kunci simetri
yang lainnya adalah DES, Double DES dan Triple
DES, GOST, dan RC4. Namun dari segi keamanan, kecepatan eksekusi, kebutuhan flash memory dan RAM, AES dapat
dipilih sebagai pilihan yang paling baik
dibandingkan algoritma kriptografi kunci simetris lainnya. Karena AES memiliki panjang kunci yang bervariasi yang cukup
panjang tetapi menghasikan blok cipherteks yang tetap. Tabel 1.1 berikut ini perbandingan
beberapa algoritma kriptografi kunci simetri.
Tabel 1.1 Perbandingan Beberapa
Algoritma Kriptografi Kunci Simetri Algoritma
Pembuat Panjang Kunci Keterangan DES IBM 56
bit Terlalu lemah digunakan Triple
DES IBM
168 bit Pilihan kedua GOST Uni Soviet
256 bit Baik RC4 Ronald Rivest
1 – 2048 bit Beberapa kuncinya
lemah RC5 Ronald Rivest 128 – 256 bit
Baik tetapi telah dipatenkan AES
Daemen dan Rijmen 128 – 256
bit Pilihan terbaik untuk penerapan pada mikrokontroler untuk saat ini.
(Sumber: Munir, 2006) Penerapan
AES dapat berupa software, firmware atau hardware. Penerapan dalam bentuk software tentunya harus
menggunakan satu unit komputer atau lebih.
Hal ini dikarenakan sebuah
software hanya berjalan pada suatu sistem komputer yang memiliki sistem operasi yang mengatur alokasi
resource pada komputer untuk software
tersebut. Penerapan dalam bentuk
software misalnya digunakan untuk
menyandikan nama user dan password-nya
dan disimpan dalam database pada sistem aplikasi
yang berbasis desktop atau web. Penerapan AES pada sistem seperti ini dapat menampung data dalam jumlah yang besar.
Tetapi untuk penggunaan untuk sistem yang
sederhana misalnya untuk penguncian suatu ruangan atau brankas yang membutuhkan user verification dan
password saja tentu penerapan dalam
bentuk software tidak efisien. Karena
akan sangat merepotkan bila dalam suatu ruang atau brankas tersebut harus diletakkan komputer.
Untuk kasus seperti ini bila kita
menggunakan hardware dan firmware yang berupa
mikrokontroler yang dilengkapi fitur AES tentunya sistem akan lebih praktis dan efisien. Username dan password
yang dimasukkan user selanjutnya
akan dienkripsi sehingga akan
menghasilkan blok cipherteks 16 byte. Blok cipherteks ini selanjutnya akan dibandingkan langsung tiap
byte-nya dengan data user yang telah disimpan
dalam mikrokontroler. Jika keseluruhan byte blok cipherteks sama dengan data user pada mikrokontroler maka sistem akan
menginformasikan bahwa akses ke ruangan
tersebut diterima atau sebaliknya. Jadi dalam sistem ini tidak dilakukan proses dekripsi AES.
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana menerapkan
algoritma kriptografi AES pada mikrokontroler
ATmega32 dan merancang dan membuat antarmuka yang memudahkan untuk input data ke mikrokontroler
dan output data ke piranti output tertentu.
1.3 Batasan Masalah Agar
penelitian tidak menyimpang dari masalah yang telah dirumuskan, maka diperlukan beberapa batasan dalam perincian
masalah, yaitu: 1. Algoritma AES yang
dibahas hanya enkripsi yaitu menyandikan plainteks menggunakan cipher key untuk menghasilkan
cipherteks.
Contoh Skripsi Computer Science:Implementasi Algoritma Kriptografi Aes Pada Mikrokontroler Atmega32Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
0 komentar:
Posting Komentar