Latar Belakang Pasar modal memiliki peran penting dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Perusahaan yang mengeluarkan saham di pasar modal untuk mendapatkan dana disebut dengan emiten.
Kehadiran pasar modal akan memperbanyak
pilihan investasi, sehingga kesempatan untuk memilih investasi yang sesuai dengan preferensi investor akan
semakin besar.
Salah satu fungsi utama pasar
modal adalah sebagai sarana untuk memobilisasi
dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Syarat utama bagi para
investor untuk menyalurkan dananya
melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasinya. Perasaan aman ini diperoleh diantaranya karena para
investor memperoleh informasi yang jelas,
wajar dan tepat waktu, sebagai dasar pengambilan keputusan investasinya.
Dalam melakukan investasi,
tentunya memiliki tujuan untuk mendapatkan return (tingkat pengembalian) yang
sebesar-besarnya sebagai imbalan atas dana yang telah diinvestasikannya. Return saham
terdiri dari capital gain dan deviden untuk
investasi pada saham, sedangkan return untuk investasi pada surat hutang adalah pendapatan bunga. Semakin tinggi return
saham yang diperolehnya, maka akan
semakin banyak jumlah investor yang tertarik melakukan investasi pada saham
tersebut.
1 Penelitian yang dilakukan oleh Kumianny A.
Saputra dan Pwee Leng (2002) berhasil
membuktikan bahwa risiko sistematis dan likuiditas saham yang diukur dengan besarnya bid-ask spread
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
return saham dari badan-badan usaha yang go public di Indonesia. Hal ini didukung oleh poenelitian yang dilakukan
oleh Sudarto et. al. (1999), Supranto (1990),
serta Zulbahridar dan Jonius (2002) yang berhasil menunjukkan bahwa leverage dan risiko sistematis memiliki
pengaruh signifikan terhadap return saham.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Michell Suharli (2005) bertentangan dengan peneltian-penelitian
sebelumnya, dan membuktikan bahwa debt
to equity ratio dan beta saham tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Perbedaan hasil penelitian
tersebut dalam memprediksi return saham mendorong
penulis untuk melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktorfaktor yang
mempengaruhi return saham. Pada penelitian ini digunakan faktorfaktor yang
tidak sistematis atau faktor mikro yang ada pada perusahaan atau industri tertentu untuk memprediksi return
saham. Penelitian dilakukan terhadap industri
tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 4 tahun dari 2004 sampai tahun 2007 guna mencari
faktor yang mepengaruhi return saham individual
melalui variabel independen return of equity (ROE), price earning ratio (PER), Rasio aktivitas dan Rasio leverage yang
dituangkan dalam laporan penelitian
dengan judul “Pengaruh Rasio Harga Laba, Rasio Pengembalian Modal, Rasio Aktivitas dan Rasio Leverage
Terhadap Return Saham Pada Industri
Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” A. Perumusan Masalah Agar masalah yang diteliti terfokus maka
peneliti membahas penelitian pada : a.
Bagaimana Pengaruh Variabel Independen Rasio Harga Laba Terhadap Variabel Dependen Return Saham pada industri
Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia ? b. Bagaimana
Pengaruh Variabel Independen Rasio Pengembalian Modal Terhadap Variabel
Dependen Return Saham pada industri Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? c. Bagaimana Pengaruh Variabel Independen Rasio
Aktivitas (Tingkat Perputaran Aktiva)
Terhadap Variabel Dependen Return Saham pada industri Tekstil dan Garmen yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia ? d. Bagaimana Pengaruh
Variabel Independen Rasio Leverage (Rasio Hutang Modal) Terhadap Variabel Dependen Return Saham
pada industri Tekstil dan Garmen yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? e.
