Kamis, 30 Oktober 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Rancang Bangun Dan Pengujian Pemanas Air Dengan Memanfaatkan Panas Buang Kondensor Siklus Kompresi Uap Hybrid Dengan Kapasitas 120 Liter



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam
kehidupan sehari-hari, manusia tentu saja menginginkan suatu keadaan dimana temperatur dan kelembaman ruangan lebih
nyaman. Sistem pendingin atau
refrigerasi merupakan proses pelepasan kalor dari suatu substansi dengan cara penurunan temperatur dan pemindahan panas
ke substansi lainnya. Sistem pendingin
dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan kesegaran kerja, disamping itu juga untuk memungkinkan suatu
proses berjalan dengan baik atau untuk
melindungi mesin atau alat-alat agar tidak cepat rusak.
Hadirnya mesin-mesin ini di tengah kehidupan
manusia diharapkan kehidupan manusia
menjadi lebih efektif dan efisien. Namun terkadang dapat membuat manusia lalai dan menjadi “malas”.
Untuk alasan ini juga terkadang manusia
rela hidup boros bahkan mengorbankan lingkungannya demi kenyamanan yang didapatkan. Salah satu dampak
revolusi industri hingga sekarang adalah
terus menurunnya kualitas lingkungan hidup akibat pencemaran lingkungan yang dilakukan secara terus
menerus. Untuk itu dibutuhkan kesadaran mendasar
dan langkah kongkrit sekecil apapun untuk menyelamatkan lingkungan tempat tinggal kita.
New York 22 September 2009, Perdana Menteri
Jepang saat itu, Yokio Hatoyama
berpidato “Japan will aim to reduce its emissions by 25% by 2020, if compared to the 1990 level, consistent with
what the science calls for in order to halt
global warming”. Jepang akan mengurangi emisinya sampai 25% dibanding emisi yang dikeluarkannya tahun 1990, sejalan
dengan yang diminta dunia sains untuk menghentikan pemanasan global. Kalimat
ini mendapat sambutan hangat dari para
kepala negara yang berada di ruangan tersebut.
Pemanasan global (global warming) adalah
kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi
yang diakibatkan oleh tinginya kandungan gas-gas rumah kaca hasil dari pembakaran sumber energi berbasis
fosil dan pembabatan hutan. Sejak dimulainya
revolusi industri, umat manusia telah sangat tergantung kepada penggunaan sumber energi yang berasal dari
fosil, selanjutnya di tulisan ini akan Universitas
Sumatera Utara diistilahkan dengan energi fosil. Energi fosil termasuk minyak
bumi, gas alam, dan batubara. Sebagai
gambaran besarnya ketergantungan umat manusia terhadap energi fosil, Energy Information
Administration (EIA), menyebutkan bahwa selama tahun 2007, konsumsi energi global
bersumber dari minyak bumi sebesar 36%,
batubara 27.4%, dan gas alam 23.0%. Total penggunaan energi fosil ini adalah 86.4% dan sisanya dipasok oleh sumber
energi lain seperti nuklir, hydropower,
geothermal, angin, surya dan lain-lain. Menurut laporan statistik penggunaan minyak dunia, yang dikeluarkan
British Petroleum (BP), selama tahun 2008 konsumsi energi dunia adalah
sebesar 474 exajoule (474 x 1 1 joule).
Jika komposisi 86.4% (laporan tahun 2007 oleh
EIA) dianggap tidak berubah jauh dengan
2008, maka konsumsi ini berasal dari energi fosil sebesar 409,5 EJ dan sisanya 64,5 EJ dari sumber energi lain
seperti nuklir dan renewable energi.
Pembakaran energi fosil ini setara dengan
pelepasan 21.3 Gigaton karbon dioksida ke
alam, tetapi alam dengan bantuan hutan hanya mampu menyerap setengah dari jumlah ini. Oleh karena itu akan ada
penambahan karbon dioksida sekitar 10.6 Gigaton
pertahun. Jika tidak ada langkah konkrit, hal ini akan meningkat terus di tahun-tahun mendatang seiring dengan
meningkatnya kebutuhan energi dunia.
Inilah salah satu yang akan menyebabkan
pemanasan global, dan jika tidak diselesaikan
bersama akan membahayakan kelangsungan hidup bumi sebagai planet yang bisa dihuni umat manusia dan
mahluk hidup lainnya.
Kondisi Indonesia, tidak jauh berbeda dengan kondisi
global saat ini.
Sumber utama energinya masih disuplai oleh
energi fosil. Sementara, efisiensi konversi
dan penggunaan energi fosil masih rendah. Menurut laporan statistik yang dikeluarkan oleh BP, total konsumsi
energi Indonesia selama tahun 2007 adalah
sebesar 5,18 EJ. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan konsumsi energi ini berasal dari
energi fosil sebesar 95%, hidropower
3,4%, panas bumi 1,4%, lainnya 0,2% (data tahun 2003). Komposisi ini dengan
jelas menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada energi fosil. Perbedaan utama permasalahan enegi yang
dihadapi pemerintah Indonesia adalah
ketergantungan yang besar kepada minyak bumi. Pemerintah, pada saat ini fokus pada usaha untuk mengurangi
ketergantungan ini. Efisiensi energi di Indonesia
juga sangat buruk. Menurut data, nilai elastisitas energi yang diolah Universitas Sumatera Utara oleh ESDM dari BP,
Indonesia berada pada angka 1,84, idealnya angka ini dibawah 1. Elastisitas energi adalah
perbandingan antara pertumbuhan konsumsi energi dengan pertumbuhan ekonomi. Jika nilai
elastisitas energi suatu negara semakin
tinggi, berarti pemakaian energi semakin tidak efisien. Sebagai perbandingan elastisitas energi beberapa
negara adalah sebagai berikut: Malaysia 1,69,
Thailand 1,16, Singapura 0,73, Jepang 0,1. Kesimpulannya perlu usaha yang serius untuk mengurangi nilai elastisitas
energi ini.
Salah satu titik penggunan energi yang cukup
besar di Indonesia adalah penggunaan
energi listrik untuk penggerak sistem pengkondisian udara atau AC.
Di masa yang akan datang diyakini akan terus
meningkat seiring dengan meningkatnya
taraf hidup masyarakat dan pemanasan global yang telah berlangsung.
Manusia senantiasa menginginkan hal baru dalam
efisiensi dan hidup yang lebih praktis,
hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah memaksimalkan fungsi peralatan yang ada yaitu
dengan cara memodifikasi peralatan
standar sehingga didapatkan fungsi ganda tanpa mengabaikan fungsi utama dari peralatan tersebut.
Selain dari fungsi utama tadi kami mencoba
untuk memanfaatkan energy terbuang yang
dihasilkan oleh system pendingin AC Split sehingga dapat dimanfaatkan, untuk itu kelompok kami
merencanakan sebuah Water Heater yang terpasang
dengan AC Split, dimana fungsi Water Heater ini nantinya berfungsi untuk memanaskan air. Pemanas air yang
terpasang dengan AC split ini sudah banyak
dipakai pada perumahan, bangunan komersial,rumah sakit,dan hotel.

Skripsi Mechanical Engineering:Rancang Bangun Dan Pengujian Pemanas Air Dengan Memanfaatkan Panas Buang Kondensor Siklus Kompresi Uap Hybrid Dengan Kapasitas 120 Liter

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.