Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Debt to Total Assets Ratio, Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Return On Invetment Debitur



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Sejak
dua dasawarsa ini, perbankan merupakan usaha yang mengalami kemajuan
paling pesat dibandingkan
usaha lainnya. Hal ini
disebabkan deregulasi yang dilakukan pemerintah mengenai perbankan
pada tahun 1983, deregulasi ini
sangat mempengaruhi po la dan strategi perbankan baik dari sisi aktiva
maupun pasiva perbankan itu
sendiri. Situasi ini memaksa
perbankan harus lebih
kreatif dan inovatif dalam
mengembangkan dan memperoleh sumber-sumber
dana baru.
Dana merupakan persoalan
yang paling utama karena tanpa adanya dana, bank tidak
akan berfungsi sebagaimana layaknya. Peran bank dalam menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan dalam bentuk kredit ataupun dalam
bentuk lainnya, bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Kredit yang disalurkan oleh bank
merupakan bagian terbesar dari asset yang dimiliki bank, sehingga kegiatan perkreditan
merupakan tulang punggung atau kegiatan
utama bank. Dari neraca setiap bank umum dapat dilihat bahwa kredit merupakan komponen aktiva terbesar dari
seluruh jumlah aktiva yang dimiliki suatu
bank. Oleh karena itu,pemerintah dan dunia perbankan harus menetapkan kebijakan yang dapat mengatur keseimbangan
perkreditan nasional.
Seiring peningkatan jumlah bank,
persaingan untuk menarik dana dari masyarakat semakin meningkat. Semua bank
berlomba menghimpun dana dari masyarakat
yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat
bagi yang membutuhkan baik untuk tujuan
produktif maupun konsumtif. Fungsi intermediasi ini bukanlah hal mudah bagi
perbankan, mulai dari aktivitas penghimpunan
sampai penyaluran dana mengandung risiko sehingga perbankan diharuskan untuk dapat menjaga keseimbangan
antara pengelolaan risiko yang dihadapi
dengan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Pemberian kredit yang dilakukan
bank mengandung risiko yaitu berupa tidak
lancarnya pembayaran kembali kredit atau dengan kata lain Non Performing Loan (NPL) yang akan memengaruhi kinerja
bank.Salah satu upaya pemerintah untuk
menghindari risiko kerugian karena kualitas kredit yang semakin memburuk ialah melalui restruturisasi kredit. Kualitas
kredit dinilai berdasarkan kolektibilitas,
yang pada prinsipnya berdasarkan pada kontinuitas pembayaran kembali oleh debitur. Berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 tanggal
27 November 2005 tentang Kualitas Aktiva Produktif, kualitas kredit dapat digolongkan menjadi lancar (pass),
perhatian khs (special mention), kurang
lancar (substandard), diragukan (doubtfull), dan macet (loss).
Fenomena yang terjadi pada tahun
2007-2008, adanya ancaman lonjakan angka
kredit bermasalah (NPL), baik yang berasal dari debitur korporasi maupun debitur individual. Kondisi ini terutama
mengancam bank-bank BUMN atau bank pembangunan
daerah (BPD) karena penyelesaian NPL di kelompok bank-bank ini terkendala masalah hukum. Salah satunya,
ketentuan pencadangan (provisi) dan aturan
yang melarang mereka memberikan potongan uang (haircut) untuk NPL karena dianggap merugikan negara. NPL yang
menumpuk dan menuntut pencadangan besar
ini membuat bank-bank tersebut juga semakin tak leluasa berekspansi kredit.
Bank yang menjadi objek
penelitian ini adalah PT.BNI (Persero) Tbk.
yang memiliki tingkat NPL (Non
Performing Loan) sebesar 4,9% pada tahun 2008 (Inilah.com:2008). Tingkat NPL yang
tinggi merupakan kendala bagi PT.
BNI Tbk. untuk menyalurkan
kreditnya pada calon debitur. Padahal pihak bank telah melakukan selektifitas penilaian.
Penilaian kelayakan pemberian kredit yang dilakukan oleh bank yang menjadi bahan
penelitian ini melalui rasio keuangan debitur.
Selektifitas ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko terjadinya kredit macet yang akan berdampak pada profitabilitas
bank.
Produk kredit PT. BNI (Persero)
Tbk yang menjadi bahan penelitian penulis
adalah Kredit Modal Kerja (KMK) Jangka Pendek. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pengaruh nilai rasio
keuangan yang dimiliki oleh debitur
sebagai dasar penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) jangka pendek.
Berdasarkan pemikiran tersebut,
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
di salah satu cabang PT. BNI (Persero) Tbk yaitu cabang Sutomo, yang merupakan pusat pemberian kredit pada PT.BNI
(Persero) Tbk untuk wilayah . Judul
penelitian ini adalah “Pengaruh Debt to Total Asset Ratio,Quick Ratio, Net Profit Margin, Return On Investment
Debitur Terhadap Penyaluran Kredit Modal
Kerja Pada PT.BNI (Persero) Tbk. .” B.
Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dijelaskan
sebelumnya, maka peneliti merumuskan
masalah Apakah Debt to Total Assets Ratio, Quick Ratio, Net Profit Margin. Return On Investment debitur
berpengaruh secara parsial maupun simultan
terhadap penyaluran kredit modal kerja? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan
perumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara DTAR,
QR, NPM, ROI debitur terhadap penyaluran
KMK, baik secara parsial maupun simultan.
Manfaat yang diharapkan dari
penelitian ini antara lain : 1. Bagi
peneliti,untuk mengaplikasikan dan mengembangkan wawasan berupa teori tentang sistem perbankan di bidang
perkreditan yang telah diperoleh selama
dibangku kuliah, dan membandingkannya dengan data yang diperoleh selama penelitian.
2. Bagi perbankan, untuk memberi masukan yang
mungkin berguna bagi manajemen
perbankan, khsnya dalam pengambilan keputusan pemberian kredit.
3. Sebagai bahan referensi untuk penelitian
dengan topik yang sama pada masa yang
akan datang.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Debt to Total Assets Ratio, Quick Ratio, Net Profit Margin, dan Return On Invetment Debitur

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.