Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Analisa Perbandingan Waktu dan Perbedaan Faktor Air Semen Serta Pengaruhnya Terhadap Kuat Tekan Benda Uji (Kajian Eksperimental)



BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar
Belakang
Pembangunan dibidang struktur dewasa ini mengalami kemajuan yang
sangat pesat, baik pada pembangunan
perumahan, gedung-gedung, jembatan, bendungan, jalan raya, pelabuhan, bandara dan sebagainya. Pertumbuhan
atau perkembangan industri konstruksi di indonesia cukup pesat hampir 60% material yang
digunakan dalam pekerjaan konstruksi adalah
beton (concrete). Beton yang dipergunakan sebagai struktur dalam konstruksi
teknik sipil dapat dimanfaatkan untuk
banyak hal. Dalam teknik sipil, struktur beton dipergunakan untuk bangunan
pondasi, kolom, balok, pelat ataupun cangkang.
Beton diminati karena banyak
memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan bahan lainnya. Beberapa diantaranya adalah
bahan pengisi (filler) beton terbuat dari bahanbahan yang mudah diperoleh,
mudah diolah (workability) dan mempunyai keawetan (durability) serta kekuatan (strenght) yang
sangat diperlukan dalam pembangunan suatu konstruksi.
Beton sendiri merupakan campuran
homogen dengan perbandingan tertentu antara semen, agregat kasar, agregat halus dan air,
serta ditambah pula dengan bahan campuran tertentu bila dianggap perlu.
Agar dapat merancang kekuatannya
dengan baik, artinya dapat memenuhi kriteria aspek ekonomi yaitu rendah dalam biaya dan memenuhi
aspek teknik yaitu memenuhi kekuatan
struktur. Seorang perencana beton harus mampu merancang campuran beton yang memenuhi kriteria tersebut.
Untuk menghasilkan beton dengan
kekuatan tekan yang tinggi, penggunaan air atau faktor air semen haruslah kecil, namun hal
tersebut akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaannya. Kinerja yang menjadi bahan
perhatian penting pada perencana struktur ketika merencanakan struktur yang menggunakan beton
ada dua, yaitu : kekuatan beton dan kemudahan
dalam pengerjaannya.
Menurut SNI T.15-1990-03 beton
yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak
melebihi 10 MPa dapat menggunakan campuran
1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan nilai slump tidak lebih dari 100 mm.
Pengerjaan beton dengan kekuatan
tekan lebih dari 20 MPa dapat menggunakan penakaran volume, dan untuk pengerjaan dengan kekuatan
tekan lebih dari 20 MPa harus menggunakan campuran berat.
I.2. Perumusan Masalah Permasalahan
yang sering di hadapi di lapangan adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton
tersebut agar dapat memenuhi kriteria teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi
teknik). Oleh karena itu, pencampuran bahanbahan penyusun beton dilakukan agar
diperoleh suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun berdasarkan rancangan campuran beton,
selain itu karakteristik dan sifat bahan juga akan mempengaruhi hasil rancangan.
Perancangan campuran beton
dimaksudkan untuk mengetahui komposisi atau proporsi bahan-bahan penyusun beton. Proporsi
campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui sebuah perancangan
beton (mix design).
Proses memilih bahan-bahan
pembetonan yang tepat dan memutuskan jumlah/kuantitas
ketergantungan dari bahan-bahan tersebut dengan mempertimbangkan syarat mutu
beton, kekuatan (strength), ketahanan (durability) dan kemudahan pengerjaan (workability) serta nilai ekonomisnya disebut
perancangan campuran beton (concrete mix design). Oleh karena itu analisis mix design
bertujuan untuk menemukan kuantitas yang tepat yang sesuai dengan persyaratan
struktural. Dari sudut pandang teknik, pencampuran yang
banyak akan dapat menyebabkan penyusutan
(shrinkage) dan keretakan (cracking) pada beton structural, dan hal ini tidak boleh terjadi melebihi batas-batas yang telah
dipersyaratkan. Pencampuran yang tidak tepat juga bisa menyebabkan perubahan panas hidrasi
dalam massa beton menjadi lebih tinggi yang
bisa menyebabkan keretakan. Sehingga dengan kata lain, ada begitu banyak pengaruh
tidak langsung dari perancangan campuran
beton yang akan turut mempengaruhi kuat tekan beton jadi.
Dalam tugas akhir ini penulis
akan mengkaji mengenai “ANALISA PERBANDINGAN
WAKTU DAN PERBEDAAN FAKTOR AIR SEMEN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KUAT TEKAN BENDA UJI PADA
MIX DESIGN YANG SAMA”. Dimana
perancangan ditetapkan memenuhi kriteria perancangan standar yang berlaku yaitu yang sesuai dengan SNI
(Standar Nasional Indonesia). Adukan beton dimaksudkan untuk mendapatkan beton yang
sebaik-baiknya, baik dari kuat tekan yang tinggi, maupun kemudahan pengerjaan
(workability).

Skripsi Civil Engineering: Analisa Perbandingan Waktu dan Perbedaan Faktor Air Semen Serta Pengaruhnya Terhadap Kuat Tekan Benda Uji (Kajian Eksperimental)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.