Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Analisis Sistem Pengawasan Pemberian Kredit Pada PT. Bank Tabungan Negara





A. Latar Belakang Masalah Bank merupakan mitra
usaha yang mempunyai peran penting dalam dunia usaha baik itu dunia industri, dagang,
jasa, dan lembaga keuangan lainnya. Bank
merupakan lembaga keuangan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Bank dalam pendanaan
operasionalnya sebagian besar berasal dari
simpanan masyarakat berupa giro, deposito, tabungan dan produk lainnya yang tujuannya adalah untuk
pengumpulan dana masyarakat.

Menurut Dendawijaya (2005:35)
menyatakan bahwa, ”Dana-dana yang dihimpun
dari masyarakat ternyata merupakan sumber dana terbesar yang paling diandalkan oleh bank dan bisa mencapai
80%-90% dari seluruh dana yang dikelola
oleh bank”. Oleh sebab itu masyarakat yang menyimpan uangnya di bank harus benar-benar yakin bahwa
uangnya aman bahkan dapat memperoleh
manfaat ekonomi dalam jumlah dan jangka waktu tertentu.

Bank memperoleh pendapatan
melalui pemberian kredit kepada masyarakat.
Semakin tinggi permintaan kredit yang dapat dipenuhi oleh bank maka kemungkinan memperoleh laba usaha
juga akan semakin meningkat, namun dalam
pemberian kredit pada masyarakat bank harus hatihati karena jika tidak bank
akan terjebak dalam masalah kredit macet dan 1 akan
menderita kerugian, masyarakat yang memberikan tabungannya sebagai sumber dana usaha bank juga akan takut
uangnya tidak kembali.


Oleh sebab itu pemberian kredit
kepada masyarakat merupakan suatu proses
yang memerlukan pertimbangan dan analisa-analisa yang baik dari bank untuk menghindari kemungkinan kerugian
serta pertimbangan dan analisa tersebut
dipengaruhi oleh ketentuan dari Bank Indonesia dan kebijakan dari kantor pusat itu sendiri.
Sebelum memberikan kredit seorang pemimpin
atau pejabat yang berwenang dalam memutuskan kredit harus memperhatikan beberapa faktor sebagai dasar
pertimbangan dalam memberikan kredit
seperti : siapa yang menginginkan kredit, untuk apa kredit digunakan , apa dan berapa nilai
agunannya, dan bagaimana dan berapa lama
kredit akan dikembalikan kepada bank dan beberapa pertimbangan lainnya yang diperoleh.


Sistem pengawasan kredit yang dilakukan dalam
menjamin kepentingan bank terhadap
kredit yang diberikan, maka menerapkan sistem pengawasan yang meliputi prosedur pemberian
kredit sampai pengawasan lanjutan
setelah kredit diterima debitur. Di dalam proses pengawasannya sebelum pemberian kredit kepada debitur, bank
meminta laporan-laporan yang diperlukan
secara periodik tentang perkembangan usahanya khsnya tentang usaha yang dibiayai oleh bank sehingga
bank dapat mengawasi usaha nasabahnya.
Pengawasan kredit yang diberikan oleh bank sangat penting artinya bagi bank untuk menjamin
kepentingannya terhadap pembayaran
kembali kreditnya dan untuk memastikan digunakan sesuai rencana permohonan kredit.


Jika sistem pemberian kredit
sudah diterapkan dengan baik mulai dari
nasabah mengajukan permohonan kredit sampai pelunasan kredit, maka pihak bank akan selalu dapat mengetahui dengan
baik kegiatan dan perkembangan usaha
nasabahnya sehingga persoalan yang dihadapi nasabah bank akan segera mengetahui dan berusaha
membantu untuk kepentingan bank itu
sendiri. Pengawasan kredit mutlak dilaksanakan untuk menghindari kredit macet. Pengawasan kredit adalah usaha
lancar yang produktif artinya kredit itu
dapat ditarik kembali bersama bunganya sesuai perjanjian yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hal
ini penting jika kredit macet berarti
kerugian bagi bank bersangkutan. Oleh karena itu, penyaluran kredit harus berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan
sistem pengendalian yang baik dan benar.
Dengan demikian betapa pentingnya sektor perkreditan bagi kehidupan perbankan, sehingga sangatlah
dibutuhkan pengawasan kredit yang
terampil dan memadai.


