Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Kajian Metoda Perencanaan Pelapisan Ulang Campuran Beraspal (AC) Di Atas Perkerasan Beton



BAB I PENDAHULUAN
I.1. UMUM
Perkerasan
dan struktur perkerasan merupakan struktur yang terdiri dari satu atau beberapa lapis perkerasan dari
bahan-bahan yang diproses, dimana fungsinya
untuk mendukung berat dari beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi jalan
itu sendiri. Struktur perkerasan terdiri
dari dari beberapa lapisan dengan kekerasan dan daya dukung yang berbeda-beda, tiap lapisan perkerasan harus
terjamin kekuatan dan ketebalannya sehingga
tidak akan mengalami distress yaitu perubahan karena tidak mampu menahan beban dan tidak cepat kritis atau
failure.
Jenis perkerasan yang umum
digunakan adalah perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid
pavement). Sekarang di Indonesia, tengah dikembangkan perkerasan komposit (composite
pavement) yaitu perpaduan antara perkerasan
kaku dengan permukaan aspal (NAASRA, 1987). Dan tipe inilah yang dibahas dalam tugas akhir ini.
Sebagaimana halnya suatu
perkerasan lentur jalan raya, maka perkerasan jalan beton pun akan mengalami penurunan
kinerja sehubungan dengan pengaruh beban
lalu lintas yang berlebih dan lingkungan sekitarnya dimana jalan itu berada.
Penurunan kinerja yang umum pada
perkerasan jalan adalah penurunan dari segi fungsional dan struktural dalam melayani lalu
lintas. Dalam rangka meningkatkan kembali
kemampuan perkerasan jalan beton tersebut serta memanfaatkan perkerasan lama yang sudah ada secara efektif,
maka perlu dilakukan usaha perkuatan
perkerasan yang sudah ada, agar bisa melayani lalu lintas lebih lama Jual skripsi lagi. Untuk memperpanjang masa
pelayanan jalan beton tersebut, dapat dilakukan penambahan lapis tambah diatas perkerasan
beton yang sudah ada, dimana salah satunya
bahan penambahan tersebut adalah lapisan beraspal (AC).
Pelapisan tambahan bertujuan
untuk mengembalikan kekuatan perkerasan sehingga
mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat pengguna jalan (stake holders). Penurunan
fungsional dapat terjadi dari beberapa kondisi
yang dapat merugikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan seperti : •
Rendahnya kekesatan jalan •
Tekstur permukaan jalan yang sudah bergelombang • Distorsi permukaan yang berlebihan • Kondisi drainase perkerasan (hydroplaning) Sedangkan penurunan struktural dapat
diakibatkan oleh kapasitas beban yang
berlebih (overload) pada struktur perkerasan. Ini diperlihatkan pada kondisi perkerasan eksisting seperti terjadinya
retak-retak refleksi (cracking), kerusakan pada sambungan, amblas, defleksi (penurunan),
alur, gelombang serta kerusakan lainnya.
I.2. PERMASALAHAN Menurut data
Dirjen Bina Marga 2006, sebagian kondisi jalan di Indonesia berada dalam kondisi kurang/tidak mantap dan
bahkan dalam kondisi kritis (lihat gambar
1.1), sehingga upaya untuk meningkatkan kondisi jalan tersebut menjadi kondisi mantap/baik memerlukan biaya (cost)
yang cukup besar. Hal ini terjadi, karena
tidak adanya perawatan dan pemiliharaan rutin ataupun berkala dari pengelola/instansi terkait.
Jual skripsi Gambar 1.1.
Persentase Kondisi Jalan di Indonesia Untuk mempertahankan kondisi perkerasan
jalan pada kondisi track yang benar
penanganan perkerasan yang diutamakan adalah pemeliharaan, baik rutin maupun berkala. Apabila kondisi perkerasan
telah mencapai kondisi kritis bahkan runtuh
(failure), maka jenis penanganan yang harus dilakukan adalah peningkatan (betterment). Indonesia sebagai negara
berkembang, pada umumnya mempertimbangkan
konstruksi lapis tambah (overlay). Salah satu faktor pemilihannya adalah karena tidak memerlukan
cost yang cukup besar.
Tujuan perencanaan overlay adalah
mengembalikan kekuatan perkerasan sehingga
mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada pemakai jalan.
Perkerasan yang baik diharapkan
dapat menjamin pergerakan manusia dan/atau barang secara lancar, aman, cepat, murah dan
nyaman.
Permasalahan yang dibahas dalam
tugas akhir ini tidak meliputi semua metoda
yang digunakan untuk perencanaan tebal lapis tambah, tetapi hanya beberapa metoda perencanaan perkerasan yang
paling umum digunakan yaitu Jual skripsi
metoda AUSTROADS, AASHTO dan Asphalt Institute dengan memakai analisa lendutan / load transfer atau nilai CBR. Akan
tetapi tidak semua metoda yang ada ekonomis
dan layak digunakan untuk setiap kondisi, karena itu perlu dilakukan kajian yang seksama mengenai kelebihan dan
kekurangan atau akurasi dari masing-masing
metoda tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan.




� �
n L �� kan
bermanfaat bagi : a. Sebagai bahan referensi bagi siapa saja yang
membacanya khususnya bagi mahasiswa yang
menghadapi masalah yang sama.b. Diharapkan bermanfaan sebagai khasanah
perkembangan ilmu pengetahuan di bidang
geoteknik, terutama pondasi bore pile bagi penelitian dan pihak – pihak terkait.
c. Untuk pihak-pihak lain yang membutuhkannya.

Skripsi Civil Engineering: Kajian Metoda Perencanaan Pelapisan Ulang Campuran Beraspal (AC) Di Atas Perkerasan Beton

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.