Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Analisa Kuat Geser Balok Tinggi Beton Bertulang Berdasarkan Model Strut-And-Tie



BAB I PENDAHULUAN 
1.1 Umum 
Perancangan
struktur beton berdasarkan analisa batas (limit analysis) telah  banyak diselidiki melalui berbagai penelitian
selama hampir empat dasawarsa  belakangan
ini. Berbagai manfaat telah diperoleh melalui penyelidikan dan  penelitian tersebut, terutama pada kekuatan
struktur balok yang dibebani geser, torsi  dan beban kombinasi. Berbagai penelitian terus
berlangsung dan berkembang serta  berbagai
model yang rasional yang dianggap cukup sederhana dan cukup akurat  dalam aplikasinya sudah banyak diusulkan.
Sampai saat ini model yang dianggap  konsisten
dan rasional adalah pendekatan melalui Strut-and-Tie Model.
Strut-and-Tie  Model 
merupakan hasil pengembangan dari metode Truss  Analogi yang pertama kali diperkenalkan oleh
Mörch (Stuttgart) dan Ritter (Zurrich)  pada
tahun 1920. Selanjutnya atas inisiatif Schlaich dan Schafer (Stuttgart), Truss  Analogi dikembangkan ke dalam suatu bentuk /
model yang lebih umum dan  konsisten, dan
kemudian dikenal sebagai Strut-and-Tie Model (Model Penunjang  dan Pengikat). Untuk pertama kalinya Schlaich
dan Schafer secara sistematik  mengembangkan
langkah perancangan struktur beton bertulang dengan Strut-andTie Model, yaitu
dengan membagi struktur dalam dua daerah yakni, daerah D dan B.
Dimana, daerah yang tidak lagi
datar dan tegak lurus garis netral sebelum dan  sesudah ada tambahan lentur yang dirincikan
oleh regangan nonlinear, disebut  daerah
D (Distrubed  atau  Discontinuity) dan daerah dimana berlaku
hukum  Bernoulli disebut daerah B
(Bending  atau Bernoulli). Kedua daerah
tersebut  Jual skripsi menggambarkan alur
gaya (Load Path) sebagai transfer gaya yang terjadi pada  struktur beton bertulang pada kondisi retak
dari sumber pembebanannya sampai  tumpuan  (sumber : Hardjasaputra, H dan Tumilar, S,
Model Penunjang dan  Pengikat Pada
Perancangan Struktur Beton).
Kini Strut-and-Tie Model sudah
menjadi bagian dalam berbagai standart peraturan  dibanyak negara , antara lain : Euro Code 2
(EC2), Appendix A-ACI 318 (2002),  Appendix
A-ACI (2005), Canadian Code, Practical Design of Structural Concrete,  fib (1999).
1.2 Latar Belakang Masalah Dalam
perencanaan struktur beton bertulang, diperlukan suatu kepastian  tentang keamanan struktur terhadap keruntuhan
yang mungkin terjadi selama umur  bangunan.
Salah satu keruntuhan yang cukup fatal dalam konstruksi balok beton  bertulang adalah keruntuhan geser yang
diakibatkan oleh kombinasi beban lentur,  beban aksial, dan beban geser. Beban geser
yang melebihi kapasitas penampang  balok
beton bertulang akan mengakibatkan retakan-retakan diagonal disepanjang  balok beton tersebut. Jika balok tersebut
tidak mempunyai jumlah tulangan  transversal
dan tulangan longitudinal yang cukup serta didetail dengan benar,  retakan-retakan tersebut dapat terjadi lebih
awal dan pada akhirnya akan berakibat  terjadi
keruntuhan yang tiba-tiba pada balok. Jadi salah satu hal yang sangat perlu  untuk diperhatikan dalam merencanakan maupun
menganalisa suatu struktur beton  bertulang
adalah kegagalan geser pada unit-unit struktur, karena kegagalan geser  adalah keruntuhan getas yang berakibat fatal.
Jual skripsi Balok tinggi adalah
suatu elemen struktur yang mengalami beban seperti  pada balok biasa, tetapi mempunyai angka
perbandingan tinggi / lebar yang besar,  dan
angka perbandingan bentang geser/ tinggi efektif tidak melebihi 2 sampai 2.5  dimana bentang geser adalah bentang bersih
balok untuk beban terdistribusi merata.
Lantai beton yang mengalami beban
horizontal, dinding yang mengalami beban  vertikal, balok berbentang pendek yang
mengalami beban sangat berat, dan  kebanyakan
dinding geser merupakan contoh-contoh jenis elemen struktur ini.
Karena geometrinya inilah maka
balok tinggi ini lebih berperilaku dua dimensi –  bukan satu dimensi – dan mengalami keadaan
tegangan dua dimensi. Sebagai  akibatnya,
bidang datar sebelum melentur tidak harus tetap datar setelah melentur.
Distribusi regangannya tidak lagi
linier, dan deformasi geser yang diabaikan pada  balok biasa menjadi sesuatu yang cukup berarti
dibandingkan dengan deformasi  lentur
murni.
Perilaku balok tinggi sangat
berbeda dengan balok lentur konvensional,  dimana keruntuhan lebih dominan terjadi akibat
tegangan geser sehingga  perencanaan
tulangan geser sebagai perkuatan internal menjadi penting. Tulangan  geser tidak hanya dapat meningkatkan kapasitas
geser balok, tetapi juga merubah  sifat
daktilitas balok dimana tulangan geser berfungsi untuk mereduksi resiko terjadi
 keruntuhan getas. Selain sengkang yang
menahan gaya geser maka pada penulisan  ini
divariasikan penggunaan tulangan geser longitudinal yang diharapkan dapat  menyumbangkan tahanan terhadap kapasitas geser
balok tinggi.

Skripsi Civil Engineering: Analisa Kuat Geser Balok Tinggi Beton Bertulang Berdasarkan Model Strut-And-Tie

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.