PT. Bank Tabungan Negara
(Persero) Cabang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam
bidang perbankan. Bank ini merupakan
bank devisa yang kegiatan operasional utamanya dibidang perkreditan, disamping kegiatan operasional
lainnya seperti penggarapan dana dari
pihak ketiga, dan lain sebagainya yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit.
Kredit yang diberikan antara lain berupa
kredit investasi, kredit konsumsi, dan kredit modal kerja.



Hal ini merupakan keahlian pengawasan khs dalam mengelola kredit tersebut dan dapat dilunasi tepat waktu oleh
nasabah jatuh tempo.


Pengawasan yang merupakan hal
yang penting bagi usaha perbankan.
Tujuan dari pengawasan pemberian kredit ini terutama untuk menjaga, mengamankan dan mengantisipasi
terjadinya penyimpangan yang dapat
menjadikan kredit bermasalah dan jika tidak ditindaklanjuti akan menyebabkan kerugian bagi bank. Serta dengan
adanya sistem ini, pihak bank dapat
mengetahui dengan cepat munculnya potensi kredit bermasalah yang dapat merugikan bank.


Sistem pengawasan kredit yang
efektif dapat dilihat dari ketepatan tujuan
dan penggunaan kredit yang diberikan oleh bank terhadap nasabah dan kelancaran pembayaran kembali kredit oleh
nasabah pada saat jatuh tempo. Tingkat
keefektifan pengawasan kredit ini dapat kita lihat dari tingkat NPL (Non Performing Loan). Tingkat NPL
ini berpengaruh dalam tingkat kesehatan
bank yang mempengaruhi eksistensi bank.


Berdasarkan kenyataan yang ada,
maka setiap bank berusaha untuk lebih
meningkatkan pengawasan terhadap kredit dan pelayanan kepada nasabah agar tercapai tujuan yang diharapkan
melihat betapa pentingnya keefektifan
sistem pengawasan kredit yang nantinya akan diukur dengan tingkat NPL (Non Performing Loan), maka
penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan judul ” Analisis Sistem Pengawasan Pemberian Kredit Pada PT. Bank Tabungan Negara
( Persero ) Cabang ”.



B. Perumusan Masalah Dengan
memperhatikan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yaitu: a. Apakah sistem pengawasan pemberian kredit
pada Bank Tabungan Negara ( Persero)
Cabang telah efektif ? b. Apakah pemberian kredit telah dijalankan
sesuai dengan kebijaksanaan perkreditan
bank dan prosedur pemberian kredit ? C. Batasan Masalah Agar tidak terjadi
kesimpangsiuran di dalam penelitian yang dilakukan, maka permasalahan dalam penelitian
akan dibatasi pada sistem pengawasan
terhadap pemberian kredit pada PT. Bank Tabungan Negara, (Persero) Cabang .


D. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui keefektifan sistem
pengawasan pemberian kredit yang
dilakukan oleh Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang .


2) Untuk mengetahui apakah pemberian kredit
telah dijalankan sesuai dengan
kebijaksanaan perkreditan bank dan prosedur pemberian kredit.


E. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini
adalah: a. Bagi penulis, diharapkan dapat menambah ilmu
pengetahuan b. Bagi perusahaan,
diharapkan dapat memberikan
masukan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan c. Bagi pihak lain, diharapkan dapat menjadi
referensi dalam penelitian selanjutnya.

Skripsi Manajemen:Analisis Sistem Pengawasan Pemberian Kredit Pada PT. Bank Tabungan Negara

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.