Jumat, 24 Oktober 2014

Skripsi Psikologi:Proses Pengambilan Keputusan Membeli Ditinjau dari Citra



BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan
pasar tradisional mulai tersaingi atau
bahkan tergeseroleh adanya bisnis eceran modern.Bisnis eceran atau biasa disebut dengan pedagang eceran
semakin terasa keberadaannya dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Berbagai macam pusat perbelanjaan eceran bermunculan dengan bermacam bentuk dan ukuran.
Salah satu bentuk pusat perbelanjaan
eceran adalah department store (Suryandari, 2003).
Department storemerupakan salah
satu jenis toko pengecer (ritel) yang menyediakan
variasi produk belanja dan produk-produk khs secara luas, termasuk pakaian, kosmetik, peralatan rumah
tangga, alat-alat rumah tangga dan mebel.
Pembelian biasanya dilakukan dimasing-masing bagian yang diperlakukan sebagai pusat pembelian terpisah agarekonomis
dalam promosi, pembelian, pelayanan, dan
pengawasan. Masing-masing bagian biasanya dikepalai oleh seorang buyer, yang tidak saja memilih produk
dagangan untuk bagiannya tetapi juga
bertanggung jawab atas keseluruhan promosi dan personil (Lamb, Hair dan McDaniel, 2001).
Suatu department storemenyediakan
berbagai macam produk secara luas.
Hal ini menjadi salah satu daya
tarik department storesehingga banyak konsumen yang berbelanja di department store (Richert,
Meyer dan Haines, 1962).
Pembelanja department storeakan
lebih konsen terhadap kualitas dari barang dagangan, derajat kemudahan berbelanja, dan
kepuasan setelah transaksi (Lamb, Hair
dan McDaniel, 2001).
Proses pengambilan keputusan
membeli khsnya dalam hal jumlah pencarian
informasi yang dilakukan olehkonsumen berhubungan dengan tipe toko dimana konsumen berbelanja. Pembeli di
department storelebih memiliki pengetahuan,
memiliki lebih banyakpengalaman, membaca lebih banyak mengenai produk yang akan dibeli, mengunjungi
lebih banyak toko dan mencari saran dari
teman atau orang-orang di sekitarnya (Loudon dan Bitta, 1984).
Pengambilan keputusan merupakan
suatu kegiatan individu yang secara langsung
terlibat dalam mendapatkandan mempergunakan barang yang ditawarkan. Stanton (1997) mengemukakan
keputusan membeli sebagai proses dalam
pembelian nyata setelah melalui tahap-tahap sebelumnya. Setelah melakukan evaluasi atas sejumlah alternatif
maka konsumen dapat memutuskan apakah
suatu produk akan dibeli atau diputuskan untuk tidak dibeli sama sekali.
Awater (dalam setiadi, 2003)
mendefinisikan pengambilan keputusan sebagai
kegiatan mengumpulkan informasi tentang alternatifyang relevan dan membuat pilihan yang sesuai.
Proses keputusan konsumen
merupakan hal penting yang dilakukan konsumen
dalam membeli suatu produk. Hal ini dikarenakan dalam proses tersebut memuat berbagai langkah yang terjadi
secara berurutan sebelum konsumen
mengambil keputusan (Engel, 1994).
Proses pengambilan keputusan
melibatkan tiga tahapan, antara lain : input, proses, dan output. Tahapan inputmempengaruhi
rekognisi terhadap kebutuhan produk dan
terdiri dari dua sumber utama, yaitu usaha pemasaran perusahaan (produk, tempat, harga, dan promosi) dan
pengaruh sosioekternal konsumen (keluarga,
teman, tetangga, kelas sosial, budaya). Tahapan proses fokus terhadap bagaimana konsumen membuat keputusanyang
mencakup faktor psikologis (motivasi,
persepsi, belajar, kepribadian, dan sikap). Mempengaruhi rekognisi terhadap kebutuhan, pencarian alternatif
sebelum pembelian, dan evaluasi alternatif.
Tahapan outputmerupakan pembelian dan perilaku setelah pembelian (Schiffman dan Kanuk, 2004).
Secara umum, konsumen mengikuti
proses pengambilan keputusan ketika membeli