Bagaimana Pengaruh Variabel Independen
Rasio Harga Laba, Rasio Pengembalian
Modal, Rasio Hutang Modal, dan Rasio Tingkat Perputaran Aktiva
secara simultan terhadap variabel dependen Return Saham pada Industri Tekstil dan Garmen yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia ? B. Batasan Permasalahan Agar
masalah yang diteliti terfokus maka peneliti membahas penelitian pada : 1.
Perusahaan industri Tekstil & Garmen yang sudah go public terdaftar di
Bursa Efek Indonesia 2004 – 2007 2.
Perusahaan yang mempublikasikan laporan tahunan untuk periode 31 Desember 2004 – 2007 3. Data
yang tersedia lengkap (data secara keseluruhan tersedia pada publikasi periode 31 Desember 2004 – 2007) baik data
variabel independen maupun data yang diperlukan
untuk mencari variabel dependen.
C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memberi bukti empiris mengenai : 1. Rasio Harga Laba berpengaruh terhadap Return
Saham 2.
Rasio Pengembalian Modal berpengaruh terhadap Return Saham 3. Rasio Hutang Modal berpengaruh terhadap
Return Saham 4. Rasio Tingkat Perputaran
Aktiva berpengaruh terhadap Return Saham 5.
Rasio Harga Laba, Rasio Pengembalian Modal, Rasio Hutang Modal, dan Rasio Tingkat Perputaran Aktiva berpengaruh
simultan terhadap Return Saham D.
Manfaat Penelitian Penelitian ini
diharapkan memberikan manfaat atau kegunaan bagi berbagai pihak, diantaranya : 1. Bagi
peneliti, peneliti ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan khsnya tentang manajemen investasi
2. Bagi civitas akademika dan peneliti
lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian
lain yang berkaitan dengan penelitian
ini.
3. Bagi komunitas pasar modal, hasil penelitian
ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak
yang terlibat di dalamnya untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan investasi, terutama
dalam memprediksi Return Saham suatu
investasi. .
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.
Tinjauan Teoritis 1.Return Saham Konsep risiko tidak terlepas kaitannya dengan
return, karena investor selalu mengharapkan
tingkat return yang sesuai atas setiap risiko investasi yang dihadapinya. Return Saham adalah penghasilan
yang diperoleh selama periode investasi
per sejumlah dana yang diivestasikan dalam bentuk saham (Bodie, 1998). Secara praktis, tingkat pengembalian
suatu investasi adalah persentase penghasilan
total selama periode investasi dibandingkan harga beli investasi tersebut. Menurut Brigham et.al. (1999 : 192),
pengertian dari return adalah “measure
the financial performance of an investment”. Home dan Wachoviz (1998:26) mendefinisikan return sebagai
“Return as benefit which related with owner
that includes cash appreciation or capital gain which is realization in the end of the year”. Menurut Jones (2000 : 124)
“return is yield dan capital gain (loss)”.
a. Yield, yaitu cash flow yang dibayarkan secara
periodik kepada pemegang saham (dalam
bentuk dividen).
b. Capital gain (loss), yaitu selisih antara
harga saham pada saat pembelian dengan
harga saham pada saat penjualan.
Hal tersebut diperkuat oleh
Corrado dan Jordan (2000 : 5) yang menyatakan bahwa “Return from investmen
security is cash flow and capital gain/loss”.
Berdasrkan pendapat yang telah dikemukakan, dapat diambil kesimpulan return saham adalah keuntungan yang
diperoleh dari kepemilikan saham
investor atas investasi yang dilakukannya, yang terdiri dari dividen dan capital gain/loss. Dividen merupakan
keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada
pemegang saham dalam suatu periodik tertentu. Capital gain/ loss dalam suatau periode merupakan selisih antara harga
saham semula (awal periode dengan
harganya di akhir periode). Bila harga saham pada akhir periode lebih tinggi dari harga awalnya, maka dikatakan
investor memperoleh capital gain, sedangkan
bila yang terjadi sebaliknya maka investor dikatakan memperoleh capital loss.
0 komentar:
Posting Komentar