BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Karsinoma
nasofaring (KNF) merupakan keganasan pada epitel nasofaring dengan predileksi di fossa Rossenmuller
(Paulino,2002), yaitu tempat bermuaranya
saluran Eustachi yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga faring. Penyakit ini termasuk dalam
sepuluh besar keganasan dan menduduki
peringkat pertama di bidang THT (Mediana dan Amriyatun,2004).
Karsinoma nasofaring ini juga, sulit dideteksi
secara dini karena letak keganasan awalnya
yang tersembunyi. Hal ini menjadi rumit karena prognosis penderita KNF sangat bergantung pada stadium klinis saat
dilakukan diagnosis.
KNF tidak umum terjadi di Amerika Serikat dan
dilaporkan bahwa kejadian tumor ini
adalah kurang dari 1 dalam 100.000. Namun, KNF cukup unik di beberapa daerah geografis, yaitu Cina
Selatan, orang Eskimo, dan orangorang di negara- negara Asia Tenggara lainnya.
Kanker nasofaring merupakan penyakit
yang relative umum dalam populasi asal Cina Selatan di antara migrant (Nasional Cancer Institute ,2009). Dalam
sebahagian provinsi di Cina, dijumpai kasus
KNF adalah sebanyak 15-30 per 100.000. Selain itu, di Cina Selatan khususnya Hong Kong dan Guangzhou, terdapat
10-150 kasus per 100.000 orang per
tahun. Insiden tetap tinggi untuk keturunan Cina Selatan yang hidup di
negaranegara lain (Fuda Cancer Hospital Guangzhou, 2002 dan Nasional Cancer Institute, 2009).
KNF di Indonesia, menempati urutan ke-5 dari
10 besar diantara keganasan yang
terdapat di seluruh tubuh dan menempati urutan ke -1 di bidang THT. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher
merupakan KNF. Dari data Departemen
Kesehatan, tahun 1980 menunjukkan prevalensi 4,7 / 100.000 atau diperkirakan 7.000-8.000 kasus per tahun. Dari
data laporan profil KNF di Rumah Sakit
Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, periode Januari 2000 sampai Juni 2001 didapatkan 33%
dari keganasan di bidang THT. Di RSUP
Hj. Adam Malik pada tahun 2002 - 2007
ditemukan 684 penderita KNF ( Nasir,
2009).
Keunikan prevalensi inilah yang
melatarbelakangi pemikiran adanya keterkaitan
KNF dengan faktor risiko tertentu. Dewasa ini etiologi dan faktor resiko KNF masih harus diteliti. Penelitian
dewasa ini menunjukan bahwa KNF berhubungan
erat dengan Epstein-Barr virus (EBV) salah satu jenis herpes virus yang menyebabkan infeksi asimptomatis pada
>90% populasi dunia.
Insiden yang tinggi ini dapat disebabkan
tingginya faktor risiko KNF di Indonesia,
yaitu tingginya konsumsi ikan asin dan makanan yang diawetkan, pajanan di tempat kerja oleh zat-zat
karsinogenik seperti formaldehid, debu kayu serta asap dari kayu yang dibakar. Saat
ini,banyak produsen makanan menggunakan
formalin sebagai pengawet makanan dengan tujuan mengurangi biaya produksi. Seperti yang telah
diketahui,formalin adalah bahan kimia yang mempunyai sifat karsinogenik (Fenner B,2005).
Sehubungan dengan itu,ras juga mempunyai
peranan untuk menjadi penyebab KNF ini
dimana,ras Melayu yaitu Malaysia dan Indonesia adalah yang paling sering terkena. Ras kulit putih lebih jarang terkena penyakit ini.
(Nasir,2009).
KNF ini lebih banyak dijumpai pada pria
daripada wanita dengan perbandingan 3:1
(Susworo,2005), dan kebanyakan dijumpai pada usia 40 hingga 60 tahun. Pasien yang muda memiliki tingkat
ketahanan hidup yang lebih baik daripada
pasien yang lebih tua (National Cancer Institute,2009). Usaha maksimal dibutuhkan untuk menurunkan angka penyakit ini
dengan mendiagnosis penyakit ini secepat
mungkin.Secara keseluruhan,ngka harapan hidup 5 tahun adalah 45%.
Secara keseluruhan, angka bertahan hidup 5
tahun adalah 45 %.
Prognosis diperburuk oleh beberapa faktor
seperti stadium yang lebih lanjut, usia
lebih dari 40 tahun, adanya pembesaran kelenjar leher, kelumpuhan saraf otak dan kerusakan tulang tengkorak
(Roezin,Anida,2007). Banyak kasus karsinoma
nasofaring ini terlambat didiagnosis karena tidak ada gejala spesifik dan letaknya tersembunyi (Susworo R ,2004).
Berdasarkan keterangan tesebut,maka
penulis terdorong untuk mengetahui lebih lanjut tentang profil penderita KNF.
1.2 Rumusan Masalah Bagaimanakah profil
penderita kassinoma nasofaring di RSUP H.Adam Malik, pada periode Januari hingga Desember
2012? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui profil penderita
KNF di RSUP H.Adam Malik, pada periode Januari hingga Desember 2012.
1.3.2 Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui
distribusi umur penderita.
2) Untuk mengetahui distribusi jenis kelamin
penderita.
3) Untuk mengetahui distribusi stadium klinis
penderita.
4) Untuk mengetahui distribusi keluhan utama
penderita.
5) Untuk mengetahui distribusi gejala klinis
penderita.
6) Untuk mengetahui distribusi tipe
histopatologis penderita.
7) Untuk mengetahui jenis terapi penderita.
1.4 Manfaat penelitian a) Pelayanan Kasehatan Meningkatkan kualitas
pelayann kasehatan bagi penderita KNF dalam memberikan informasi dalam upaya peningkatan
kelengkapan data penderita KNF.
b) Bagi
peneliti Meningkatkan pengetahuan peneliti tentang profil penderita KNF dan memberikan informasi tambahan sebagai bahan
acuan untuk penelitian selanjutnya.
0 komentar:
Posting Komentar