suatu produk. Tahapan proses pengambilan keputusan membeli antara lain : pengenalan kebutuhaan, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli, konsumsi, dan perilaku pascapembelian
(Engel, 1995).
Proses pengambilan keputusan
pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan
berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang dilakukan tersebut antara lain:
Initiator,adalah individu yangmempunyai inisiatif pembelian barang tertentu; Influencer,adalah
individu yang berpengaruh terhadap keputusan
membeli. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau
tidak; Decider,adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa
yang akan dibeli, bagaimana membelinya;
Buyer,adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; User,yaitu individu yang
menggunakan produk atau jasa yang dibeli
(Loudon dan Bitta, 1993).
Proses pengambilan keputusan konsumen tidak
bisa terjadi dengan sendirinya. Terdapat
banyak faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen, antara lain faktor budaya, faktor
sosial, faktor individu dan faktor psikologis.
Faktor budaya mencakup budaya dan nilai, subbudaya dan kelas sosial. Faktor sosial menunjukkan interaksi
sosial antara konsumen dan sekelompok
orang yang memiliki pengaruh, seperti pada referensi kelompok, opini para pemimpin dan para anggota keluarga.
Faktor individu mencakup jenis kelamin,
umur, keluarga dan daur hidup keluarga, pribadi, konsep hidup, serta gaya hidup. Faktor psikologis menentukan
bagaimana menerima dan berinteraksi dengan
lingkungan dan berpengaruh pada keputusan yang diambil oleh konsumen. Faktor psikologis mencakup persepsi, motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap (Lamb, Hair dan McDaniel,
2001).
Kottler (1997) menyatakan bahwa
ada dua kepentingan utama yang diperhatikan
oleh konsumen dalam memutuskan pembelian suatu produk, antara lain: Pertama, keputusan pada ketersediaan dan
kegunaan suatu produk.
Konsumen akan memutuskan untuk
membeli suatu produk, jika produk yang ditawarkan
tersebut tersedia dan bermanfaat baginya. Kedua, keputusan pada hubungan dari produk atau jasa. Konsumenakan
memutuskan untuk membeli suatu produk
jika produk tersebut mempunyai hubungan dengan yang diinginkan konsumen.
Rangsangan dalam toko juga
memiliki pengaruh terhadap keputusan membeli.
Menurut Assael (1998) rangsangan dalam toko merupakan hal yang penting dalam mempengaruhikeputusan membeli
yang dilakukan oleh konsumen khsnya
untuk pembelian yang tidak direncanakan. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang baik dalam toko dapat
mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan
untuk melakukan pembelian. Dengan kata lain, situasi yang baik dapat menjadikan suatu rangsangan bagi konsumen
untuk melakukan pembelian.
Lingkungan dalam toko memiliki peran yang
sangat penting untuk menarik minat
konsumen mengunjungi toko. Di samping itu, suasana dalam toko yang baik dan menyenangkan ditambahdengan
adanya pelayanan yang memuaskan akan
melekat di benak konsumen yang berbelanja. Melalui penyebaran informasi dari mulut ke mulut citra
toko (store image) akan menjadi positif
dan semakin baik di mata konsumen sehingga semakin besar pula kemungkinan akan terjadi pembelian-pembelian
yang tidak direncanakan sebelumnya oleh
konsumen. Konsumen yang memasuki toko memiliki kesan tersendiri terhadap toko. Misalnya kesan
terhadap harga produk, pelayanan yang diberikan
oleh karyawan atau kesan terhadap barang yang ada. Setiap toko berusaha untuk menciptakan citra yang baik di
mata konsumen, karena citra konsumen
terhadap toko pada akhirnya akan menimbulkan penilaian konsumen akan keberadaan toko tersebut (Wiyanto, 2002).

Skripsi Psikologi:Proses Pengambilan Keputusan Membeli Ditinjau dari Citra

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.