BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dari tahun 1997 hingga 2003, semua kasus penderita DM yang juga menderita TB dan kasus TB sahaja di Esrefpasa Tuberculosis Dispensary dianalisa secara retrospektif. Sejumlah 78 (7,3%) kasus TB pada penderita DM dijumpai dari 1.063 kasus TB. Pembentukan kavitas dan lokalisasi atipikal lebih banyak dijumpai pada penderita DM (Tatar,et al,2009) Terdapat 203 pasien DM dengan TB (DM tipe 1, 7 [3.4%]; DM tipe 2, 196 [96.6%]). Kadar kekambuhan jangka panjang TB (2 tahun setelah keluar rumah sakit) lebih tinggi pada penderita DM berbanding non-DM (20% banding 5.3%). ( Zhang, Xiao, & Sugawara, 2009 ). Satu studi yang dilakukan di Regional Institute of Medical Sciences, Imphal menemukan prevalensi TB paru pada penderita DM adalah 27% yang didiagnosa secara radiologi dan 6% secara pemeriksaan sputum yang dijumpai basil tahan asam (BTA) positif. Pada studi otopsi sebelum tahun 1900, sebanyak 50% kasus diabetes juga mempunyai TB paru (1,37). Insidens diabetes di kalangan penderita TB paru lebih tinggi dibandingkan dengan populasi normal. ( Ljubic, et al, 2004 ) Menurut Litonjua (1999) dalam Sanusi (2006), ”prevalensi TB paru pada DM meningkat 20 kali dibanding non DM, aktifitas kuman tuberkulosis meningkat 3 kali pada DM berat dibanding DM ringan.” Menurut Pickup JC dan William G (1997) dalam Sanusi(2006), ”penelitian TB paru pada DM di Indonesia masih cukup tinggi yaitu antara 12,8-42% dan bila dibanding dengan luar negeri maka prevalensi di Indonesia masih tinggi. Stevenson et al (2007) dalam Young, et al (2009) melakukan systematic review dan menemukan diabetes dapat meningkatkan resiko infeksi TB sebanyak 1,5 kali lipat pada satu studi dan 7,8 kali lipat pada studi yang lain. Meta analisis dari studi kohort menunjukkan bahwa DM berhubungan dengan peningkatan resiko infeksi TB (resiko relatif = 3,11 , 95% CI 2,27-4,26). ( Jeon, & Murray, 2008 ). Diabetes terdapat pada 14,8% TB paru dan 20,2% pada TB dengan BTA positif di India. ( Stevenson, et al, 2007 ) 1.2.1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka perlu dilakukan penelitian ini untuk melihat “Bagaimana gambaran kadar gula darah pada penderita TB paru di RSU HAM,”?. 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui gambaran kadar gula darah pada penderita TB paru di RSU HAM, . . 1.3.2. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs dalam penelitian ini adalah : 1. Mendapatkan gambaran karakteristik penderita TB yang menderita DM seperti usia, jenis kelamin, dan sebagainya. 2. Mendapatkan gambaran kadar gula darah pada penderita TB yang menderita DM dan non DM. 1.4. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk : 1. Memberi informasi kepada masyarakat umum bahwa kadar gula darah itu penting untuk diperhatikan terutama pada keadaa hiperglikemi lebih rentan terjadi infeksi termasuk infeksi TB. 2. Panduan kepada petugas kesehatan tentang gambaran kadar gula darah pada penderita TB paru 3. Memberi informasi pada dunia pendidikan bahwa kadar gula darah yang tinggi bisa menjadi faktor resiko terjadi infeksi TB Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran kadar gula darah pada penderita Tuberkulosis ParuDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Senin, 29 Desember 2014
Contoh Skripsi Kedokteran:Gambaran kadar gula darah pada penderita Tuberkulosis Paru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar