Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Studi Pengaruh Perlintasan Sebidang Jalan Dengan Rel Kereta Api Terhadap Karakteristik Lalulintas (Studi Kasus Perlintasan Kereta Api Jalan Sekip)



BAB I PENDAHULUAN 
I.1 Umum 
Sistem
transportasi yang terbentuk dari komponen sarana, prasarana dan manusia  adalah bagian hidup masyarakat saat ini.
Permasalahan yang timbul seperti kemacetan,  kecelakaan, penurunan kualitas lingkungan dan
transportasi biaya tinggi menjadi  pemandangan
sehari-hari dikota-kota besar di Indonesia. Dalam suatu sistem jaringan  jalan raya, persimpangan merupakan titik
terjadinya konflik antara moda transportasi  dan tingkat efisiensi jaringan jalan sangat
ditentukan oleh kinerja persimpangan.
Suatu persimpangan biasanya
terbentuk dari pertemuan antara dua ruas jalan  dengan arah yang berbeda. Pertemuan antara dua
jenis prasarana transportasi seperti  jalan
raya dengan rel kereta api merupakan bentuk pertemuan yang menimbulkan  masalah. Peranan sistem kontrol pada  pertemuan dua jalur prasarana transportasi  tersebut yang di Indonesia disebut dengan
perlintasan sebidang jalan dengan rel kereta  api, saat ini banyak yang telah dioperasikan
secara semi otomatis. Permasalahan yang  tampak
adalah walaupun sistem kontrol tersebut telah dioperasikan dengan benar, tapi  bila volume kendaraan pada pendekat lintasan
sedemikian besar maka akan  menimbulkan
tundaan dan panjang antrian yang cukup berarti dan resiko terjadinya  kecelakaan lalulintas antara kendaraan jalan
raya dengan kereta api akan semakin besar.
Hal tersebut disebabkan karena
pada perlintasan sebidang antara jalan dengan rel  kereta api terdapat pertemuan antara moda transportasi
jalan raya dan kereta api pada  Jual
skripsi satu bidang yang sama yang memiliki karakteristik pergerakan yang
berbeda sehingga  memiliki tingkat resiko
tinggi untuk terjadinya kecelakaan lalulintas. Potensi terjadinya  kecelakaan lalulintas pada perlintasan kereta
api sebidang akan semakin tinggi jika  perlintasan
kereta api sebidang tersebut berpotongan pada satu bidang yang sama dengan  ruas jalan yang memiliki intensitas kepadatan
lalulintas yang tinggi.
Dengan mempertimbangkan
karakteristik pergerakannya, kereta api mendapat  prioritas pada perlintasan dan pengemudi harus
mendahulukan kereta api karena  berdasarkan
pasal 91 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007  tentang Perkeretaapian, perpotongan antara
jalur kereta api dengan jalan raya sebaiknya  dibuat dengan prinsip tidak sebidang yang
berarti menggunakan Fly over  atau  Underpass sehingga tidak terjadi persimpangan
sebidang dan dapat meminimalisasi  terjadinya
kecelakaan lalulintas.
Hal tersebut mengingat karakter
dari kereta api yang tidak dapat diberhentikan  secara mendadak berbeda dengan moda
transportasi jalan raya. Untuk pengecualian dari  pasal 91 ayat 1 Undang-Undang Republik
Indonesia diatas yaitu pada ayat 2 yaitu untuk  persimpangan sebidang hanya dapat dilakukan
dengan tetap menjamin keselamatan dan  kelancaran
perjalanan kereta api dan lalulintas jalan. Sedangkan berdasarkan Pasal 110  Ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 72 Tahun 2009 Tentang  Lalulintas
dan Angkutan Kereta Api, Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api  dengan jalan yang selanjutnya disebut dengan
perpotongan sebidang yang digunakan  untuk
lalulintas umum atau lalulintas khusus, pemakai jalan wajib mendahulukan  perjalanan kereta api.
Jual skripsi Mengingat
karakteristik kereta api yang tidak dapat langsung berhenti jika ada  penghalang di depannya, kereta api membutuhkan
jarak tertentu untuk mengerem  sebelum
berhenti. Jika terdapat penghalang di depan kereta api yang sedang melaju,  masinis biasanya justru akan semakin menambah
kecepatan karena dengan kecepatan  yang
lebih tinggi diharapkan pada saat terjadi benturan tidak akan mengakibatkan
kereta  api terguling dan benda yang
berada di depan kereta api tersebut akan lebih mudah  tersingkir dan pengendara kendaraan jalan raya
juga diwajibkan untuk lebih  mendahulukan
perjalanan kereta api.
Karakteristik rel kereta api
dapat dikatakan sama dengan jalan tol, yaitu jalur  yang bebas terhadap hambatan selama perjalanan
kereta api berlangsung. Karakteristik  kereta
api masih kurang dipahami oleh sebagian besar pengguna jalan, ditambah lagi  dengan faktor kedisiplinan berlalulintas yang
masih rendah.
I.2 Latar Belakang Masalah Dengan
adanya perlintasan sebidang jalan dengan rel kereta api di Jalan Sekip mengakibatkan
adanya hambatan yang diakibatkan  adanya
rumble strips  pada  saat  memasuki
perlintasan dimana pengemudi dipaksa untuk menurunkan kecepatannya  sehingga kerapatan yang terjadi menjadi lebih
tinggi. Hal ini menimbulkan adanya  perbedaan
karakteristik antara ruas yang tidak dipengaruhi rumble strips dengan ruas  yang dipengaruhi rumble strips. Perbedaan
karakteristik yang dirasakan yaitu adanya  perbedaan kecepatan rata-rata ruang.
Jual skripsi Untuk itulah perlu
adanya studi untuk mengetahui seberapa besar perbedaan  kecepatan rata-rata ruang pada ruas yang bebas
hambatan dengan ruas  jalan yang  dipengaruhi rumble stripspada saat memasuki
perlintasan ini.

Skripsi Civil Engineering: Studi Pengaruh Perlintasan Sebidang Jalan Dengan Rel Kereta Api Terhadap Karakteristik Lalulintas (Studi Kasus Perlintasan Kereta Api Jalan Sekip)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.