BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Angka masyarakat umum dan mahasiswa yang merokok semakin meningkat setiap hari. Menurut kajian global, didapati lebih kurang 1.1 bilion individu yang merokok di seluruh dunia, dengan persentase paling tinggi di negara yang berkembang, iaitu sebanyak 80%. Pada era ini, kedua-dua pria dan wanita sudah didapati merokok. Di negara maju, persentase pria yang merokok hampir sama dengan persentase wanita yang merokok, iaitu sebanyak 37% pr ia, dan 21% wanita yang merokok. Tetapi di negara berkembang, persentase pria dan wanita yang merokok jauh berbeda, dengan persentase pria yang merokok lebih tinggi, iaitu 49%, berbanding dengan persentase wanita yang merokok, iaitu 8%. Indonesia merupakan antara negara yang mempunyai jumlah perokok yang tertinggi, dan mencatat tempat ketiga tertinggi selepas negara Cina dan India (World Health Organization, 2003). Merokok merupakan kebiasaan yang sangat berbahaya, bukan sahaja pada perokok itu sendiri, tetapi juga pada orang disekitarnya (perokok pasif). Individu yang merokok untuk jangka waktu yang lama akan mengurangi kehidupan totalnya sebanyak 10 tahun, berbanding dengan individu yang tidak mempunyai kebiasaan merokok. Hampir semua kematian individu yang merokok adalah disebabkan oleh kebiasaan merokok mereka. Menurut kajian global, kebiasaan merokok menyebabkan rata-rata 5-6 juta kematian setiap tahun. Merokok menyebabkan kematian pada 1 dalam 5 orang pria, dan 1 dalam 20 orang wanita yang berumur lebih daripada 30 tahun (Peto, Lopez, Boreham Thun, 2004). Merokok merupakan faktor resiko mengalami pelbagai jenis penyakit, seperti kanker, penyakit paru, penyakit jantung, dan penyakit vaskular. Merokok juga bisa menyebabkan impotensi, dan pada wanita hamil yang merokok, ia bisa menyebabkan deformitas fisikal dan mental janin (Martin, 2008). Penyakit paling sering yang disebabkan oleh merokok pada individu yang berumur lebih daripada 30 tahun adalah kanker paru. Menurut kajian global, 70% individu yang merokok mengalami kanker paru, dan 60% daripada individu ini mati akibat kanker paru (World Health Organization,2003). Kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutamanya asap rokok (Kumar Clark, 2008). Menurut World Health Organisation (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. Kanker paru membunuh hampir 90% penderitanya, atau menyebabkan hampir 30% daripada seluruh kematian akibat kanker. Kanker paru diklasifikasikan kepada dua jenis iaitu, karsinoma bronkogenik, dan karsinoma sel alveolar. Karsinoma bronkogenik adalah kanker paru yang berasal dari bronki, iaitu saluran udara besar yang memasuki paru. Kanker paru tipe ini adalah yang paling sering dan mencatat 90% daripada keseluruhan kasus kanker paru. Kanker bronkogenik terbahagi kepada karsinoma sel skuama, karsinoma sel kecil, karsinoma sel besar, dan adenokarsinoma. Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru, dan merupakan tipe kanker paru yang jarang berlaku (Johnson, Blot, Carbone, 2008). Gejala yang paling umum ditemui pada penderita kanker paru adalah, batuk terus menerus yang bertambah buruk, dahak berdarah atau dahak yang berubah warna dan makin banyak, napas sesak dan pendek-pendek, sakit kepala, kelelahan kronis, kehilangan selera makan, berat badan yang menurun tanpa sebab, suara serak, dan pembengkakan di leher atau wajah (Rusch, 2008). Penyebab utama berlakunya kanker paru adalah karena kebiasaan merokok. Merokok dapat menyebabkan kanker paru karena mengandungi zatzat karsinogen atau dikenali sebagai zat pemicu kanker, seperti, vinyl chloride, benzo (a) pyrenes, dan nitroso-nor-nicotine. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin banyak paparan terhadap zat karsinogen, oleh itu resiko mengalami kanker paru akan meningkat (Smith Mehta, 2003). Menurut Rusch (2008) untuk mengurangi kematian akibat kanker paru, adalah penting untuk memberi edukasi kepada para perokok tentang bahayanya merokok terhadap kesehatan mereka, dan kesehatan masyarakat yang berada disekitar mereka. Mereka juga perlu mengetahui manfaat, serta kebaikan jika berhenti merokok. Pengetahuan ini akan mendorong individu merokok untuk berhenti merokok, sejurus itu mengurangi angka mortalitas akibat penyakit kanker paru. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka diperlukan suatu penelitian untuk menilai pengetahuan masyarakat umum dan mahasiswa terhadap bahaya merokok dan kanker paru, penilaian ini adalah penting untuk mengevaluasi jika pengetahuan terhadap bahaya merokok dan kanker paru dapat mengurangi angka masyarakat dan mahasiswa yang mempunyai kebiasaan merokok, dan angka kejadian kanker paru. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Meneliti tingkat pengetahuan masyarakat umum dan mahasiswa terhadap bahaya merokok dan penyakit kanker paru. Downloads Versi PDF Klik Disini
Rabu, 31 Desember 2014
Contoh Skripsi Kedokteran:Tingkat Pengetahuan Masyarakat Umum dan Mahasiswa Terhadap Bahaya Merokok dan Kanker Paru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar