BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Tangki penyimpanan
atau storage tankmenjadi bagian yang penting dalam suatu proses industri kimia karena tangki
penyimpanan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan
bagi produk dan bahan baku tetapi juga menjaga kelancaran ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat
menjaga produk atau bahan baku dari
kontaminan yang dapat menurunkan kualitas dari produk atau bahan baku. Pada umumnya produk atau bahan baku yang terdapat
pada industri kimia berupa liquid atau gas, namun tidak tertutup kemungkinan
juga dalam bentuk padatan ( solid).
Tangki penyimpanan cairan, yang
telah ada dalam dunia konstruksi selama berabad-abad,
akhir-akhir ini telah menjadi topik pembicaraan utama dalam dunia teknik gempa. Ketahanan tangki air, minyak,
ataupun bahan kimia terhadap gempa sangat
penting bagi masyarakat. Tangki minyak yang rusak (bocor) bisa menyebabkan terjadinya kebakaran besar yang
sangat sulit untuk diatasi. Sedangkan tangki
berisi bahan kimia yang mengalami kebocoran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Belakangan ini produksi minyak
sawit mentah (Crude Palm Oil/ CPO) Indonesia
meningkat dengan pesat ditandai dengan semakin banyaknya pabrik minyak kelapa sawit. Peningkatan harga minyak
dunia menyebabkan ekspor CPO Indonesia
juga meningkat dengan drastis. Oleh karena itu, semakin banyak dibutuhkan tangki penyimpanan CPO (Storage
Tank) sebagai tempat menyimpan persediaan
minyak sawit mentah (CPO) sebelum diekspor.
Jual skripsi 2 Selain itu, tangki persediaan air jugatidak
kalah pentingnya dengan tangki penyimpanan
CPO. Telah diketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Untuk itulah sangat
penting diperhatikan kosntruksi tangki sebagai
tempat penyimpanan air demi menjaga kelangsungan hidup.
Oleh karena sebab-sebab inilah,
pada tugas akhir ini akan dibahas dan dilakukan
perencanaan tangki yang baikdan benar.
1.2. Permasalahan Sejumlah wilayah di Indonesia berulang kali
dilanda gempa bumi. Dalam retang waktu
yang terbilang singkat gempa mengguncang Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, Sulawesi
Tengah. Akibat gempa tidak hanya merusakan
bangunan, namun banyak menelan korban jiwa. Potensi gempa di Indonesia memang terbilang besar, sebab berada
dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik
besar yang aktif bergerak. Daerah rawan gempa tersebut membentang di sepanjang batas lempeng tektonik Australia
dengan Asia, lempeng Asia dengan Pasifik
dari timur hingga barat Sumatera sampai selatan Jawa, Nusa Tenggara, serta Banda. Kondisi ini sangat berbahaya bagi
tangki penyimpanan cairan. Oleh karena itu
perlu dikaji lebih dalam tentang pengaruh gempa terhadap guncangan cairan di dalam tangki yang menyangkut pada kekuatan
struktur tangki itu sendiri untuk menghindari
kerusakan yang menimbulkan kerugian.
Beban-beban yang mungkin terjadi
pada tangki adalah beban mati (berat sendiri
tangki), beban cairan yang disimpan dalam tangki, beban air (untuk tes hidrostatik), beban hidup atap minimum, angin,
tekanan dalam rencana, tekanan percobaan,
tekanan luar rencana, dan beban gempa.
Jual skripsi
0 komentar:
Posting Komentar